My Beloved DADDY

My Beloved DADDY
musuh lama



Hari sudah pagi, cerahnya mentari tak mampu membangunkan salah satu gadis yang masih bergelung dengan selimutnya. Padahal jam sudah menunjukkan pukul 08.15


"Grey". Laura yang lebih dulu bangun stengah jam lalu, keluar dari kamar mandi dengan wajah yang fresh, melihat jam yang sebentar lagi akan menunjukkan waktu bekerja sahabat, berinisiatif membangunkannya namun sayang sang sahabat tdk merespon laura.


Beberapa kali Laura membangunkannya, bahkan sampe menggelitik grey, tapi hasilnya sia". Entah apa yg dilakukan grey kemarin malam sehingga tidurnya bahkan tidak terusik sama sekali padahal Laura melihat sendiri kalo grey sudah tertidur terdengar dari dengkuran halusnya.


Tak ingin membuat sahabat terlambat bekerja, akhirnya Laura memutuskan untuk mengambil air gelas dan menciprakkan kemuka grey, dan hasilnya


"Astaga hujan". Teriak grey dengan panik


Laura yang melihat reaksi grey tertawa terbahak-bahak


Mendengar seseorang yang tertawa, membuat grey menoleh kearah sumber suara dan ternyata itu adalah ulah Laura, bisa grey liat dari air gelas yang masih dipegang Laura. Matanya menatap tajam Laura sedetik kemudian..


"Yakkk! Laura Smith, kau menghancurkan mimpi indah ku, sedikit lagi aku akan berciuman dengan pangeranku". Gerutu grey dengan kesal sontak membuat Laura tergelak dan kembali tertawa terbahak-bahak


Melihat Laura semakin tertawa membuat grey tambah kesel.


"Isss dasar, gk bisa apa membangunkan gadis cantik dengan cara yang anggun".


"Ck, kamu dibangunin dengan cara halus GK bangun-bangun, jadi jangan salahkan aku kalo pake cara lain, siapa suruh tidurmu kayak kebo". sinis Laura


"Apa! Kebo?". Ucap grey tak terima


"Sudahlah, liat tuh jam sebentar lagi kamu akan masuk kerja".


Perkataan Laura, sontak membuat grey langsung lompat dari ranjang dan masuk kamar mandi dengan terburu-buru. Laura yang melihatnya hanya geleng-geleng kepala.


Laura yang pada dasarnya suka melihat grey kesel, mencoba mengatakan sesuatu.


"Mandinya jangan kek kebo ya". Teriak Laura dari dalam kamar. Dan bener saja perkataannya itu membuat grey menggerutu.


" Tadi aku dikate tidur kek kebo dan sekarang..oh my God".gumam grey kesel. "Tunggu saja pembalasanku". Ucap grey tersenyum licik.


Laura yang tidak mendengar respon grey, memutuskan keluar dari kamar utama menuju dapur. Lebih baik dirinya berperang dengan alat" dapur daripada mendengarkan ocehan grey, meski itu akan tetap terjadi. Hehe


*****


"Siapkan jet pribadi, saya akan turun langsung bertemu dengan sampah yang sudah berani bermain-main dengan saya". Titahnya tegas


Marcell yang mendengarkan dari anak buahnya bahwa seseorang yang menjadi mata- mata musuhnya telah tertangkap, tak ingin kecolongan lagi Marcell sendiri yang akan mengeksekusi orang-orang yang dengan berani masuk diwilayahnya. Ya, lima tahun lalu senjata yang sudah dirancang dengan sempurna telah dicuri oleh seseorang yang tak lain anak buahnya sendiri yang sudah lama bekerja dengannya, tidak ada yang curiga dengannya karna dia salah satu orang kepercayaan Marcell yang memiliki strategi diatas rata" dalam menghadapi musuh, siapa yang tdk menyangka bahwa dia telah berkhianat bahkan menjadi bawahan musuh Marcell.


Bukan tanpa alasan Marcell mendirikan dunia hitam ada cerita yang membuatnya seperti sekarang. Tidak ada yang tau bagaimana Marcell berakhir menjadi seorang mafia. Bahkan dengan kedua orang tuanya


Hanya authornya yang tau..hehe.


Menempuh perjalanan hampir 3 jam, tibalah Marcell ke markas pusat yang ditempatkan di Chicago, sengaja mmng karna Marcell tidak ingin dunia gelapnya tercium media jika ditempatkan sama dengan kerajaan bisnisnya berada meskipun tdk sedikit dia mendengar desas-desus kalo sebagian orng sudah mencurigainya sebagai mafia, tapi itu tdk berlangsung lama karna hal seperti itu mudah baginya untuk mengatasinya.


Berjalan dengan gagahnya , diikuti beberapa anak buah dibelakang dan tangan kanannya yang setia berada disampingnya yang tak lain adalah asisten pribadinya.


"Kau sudah menyiapkan semuanya Mark?". Tanya Marcell pada asistennua. Mereka sudah berada didalam markas, berdiri sedikit jauh dan menatap nyalang pada seseorang yang terikat dikursi dengan muka yang sudah babak belur.


"Sudah tuan". Mark menyerahkan air cuka dan pisau khusus untuk tuannya.


Melangkahkan kakinya dengan senyum menyeringai, membawa benda yang sudah diberikan Mark untuknya yang sontak membuat lawannya sangat takut.


Berdiri tepat didepan orang yang sdh membuatnya datang jauh" hanya untuk sampah yang tdk berguna ini tapi sayangnya orang ini adalah kaki tangan musuhnya yang sudah lama Marcell incar. Namanya adalah divon, orang kepercayaan klan King Cobra. Divon salah satu orang yang terlibat dengan kecelakaan yang membuat Marcell kehilangan seseorang.


Kaki tangan musuhnya ini memang tidak seperti yang pernah Marcel lihat, karna ternyata divon sudah melakukan operasi plastik akibat dari kecelakaan sepuluh tahun lalu yang membuat wajahnya cukup rusak, tapi itu tidak cukup membuat divon menutup identitasnya, karna Marcell telah menandai tatto ular berwarna merah yang berada diantara jari jempol dan telunjuknya. Dan dirinya meyakini bahwa itu adalah divon, karna Marcell tau hanya orang penting yang bisa membuat tatto dengan warna terang sedangkan yang lain berwarna hitam.


" Ternyata 10 tahun cukup untuk saya bertemu denganmu". Ucapnya dengan seringainya. "Bahkan kau sendiri yang datang ketempatku'".Sambungnya



Marcell Laurensius Agra (35 thn) bule campuran Prancis dan Korea berkewarganegaraan Amerika. sifat dingin, tegas dan sangat kejam.



Mark Stevanus Lee (36 thn) pria berkewarganegaraan Amerika dan berkebangsaan korea. sifatnya lebih dingin dari tuannya. lebih banyak bertindak daripada berbicara..alias orangnya irit bicara


...🌼🌼🌼...


jangan lupa tinggalkan jejak kalian


tekan favorite, biar masuk notif cinta dari aku😘


vote, like,comment n gift biar authornya semangat up-nya🤗


salam sayang


fani