My Beloved DADDY

My Beloved DADDY
selamat



"mommy".ucap pria muda yang baru saja masuk kedalam ruang inap ibunya yang sedang duduk disuapi oleh seorang pria paruh baya yang duduk disisi ranjang.


"Son".lirih sang ibu ketika melihat kedatangan putranya, berjalan mendekat kearahnya.


Ketika sampai diranjang ibunya, pria itu langsung duduk dikursi yang telah disediakan disamping ranjang sang ibu lalu mengenggam tangan ibunya.


"Mom, ku mohon jangan sakit lagi."lirihnya dengan mata yang berkaca-kaca.


"James mom hanya kecapean saja."ucapnya menenangkan sang anak. "Mommy kalau sudah minum obat pasti langsung sembuh."sambungnya.


Pria yang bernama James itu hanya mengangguk pelan kepalanya, dia tidak tau harus berkata apa, dia tau apa yang membuat ibunya sering keluar masuk rumah sakit.


"Dad."ucap James kepada pria paruh baya yang duduk disisi ranjang sambil menyuapi mommynya dengan telaten, ya dia adalah ayah James.


"Ya, son."jawabnya tanpa mengalihkan tatapannya pada putranya karna sedang menyuapi istrinya


"Daddy pulang saja, biar mommy aku yang rawat." James tau , daddynya sangat sibuk apalagi ada proyek baru yang sedang berjalan. Dia juga tidak ingin daddynya kecapekan karena mengurus perusahaan dan mommynya bersamaan.


James dapat melihat wajah lelah ayahnya walopun sang ayah berusaha menyembunyikan rasa lelah itu.


James ingin sekali menggantikan ayahnya bekerja tapi james yang masih berusia 20 thn dan masih mengenyam pendidikan belum memenuhi syarat untuk mengambil ahli perusahaan. ya begitulah syarat yang diberikan keluarganya dirinya harus bener-bener sudah menyelesaikan studinya , padahal diluar sana..sudah banya anak muda yang mengambil ahli perusahaan keluarga mereka sambil mengenyam pendidikan, tapi tidak pada keluarga james, tujuannya agar nanti bisa fokus hanya pada perusahaan saja.


Mendengar ucapan anaknya, membuatnya menghentikan suapan untuk istrinya, lalu beralih menatap anaknya. "Biar Daddy saja, kamu pergi kuliah saj-


"Tidak dad, aku tau Daddy capek."selanya cepat memotong ucapan daddynya


"Tapi nak-


"Please dad, aku bisa izin tidak kuliah."


Memang hari ini dia kuliah kelas sore, tadi setelah tiba dimansion sehabis pulang bertanding basket, dirinya tidak melihat mommynya dimansion dan ketika bertanya kepada maid dirumahnya, dia seketika terkejut mendengar mommynya masuk rumah sakit lagi.


Daddynya menghela napas berat, lalu menatap istrinya yang tersenyum lembut kepadanya


"Honey, aku pulang dulu. Nanti malam aku datang lagi."ucapnya sambil mengelus kepala istrinya.


Sang istri menggeleng kepalanya tanda tidak setuju, yang mana membuat James salah mengartikan gelengan ibunya, James yang baru saja akan menyela tidak jadi dilakukan karena mendengar perkataan mommynya


" Dad pulang saja, istirahat."


" Tapi mom-


"No dad! Mommy tau kamu kecapean mengurus proyek baru Daddy, mommy gak mau Daddy juga sakit."ucapnya tegas tapi masih bernada lembut


"Yang dikatakan mommy bener dad, Daddy juga harus istirahat. Aku tau mommy sangat penting tapi proyek Daddy juga penting dan gak bisa dibatalin begitu saja dan James akan menggantikan Daddy buat jagain mommy sampai sembuh, masalah kuliah..James bisa ambil cuti" Ujarnya membujuk daddynya.


Lagi-lagi sang daddy menghela napasnya dengan berat, kalau sudah seperti ini dia hanya bisa pasrah meski sangat berat meninggalkan istri tercintanya.


"Baiklah, Daddy tidak akan datang ."katanya yang membuat anak dan istrinya tersenyum legah.


Mereka berdua tau bahwa sang kepala rumah tangga sangat susah dibujuk apalagi menyangkut keluarga. Baginya sesibuk apapun dia tapi kalau menyangkut keluarganya apalagi kesehatan keluarganya itu adalah prioritasnya yang paling penting. Tapi perkataan istri dan anaknya memang bener, bahwa dia tidak boleh ikut jatuh sakit. Karena mereka berdua pasti membutuhkan dirinya.


"Son, kalau ada apa-apa kabarin Daddy." Ucapnya sambil beranjak dari ranjang. James mengangguk mengiyakan perkataan daddynya.


Sebelum bener-bener pergi dirinya menyempatkan mencium kening istrinya. "Cepat sembuh honey, dad pulang dulu."


Setelah mendapatkan anggukan dari sang istri ,dia pun melangkahkan kakinya keluar dari ruang inap sang istri. Tapi baru berjalan dua langkah, dirinya mengentikan langkahnya karena panggilan sang anak, kemudian langsung berbalik.


