My Beloved DADDY

My Beloved DADDY
mark dan kekasihnya



Rembulan sudah berganti sang mentari, namun tak mampu membangunkan sang wanita cantik yang masih bergelung dengan selimutnya.


Tidak ingin mengganggu tidur nyeyak gadisnya..ya, gadis karena kekasihnya baru berusia 18 thn. Dia pun beranjak dari ranjang dan bergegas masuk ke kamar mandi, menggosok gigi dan membasuh wajah lalu mengganti pakaiannya dengan pakaian santai karena memang semalam dirinya tidur menggunakan piyama dan hari ini adalah hari Minggu jadi dia bisa bersantai sehari meski kadang-kadang hari liburnya batal karena sang bos membuatnya harus bekerja entah itu sebagai assisten atau sebagai mafia.


Hmmm..siapa lagi asistent yang merangkap sebagai mafia, kalau bukan MARK STEVANUS LEE


"Semoga hari ini tidak." gumamnya setelah selesai memakai pakaiannya dirinya melangkahkan kakinya menuju lantai satu dimana dapurnya berada. Hari ini dia akan memasak untuk sarapan buat dirinya dan kekasihnya meski waktu sarapan sudah lewat karena jam sudah menunjukkan pukul 09.05.


Saat sedang berkutat didapur, dirinya dikagetkan dengan sepasang tangan yang melingkar di pinggangnya dan dia tau tangan siapa yang sedang memeluknya.ya...siapa lagi kalau bukan kekasihnya , Karena diapartemen memang hanya ada mereka berdua. Biasanya jam segini masih ada bibi yang datang membersihkan apartemennya seminggu 3 kali termasuk hari Minggu . Tapi karena semalam sebelum tidur dia menghubungi dan menyuruh pekerja rumahnya untuk bekerja sejam saja dari jam 7 bibi itu datang alhasil hari ini yang ada cuman mereka berdua.


"Kenapa Daddy gak membangunkan aku, aku kan mau bantu ."ucapnya manja yang malah membuat pria didepannya terkekeh.


"Sengaja."kata mark


"Sengaja?." tanya si gadis yang dibalas anggukan si pria " apa karena kamu gak enak bangunin aku yang tertidur lelap?."tebaknya dan kali ini dibalas gelengan si pria.


Gadisnya menyeritkan dahinya tanda tak mengerti..tidak mendapatkan respon dari gadisnya lalu dia berkata.


"Nanti kalau kamu bantu yang ada dapur daddy seperti kapal pecah."ledeknya dan terkekeh.


"Isss, mana ada."ucapnya kesel dan melayangkan cubitan dipinggang kekasihnya , dirinya tidak terima dengan ucapan prianya. Ya, memang dirinya mengakui tidak bisa memasak tapi kan apa salahnya kalau mencoba belajar apalagi kalau kekasihnya yang jago memasak ini mengajarinya.


"Awssshh sakit baby." Jeritnya, padahal cubitan gadisnya tidak terasa sakit sama sekali karena memang tubuhnya yang keras dan kekar, malah terasa geli.


"Sorry dad."sesalnya sambil menghapus-hapus pinggang yang tadi dicubitnya.


Mendengar kata maaf dari kekasihnya, dirinya pun menghentikan kegiatannya yang sejak tadi memotong beberapa bumbu untuk dicampurkan kedalam masakan yang sementara dimasaknya. Lalu menatap kekasihnya dari samping yang juga sedang menatapnya dari belakang.


"It's ok bby, dad cuman bercanda."cengirnya


"Beneran."tanyanya memastikan


"Bener."jawabnya dengan yakin lalu melanjutkan memotong daun bawang yang sempat tertunda kemudian dicampurkan kedalam masakan yang sementara dimasaknya.


"Dad sini aku aduk."pintanya


"Baiklah", ucapnya mempersilakan gadisnya, menggantikan posisinya, kemudian berjalan ke kursi dekat meja makan, duduk lalu menopang dagunya dengan satu tangannya sedangkan tangan satunya lagi dibiarkan diam diatas meja sambil memperhatikan kegiatan kekasihnya mengaduk bahan yang sudah tercampur kedalam panci kecil.


