
"Divon" lirih berlina. "kamu divon kan? Divon ikan buntal kan?". Yang mana membuat senyum divon yang sedari tadi mekar seketika luntur mendengar ledekan sahabat masa kecilnya sekaligus cinta pertamanya.
Ya, berlina dan divon adalah sahabat sejak kecil bahkan sejak umur divon masih satu tahun dan berlina yang baru lahir saat itu divon sangat senang karna menganggap berlina adalah adiknya, divon sangat menyayangi berlina, orang tua mereka bersahabat bahkan orang tua mereka berniat menjodohkan divon dan berlina saat itu. Tapi mereka urungkan sebab mereka tdk ingin mengambil resiko kedepannya jika anak-anak mereka nanti punya pilihan mereka sendiri yang akan menjadi pasangannya. jadi mereka membebaskan anaknya memilih daripad harus terikat perjodohan sebab tdk ada yang tau kedepannya seperti apa. jika memang mereka berjodoh ,orang tua mereka akan sangat senang tapi kalo sebaliknya mereka tidak mempermasalahkan yang penting hubungan mereka masih terjalin dengan baik.
Singkat cerita, divon yang saat itu sudah kelas dua SMP dirinya sangat bahagia mendengar bahwa berlina akan bersekolah ditempatnya. Seiring berjalan waktu kebersamaan mereka, divon menunjukkan sifatnya yang semakin posesif pd berlina, awalnya divon merasa wajar karena dia sdh melakukannya bertahun" tapi perasaan ini sangat berbeda.
Apalagi waktu ada yang menyatakan cinta pd berlina, dan itu membuat divon sangat marah dan tdk terima berlina dimilki orang lain selain dirinya. Berlina yang melihat itu merasa wajar aja, karna merasa sdh biasa dengan perilaku divon kepadanya.
Setelah kejadian penembakan kpd berlina, divon semakin merasa aneh dengan perasaanya apalagi jika berdekatan dengan berlina dan itu sukses membuat jantungnya berdebar", tdk seperti biasanya..pikirnya.
Divon sempat memeriksakan jantungnya ke rumah sakit, takut dia terkena penyakit jantung. Saat dia akan diperiksa, dokter menenyakan apa saja yang divon makan tapi bukan soal makanan yang membuat dokter itu syok tapi malah curhatan divon mengenai jantungnya akan berdetak dengan kencang saat dekat dengan seorang gadis. Dan itu sukses membuat sang dokter terkejut dan tertawa terbahak-bahak.
Divon yang sdh mendengar penjelasan dokter bahwa jantungnya berdebar-debar bukan Karna penyakit tapi karna divon sedang jatuh cinta. Awalnya dirinya sempat syok tapi kemudian dia mengingat" lagi bagaimana dia akan tersenyum" sendiri saat membayangkan wajah cantik berlina dan sukses membuatnya berdebar-debar karna jantungnya akan seperti itu bukan hanya saat dia sedang bersama berlina tapi membayangkan saja wajah cantik dan senyum manisnya mampu membuat perasaan divon berbunga-bunga.
Divon yang sudah tau perasaannya seperti apa ke berlina, berniat mengatakan perasaannya namun dia urungkan, dirinya takut kalo setelah dia menyatakan perasaanya..hubungan mereka akan menjadi canggung dan sedikit menjauh. Bisa saja berlina tdk menyukainya sebagai lawan jenis.. atau lebih parahnya putus sebagai kekasih nantinya. Dirinya tdk ingin itu terjadi. Jadi divon lebih memilih memendam perasaannya.
Tdk terasa Divon sdh kelas 3 dan berlina kelas dua, semakin hari mereka semakin dekat, dunia serasa milik mereka berdua. Tak sedikit teman-teman mereka menganggap divon dan berlina sebagai sepasang kekasih, divon dan berlina yang mendengar itu terlihat biasa saja padahal dihati divon sudah berbunga-bunga.
Berbeda dengan divon yang merasa senang dengan perkataan teman-temannya, berlina malah terlihat murung.
Divon yang menyadari itupun bertanya
"Kamu kenapa". Saat ini mereka sedang berada ditaman.
"Aku gk papa kok". Jawab berlina pandangannya lurus kedepan
"Jangan berbohong, aku tau pasti kamu punya masalah. Kita bukan kenal baru kemarin". Ucapnya yang tdk percaya perkataan berlina.
Melihat mata berlina berkaca-kaca, divon langsung memeluk berlina.
"Ceritalah supaya perasaanmu tenang". Ucap divon sambil mengelus-elus punggung berlina.
Mendapat perlakuan hangat divon, berlina langsung menangis tersedu-sedu.
"Hiks hiks...ma-mama papa ak-an berpisah". Tangisan berlina semakin pecah. Untung saja mereka jauh dari yang lainnya yang berada ditaman sekolah. Tapi ndk sedikit yang melihat Berlina dipeluk sambil menangis tapi mereka tdk tau apa yang sedang terjadi.
Divon sebenarnya sdh tau, kalo orang tua berlina selalu bertengkar karna mamanya sdh memberitahunya untuk selalu membuat berlina bahagia karna keadaan keluarganya saat ini tdk baik-baik saja.
bukan Karna perselingkuhan tapi keduanya yang sdh merasa tdk cocok, mereka sering bertengkar dan saling menyalahkan tentang tdk adanya waktu untuk bersama lagi apalagi bersama berlina. Karna hal itulah mereka memilih berpisah, tinggal serumah pun sdh sangat jarang ..terkadang salah satu dari mereka menginap diikantor masing-masing , kalopun pulang kerumah utama mereka tdk akan melihat Berlin lagi sebab mereka langsung istirahat dan besok paginya mereka langsung pergi tanpa sarapan bersama berlina. setelah mendengar orangtuanya akan berpisah, berlina sangat sedih dan dirinya juga disuruh memilih untuk tinggal bersama mamanya atau papanya. Berlina tdk memilih siapapun karna percuma, dirinya pasti ttp diabaikan akhirnya berlina memilih tinggal bersama bibi dari mamanya.
Singkat cerita, setalah perceraian itu terjadi..berlina menghilang entah kemana, saat itu divon yang menuju kerumah berlina untuk mengajaknya jalan sungguh terkejut saat rumah itu sdh ditempati orang lain. Divon segera kerumah masing-masing orang tua berlina untuk mencari tau, tapi bukannya jawaban yang dia dapat malah reaksi orang tua berlina yang sangat terkejut mendengar anaknya pergi. Divon meyakini bahwa mereka pun tdk tau, dan dari situlah mereka lost contact dengan berlina.
...πΌπΌπΌ...
jangan lupa, tinggalkan jejak kalian biar masuk notif cinta dari aku π
vote, like, comment n gift biar aku semangat updatenya π€
salam sayang
fani