"Dad, aku udah nugasin dua bodyguard didepan kamar mommy tadi, aku hanya menyampaikan saja takutnya nanti Daddy terkejut melihat mereka saat buka pintu nanti." jelasnya sambil terkekeh.


Memang saat kerumah sakit, James tidak melihat adanya bodyguard yang biasanya menjaga mereka saat berpergian entah itu keluar kota/negri, pusat perbelanjaan maupun kerumah sakit. Karena itu dia berinisiatif memanggil bodyguard kepercayaan keluarganya untuk berjaga karena pikirnya daddynya lupa.


Mereka memang harus ada bodyguard yang selalu mengikuti mereka karena keluarga mereka adalah keluarga terpandang dan berkuasa di negrinya. Lengah sedikit saja, musuh-musuh mereka akan datang untuk menyerang mereka.


"Baiklah son." Ucapnya lalu berbalik kembali melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruang inap istrinya.


Dan bener saja , ada dua bodyguard yang sangat dikenalnya berdiri disisi kanan kiri pintu kamar inap sang istri.


"Kalian berdua, jangan biarkan orang lain masuk kekamar istriku, tanpa ijin anak ku langsung."pintanya dengan sangat tegas kepada dua pria bertubuh besar yang memakai seragam serba hitam yang sudah berada didepannya.


"Baik tuan".ucap kedua bodyguard, mendapatkan respon kedua bodyguardnya, tanpa berbicara lagi ,dia pun langsung pergi meninggalkan kedua bodyguardnya.


*****


Selesai mandi, grey langsung menuju dapur untuk membuat makan siang mereka berdua, sedangkan Laura saat ini tertidur disofa ruang tamu, padahal masih jam stengah dua belas. Biasanya habis makan siang, mereka baru akan tidur siang jam satu itupun setelah makanan mereka bener-bener tercerna dengan baik


Menu siang ini grey akan membuat Sun dried tomato basil pasta. menu simpel yang bahannya mudah ditemukan hanya dengan satu kotak spaghetti ukuran sedang, bawang-bawangan, susu almond ,minyak zaitun, penyedap rasa lainnya dan bahan utama yaitu tomat sun dried yang sudah dikeringkan dan direndam dalam minyak .


setelah merebus spaghetti hingga matang dan memblender bumbu lainya lalu menumisnya setelah itu ,dicampur diatas spagethi kemudian diaduk rata dengan tomat kering yang sudah cincangnya kemudian grey menyajikannya keatas piring.


Selesai dengan urusan dapurnya, grey lalu beranjak dari dapur menuju ruang tamu untuk membangunkan Laura yang masih betah dengan alam mimpinya, saat sudah dihadapan Laura, grey mendengar igauan Laura yang terus menyebutkan "Daddy enak".


Grey mendengus "pasti nih anak mimpi mesum sama pacarnya." Grey tau Laura memanggil kekasihnya dengan sebutan Daddy, tapi tidak pernah melihat rupah kekasih sahabat. Entahlah!dianya yang lupa menanyakan atau Laura emang yang gak mau ngasih tau.


Karena tak ingin lebih mendengar hal mesum yang mungkin akan dikatakan Laura lagi segera grey menggoyangkan bahu Laura agar terbangun.


"Laura."


"Ck dasar mesum." gumamnya dengan kesel, tiba-tiba grey mempunyai ide agar Laura segera bangun.


Grey mendekatkan bibirnya ditelinga Laura lalu " kebakaran kebakaran." teriak grey


Dan taraa, Laura langsung membuka matanya bahkan sampai bola matanya mau terlepas sambil berdiri "kebakaran!"teriak laura kemudian berjalan cepat menuju kamar mengambil hp dan tasnya meninggalkan grey yang duduk sambil terkekeh akan tingkahnya.


"Grey!cepetan ambil barang-barang penting mu."teriak Laura dari dalam kamar.


Merasa grey tidak menggubris omongannya, Laura seketika keluar dengan membawa kopernya dengan susah. "Grey kamu gima-." ucapan Laura mengambang ke udara saat melihat grey duduk sambil ketawa gak jelas, seketika dirinya tersadar bahwa dia sudah dikerjai sahabatnya.


"Yakk!GREY."teriak Laura sambil menghempaskan kopernya kelantai, dan malah membuat grey semakin tertawa.


Laura berjalan dengan muka garangnya menuju sofa tempat grey duduk, grey yang melihatnya segera berdiri dan menjauh dari Laura dan pada akhirnya mereka malah saling kejar-kejaran.


"Siapa suruh kamu ,mimpinya mesum." ucap grey sambil berlari


"Yak!siapa yang mesum."teriak Laura yang tidak terima


"Kamu lah, bilangnya enak dad..disitu dad. Kamu pasti mimpi lagi enak-enak kan sama kekasih tuamu itu...duda lagi"ledek grey


Memang tua sih, grey tau itu..umurnya aja sangat jauh dari Laura.