Asik dengan menatap kekasihnya, dirinya dikagetkan dengan dering telpon yang berada dimeja makan. Tdk menunggu lama lagi ,segera dirinya mengambil HPnya dan melihat siapa yang menelponnya, setelah tau nama penelpon lalu diapun mengangkatnya.


"...."


"Baik tuan, stengah jam lagi saya akan kesana."ucapnya lalu menyimpan kembali hpnya kemeja.


"Siapa dad."


"Tuan Marcell sayang."sang wanita hanya manggut-manggut saja. "Emm, bby."panggilnya ragu-ragu


"Ya."jawabnya tanpa melihat sang pria karena masih asik mengaduk


"Aku tinggal sebentar, gk papa kan."tanyanya takut-takut kalau kekasihnya marah.


Entahlah!pria ini kalau dihadapan kekasihnya, dirinya menjadi kucing imut tapi dengan orang lain bisa jadi harimau..wrouuung!


Yang ditanya pun langsung menghentikan kegiatannya dan mematikan kompor lalu berbalik melangkah menuju si pria yang sedang duduk, lalu mendudukan juga dirinya tapi bukan dikursi , melainkan dipangkuan kekasihnya, mengalunkan kedua tangannya dileher prianya dan menatap intens kekasih yang juga sedang menatapnya.


"Apa seminggu ini memang kerja full."tanyanya menatap sendu Mark. Dirinya kasihan dengan kekasihnya yang sepertinya tidak mempunyai cuti, sekedar membuang rasa lelahnya.


Mark yang melihat tatapan kasihan kepadanya, mengelus lembut rambut gadisnya lalu tersenyum.


" Sudah menjadi tugasku sayang."


" Dad, b-bisa kah kamu keluar saja dari mafia"ucapnya memberanikan diri. "aku takut kamu kenapa-napa."lirihnya


Awal mereka bertemu juga, saat itu Mark merangkap jadi mafia, tapi dirinya gak tau kalau Mark saat itu adalah mafia, dia hanya tau pria ini yang menyelamatkannya dari preman jalanan yang akan memperk0sanya, dirinya juga melihat bagaimana Mark membunuh mereka. Bukannya takut, dirinya malah terpesona dengan aksi Mark yang seperti artis laga kesukaannya. Karena sudah mencapnya sebagai idola, dirinya pun meminta kartu nama Mark dengan dalih dirinya ingin berterimakasih dengan bener, padahal Mark sudah bilang gak usah. Tapi karena memang dasarnya dirinya adalah tipe gadis yang kekeh..apa yang dia mau harus didapatkannya, dan karena penolakan pria itu juga pun membuatnya bersemangat untuk mencari tau identitas pria tersebut melalui internet, karena dia yakin pria ini bukan orang sembarangan dan bener saja setelah mendapatkan identitasnya diapun tau kalo pria itu adalah asisten kepercayaan salah satu perusahaan besar didunia dan menjadi assiten terbaik dunia selama 8 tahun berturut-turut.


Dari pencariannya dia merangkap menjadi seorang penguntit yang selalu mengikuti Mark, Mark yang jengah pun memberikan kesempatan buat dirinya berterima kasih , tapi kesempatan yang diberikan membuatnya semakin memperluas kesempatan itu untuk lebih dekat dengan Mark dan Mark pun menyerah akan tingkahnya..dan dari situlah mereka mulai dekat dan akhirnya menjadi sepasang kekasih.


.


.


Mark pun terdiam mendengar permintaan gadisnya. Jauh dari lubuk hatinya yang terdalam ada keinginan untuk berhenti, apalagi dirinya juga sudah punya pasangan. Dirinya hanya takut kalau ada musuhnya tau kalo dirinya punya kekasih dan akan membalaskan perbuatannya pada kekasihnya, apalagi saat dia tidak bersama dengan gadisnya. Melepaskannya gadisnya pun, dia tidak bisa dan tidak akan pernah bisa, dirinya sudah terlalu mencintai kekasihnya. Tapi sampai saat ini gk ada musuhnya yang tau, karena dia memang bener-bener melindungi gadisnya.


