
Rooftop
"von". Panggil marcell dibelakang temannya yang berdiri sambil merekok.
Ya, sahabat Marcell adalah Divon Alexander. Mereka sudah bersahabat sejak SMA.
Hanya divon lah yang berani mendekati Marcell yang notabenenya adalah pria dingin, datar dan cuek tapi bagi divon itu menjadi tantangan buat dia untuk bisa berteman dengan Marcell. Divon adalah pria yang sangat friendly dan asik diajak ngobrol, sebab itulah Marcell memyukainya. Pandangan orang-orang yang mengenal mereka tau kalo keduanya memiliki sifat yang sangat berbeda, tapi mereka bisa melengkapi itu.
Tapi kita gk tau sifat seseorang dari dalam atau yang belum mereka tunjukkan itu sebenarnya seperti apa
Karakter dan sifat itu berbeda. Jika sifat timbul sejak kita lahir, maka karakter adalah sifat seseorang yang timbul karna keadaan.
Makanya ada kalimat mengatakan, cover tdk akan selalu sama dengan isinya
Mendengar namanya dipanggil divon berbalik kesumber suara, dimana dia melihat Marcell dengan wajah lelahnya, maklum lah untuk pertama kali Marcell menaiki tangga sampai lantai 4 dimana rooftop itu berada, sebab lift yang mereka biasa pake..untuk sementara diperbaiki.
Rooftop itu sendiri dibangun oleh mereka berdua, hari pertama mereka dikampus, mereka mencari tempat buat tongkrongan dan jauh dari keramaian, dan setelah mendapatkannya mereka lalu merenovasi tempat itu, sebelumnya rektor melarangnya kalo itu untuk kepentingan pribadi tapi karna Marcell sendiri anak pemilik kampus jadi gk ada yang berani melarang Marcell asalkan tdk menganggu ketenangan mahasiswa lain. Dan Marcell setuju" saja sebab dia bukan orng suka cari masalah.
" Baru lantai empat bro". Ejeknya saat Marcell sdh berada dihadapannya dengan nafas yang ngos-ngosan
"Sialan kau". Divon hanya terkekeh melihat kekesalan sahabatnya.
" Bagaimana? Apa bener dia?". Tanya divon yang sudah berhenti mengejek Marcell
"Hmm". Jawab Marcell cuek
Divon terdiam sesaat, namun itu tdk berlangsung lama sebab dirinya langsung berlari turun kebawah untuk melihat pujaan hatinya yang sudah hampir enam tahun tdk bertemu.
Dan Marcell yang melihat itu, hanya geleng-geleng kepala, padahal divon gk tau gadis itu dimana. Tak ingin ambil pusing, Marcell lebih memilih melanjutkan membaca buku bisnis yang sempat tertunda karna mencari pujaan hati divon.
*****
Kantin
Divon berjalan mendekat dengan perasaan yang berdebar hebat. Dipikirannya saat ini, jangan sampe dirinya pingsan dihadapan pujaan hatinya.
Ada-ada saja divon ini
Mahasiswa-mahasiswi yang melihat divon berjalan dengan tatapan yang lurus ke satu arah dan mereka meyakini bahwa tatapan itu tertuju pd anak baru, mereka bingung melihat tingkah divon apalagi berjalan sambil tersenyum , tapi tdk sedikit yang memaklumi, sebab anak baru itu memang mempunyai pesona yang kuat untuk memikat pria" pada pandangan pertama.
"Berlina" lirih divon saat sdh berdiri didepan gadis yang dipanggil sebagai berlina.
Gadis cantik yang asik mengobrol merasa mendengar namanya dipanggil, Seketika dirinya mendongak, dan matanya langsung bertatapan dengan pria yang berdiri menatapnya dengan senyum manis dan mata yang berkaca-kaca.
Gadis cantik itu terlihat diam, dirinya seperti mengenal sosok pria dihadapannya dan detik berikutnya dia langsung berdiri.
"Divon" lirih berlina. "kamu divon kan? Divon ikan buntal kan?".
Divon Alexander (22 thn)
Berlina Marcendes (21 thn)
...🌼🌼🌼...
jangan lupa, tinggalkan jejak kalian biar masuk notif cinta dari aku😘
vote, like, comment n gift biar aku semangat updatenya🤗
salam sayang
fani