Laura mendengus kesel karena kekasihnya diejek, tua-tua begitu tapi masih ganten walaupun Statusnya duda.


"Aku tadi itu mimpi dipijitin kekasihku."elak Laura, padahal emang tadi dia lagi mimpi mesum. Malu lah kalau jujur, grey nebak aja membuatnya malu apalagi kalau sampe grey tau tebakannya bener tambah malu lah dia apalagi sifat grey yang suka menggodanya lebih suka meledeknya sih.


"Ck..alasan." ucapnya sambil berlari dari meja makan kembali lagi keruang tamu


"Stop Ra!."teriak grey menghentikan Laura yang masih mengejarnya " daripada kamu ngejar-ngejar aku, mending kita makan dulu biar tenaga kamu terisi ,kamu bisa melampiaskan kekesalan kamu sehabis makan."ucapnya dengan ngos-ngosan


Posisi mereka saat ini, grey berada diujung kanan sofa dan Laura diujung kiri sofa.


Laura yang memang orangnya gampang diperdaya, mengangguk setuju padahal setelah makan grey akan menyuruh Laura cuci piring dan langsung menuju kamar lalu tdur siang menghindari amukan Laura.


"Kamu gak dikasih makan sama pacarmu?"tanya grey melihat Laura makan dengan lahap.


Laura menghentikan makannya lalu menatap kesel pada grey "enak aja, pacarku mana mungkin membiarkan ku pulang tanpa makan."


Grey terkekeh melihat tatapan kesel Laura yang ditujukan padanya. Entahlah, grey emang sangat menikmati kalau Laura sedang kesal .


"Lah trus kenapa lahap bener makannya."


"Enak."jawab Laura sekenanya


Grey manggut-manggut saja, sudah biasa kalau ada yang memuji makanannya. Padahal bagi grey makanannya biasa saja.


Hingga tak terasa ,makanan mereka sudah habis tanpa sisa. Mereka mengobrol lagi sekalian menunggu makanan mereka tercerna dengan baik karna gak bagus kalau langsung tidur disaat dirinya baru saja selesai makan


"Btw..aku mau liat dong wajah pacar kamu."pinta grey yang sudah penasaran dengan kekasih sahabatnya. Karena memang dirinya tidak pernah berniat untuk melihat rupa kekasih sahabatnya ,dia pun hanya sering menjadi pendengar saja. Laura juga sepertinya tidak berniat memperlihatkan wajah kekasihnya.


Laura menyeritkan dahinya mendengar ucapan sahabatnya, bukan tanpa alasan dirinya tak ingin menunjukkan rupa kekasih pada grey dan selama ini grey pun tdk pernah menanyakan tentang wajah kekasihnya itu.


Entahlah! Grey yang emang gak peduli atau merasa kalau aku yang gak niat buat nunjukin ..tapi dengan tiba-tiba grey menanyakannya. Laura pun bingun, ingin menunjukkannya atau tidak. Takutnya grey mengenalnya secara kekasihnya ini termasuk orang penting, bisa juga grey pernah melihat kekasihnya saat berwujud mafia.


Grey yang melihat Laura terdiam sambil memandanginya, dirinya pun menjentikkan jarinya agar Laura kembali sadar.


"Hey!Laura."


"Eh i-iya."kaget Laura


"Aku mau liat pacar kamu ..ya."pintanya lagi dengan puppy eyes nya.


Laura menghela napas lalu mengangguk tanda mengiyakan. Biarlah grey tau, tapi semoga saja hanya tau kekasihnya orang penting di dunia bisnis. Kalau dipikir-pikir gak mungkin juga grey kenal kekasihnya sebagai mafia, secara kekasihnya itu sangat jarang memperlihatkan dirinya sedang bertarung dikeramaian sampai membunuh jika itu bukan hal penting. Cukup dialah yang tidak sengaja melihatnya.


Grey bersorak riang "yey! Aku tunggu dikamar."sambil beranjak dari tempat duduknya. Sebelum bener-bener pergi ke kamarnya, grey menyuruh Laura untuk cuci piring.


"Iya..nyonya ratu." ucap Laura dengan males dan grey hanya terkekeh sambil berlalu menuju kamar.


.


.


"Selamat."ucap grey saat sudah berada dalam kamar dan bersiap untuk tidur siang.


Ya, untuk saat ini grey bersyukur karena tidak mendengar Omelan Laura karena kalau sampai itu terjadi bisa-bisa telinga grey akan tuli , Laura sekali mengomel durasinya bisa sangat lama bahkan saat tidurpun Laura akan ngigau sedang mengomeli grey.


Sahabatnya itu memang rada unik.


Meski begitu, jika disibukkan dengan sesuatu, Laura pasti akan melupakannya. Seperti sekarang ini, grey membuat Laura mencuci piring agar dia melampiaskan kekesalannya pada piring saja. hehe


...🌼🌼🌼...


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian.


Like , comment, vote n gift biar aku tambah semangat updatenya πŸ€— 😘