"Dad." Panggilnya karena melihat prianya hanya diam saja.


"Nanti ya sayang, kalau ada waktunya."ucapnya "untuk saat ini masih belum bisa, percayalah Daddy pasti akan baik-baik saja."Sambungnya menenangkan gadisnya, yang terlihat sangat menghawatirkannya.


Gadisnya menganggukan kepalanya, ya dia harus yakin kalau prianya akan baik-baik saja.


memang dirinya belum bisa untuk keluar dari dunia hitam, apalagi saat ini musuh bossnya mulai muncul setelah bertahun-tahun, dia ingin membantu bossnya meskipun dia tau bossnya bisa menghadapi seorang diri tapi kadang manusia untung-untungan. bisa berhasil dan juga tidak, memang selama ini mereka tidak pernah terkalahkan tapi yang namanya manusia tidak selamanya berada diatas..kuncinya hanya satu, jangan sampai lengah saja.


untuk saat ini kalau menyangkut gadisnya, dia akan mengawasi gadisnya 24 jam ,kapan dan dimana pun kekasihnya berada, melalui GPS yang dipasang pada kalung yang melingkar indah dileher kekasihnya. hadiah ulang tahun gadisnya.


"Kalau begitu Daddy mau bersiap-siap dulu."


"Hmmm." dehemnya dengan menunduk tapi tangan tak lepas dari leher kekasih


Mark yang melihat gadisnya tampak tidak semangat pun, teringat sesuatu yang akan membuat kekasihnya ceria.


"Bagaimana kalau besok kita jalan-jalan?."mendengar kata jalan-jalan, gadisnya pun mendongakkan kepalanya menatap dirinya dengan berbinar tapi hanya beberapa detik saja.


" Tapi besok kan Daddy kerja." mendengar jawaban kekasihnya dia pun berkata.


"Apa baby lupa besok hari apa?."


"Hari apa emang."bingungnya ,dia bener-bener gak tau, jawabannya seketika mendapatkan sentilan pelan dikeningnya.


"Hari....." bisiknya


"Astaga , bisa-bisanya aku melupakan hari spesial yang diadakan setiap tahun."ucapnya sambil menepuk keningnya sedangkan Mark hanya terkekeh saja , dia juga bingung dengan gadisnya. Padahal kalau hari itu sudah akan datang, gadisnya paling semangat memberitahukannya bahkan seminggu lagi sebelum hari itu datang dia selalu diperingatkan dengan hari itu.


mungkin saja karena saat ini mereka bertemu dan membahas langsung hari spesial itu, kan biasanya mereka akan merayakannya dengan cara mengirimkan sesuatu, secarakan mereka LDR-an.


"tapi dad yakin dikasih cuti sehari."tanya karena tidak yakin bahwa kekasihnya akan diberi cuti sehari saja.


"hari ini, aku akan mendapatkan cutinya besok."yakinnya.


"percayalah."sambungnya yang membuat gadisnya mengangguk dan tersenyum.


"Sekarang waktunya kita sarapan."ajaknya lalu mereka pun berdiri,. Mark mengambil sup yang masih berada diatas kompor lalu menuangkan supnya kedalam mangkok yang disediakan kekasihnya.


Lalu mereka pun mulai sarapan.


Sarapan mereka baru dimulai jam 09.47, padahal masakan yang mereka masak tadi hanya soup daging ayam yang hanya butuh waktu 30 menit saja untuk dimasak, ayamnya pun sudah bersih dan sudah dipotong yang telah disediakan oleh bibi didalam kulkas. Hanya memotong wortel kentang dan bahan lainnya aja, tapi mungkin karena mereka selingin dengan bercerita tadi jadi butuh waktu lama.


...🌼🌼🌼...


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian.


Like , comment, vote n gift biar aku tambah semangat updatenya 🤗 😘


terimakasih💞