
Setelah pertemuan mereka dihari kelulusan itu, Sabrina dan divon mulai dekat kembali begitupun dengan marcell, bahkan saat ini Sabrina menjadi sekretaris Marcell untuk sementara .ya sementara karna jabatan Sabrina sekarang hanya sebagai bagian dari tugas kampus yang tak lain sebagai mahasiswa magang. Sabrina ditempatkan sebagai sekretaris itu bukan karna dirinya yang dekat dengan Marcell, tapi karna kemampuan Sabrina yang cerdas dan gesit belum lagi saat itu marcell memang membutuhkan seorang sekretaris sementara, sebab sekretarisnya cuti karna istrinya yang baru saja melahirkan jadi dia menawarkannya ke Sabrina dan kebetulan pihak kampus memang mau menempatkan Sabrina keperusahaan papanya.
Kenapa tidak diperusahaan ayah divon? Sebab saat itu divon tidak tau kalau Sabrina akan mulai magang, meski mereka kembali dekat tapi tidak lebih dekat daripada marcell ke sabrina dikarenakan divon yang bener" sibuk karena papanya yang masih sakit sedangkan marcell masih ada papanya yang membantu jadi Marcell masih punya luang untuk sekedar hangout itupun hanya bersama berlina.
Divon yang mendengar Sabrina menjadi sekretaris sementara Marcell, merasa iri dan sedikit tak rela. Terkadang dia harus menekan rasa cemburunya jika Marcell dan sabrina datang bersama kekantornya untuk melakukan meeting.
"Kamu siapkan bahan meeting kita hari ini, karna setengah jam lagi kita akan berangkat keperusahaan Alexander group.."titah Marcell pada sabrina lewat interkom
Alexander group yang tak lain adalah perusahaan keluarga divon bergerak dibidang properti, sedangkan Agra group adalah perusahaan yang memproduksi barang elektronik tercanggih di dunia. sudah stengah tahun ini keluarga Agra dan Alexander melakukan kerja sama.
"Siap pak..."ucap Sabrina
Saat jam kerja Sabrina akan memanggil Marcell layaknya atasan dan bawahan.
*****
Alexander group
"Ra, kamu tolong siapkan bahan meeting kita segera.."ucap divon pada sekretaris yang bernama Rara yang berada didepannya.
"Siap pak.."
Rara, adalah sekretaris yang disiapkan papanya ..umurnya hanya beda dua tahun diatas divon. Awalnya divon keberatan, karna dirinya hanya ingin sekretaris pria saja tapi papanya meyakinkannya bahwa Rara sudah terlatih dan bener saja setelah sebulan divon memegang perusahaan, divon bisa melihat gadis itu sangat gesit, pintar, mudah beradaptasi dan pandai mengemukakan pendapat dan ide bahkan tak jarang rara mewakili divon berbicara jika bossnya terlihat kurang puas dengan proposal yang diajukan kliennya yang akan bekerja sama dengan perusahaanya.
*****
Ruang meeting
Saat ini meeting sedang berlangsung, ada lima perusahaan yang terlibat dalam meeting kali ini yang nantinya akan dipilih untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan Alexandre dan Agra yang sebelumnya divon dan marcell lah yang memilki ide untuk proyek mereka kali ini dan memberikan kesempatan pada perusahaan lainnya untuk bekerja sama.
*Sebenarnya aku gk tau guys bahass tentang kerja sama perusahaan, aku hanya asal-asalan aja, maklum lah ..novel pertama๐
Selama meeting berlangsung sesekali pandangan divon tertuju pada Sabrina yang asik mengobrol dengan Marcell. Divon tidak sadar kalo tangannya sudah terkepal sangat kuat melihat pandangan didepannya.
Posisi mereka saat ini adalah saling berhadapan, divon dan sekretarisnya berada disebelah kanan, dan Marcell bersama berlina diseblah kiri. Mereka duduk hanya dibatasi meja didepan mereka dan disamping depan mereka seseorang telah mempresentasikan ide dari perusahaanya.
author bilek ribet dahh
seperti ini visual meeting roomnya ๐
Padahal sabrina dan marcell hanya bercakap saja tentang poin-poin dari presentasi kliennya..tapi divon menganggapnya lain.
Setelah mendapatkan kesepakatan, maka terpilih lah satu dari kelima perusahaan yang ikut dalam meeting kali ini. Sedangkan perusahaan yang gagal, segera meninggalkan ruang meeting.
"Terima kasih tuan Marcell dan tuan divon telah memilih perusahaan kami, kami akan bekerja keras agar proyek ini bisa berjalan dengan lancar.." ucapnya sambil mengulurkan tangan ke Marcell lalu ke divon
Marcell membalas uluran tangan rekan bisnisnya begitupun divon..
"sama-sama tuan..."
*****
Cafetaria
Disinilah mereka berempat sekarang. Setelah meeting tadi, mereka langsung menuju ke cafe yang berada disamping perusahaan Alexander. Corp untuk sekedar ngobrol ringan.
Asik dengan obrolannya, ketiga sahabat ini gk menyadari jika ada satu orang lagi yang sejak mereka tiba dicafe hanya duduk diam mendengarkan canda tawa mereka bertiga.
Barulah saat wanita ini berdehem, ketiga orang yang asik tadi seketika mengalihkan pandangannya ke wanita tersebut.
"Eh maaf Ra." Ucap divon yg merasa tidak enak hati kepada sekretarisnya yang dia abaikan. Padahal niat hati mengajak sekretarisnya untuk membuat berlina cemburu eh malah terbawa suasana dengan obrolan berlina dan marcell.
Maklumlah, mereka memang sudah jarang bercanda tawa tapi sekalinya bertemu, orang lain disekitarnya dianggap seperti patung.
" gk pa-pa pak..saya hanya ingin izin ketoilet." Setelah mendapatkan anggukan dari bosnya, barulah rara langsung berdiri dan menuju ketoilet.
Tinggallah mereka bertiga, melanjutkan obrolan mereka yang sempat tertunda tadi.
Rara yang tadi hanya menjadi pendengar bisa melihat tatapan bossnya yang diberikan pada berlina, tatapan memuja, dan penuh cinta. Rara bisa melihat itu sebab Rara duduk disamping berlina yang saling berhadapan dengan divon.
"Sejak kapan kau punya sekretaris perempuan." tanya marcell pada divon yang duduk disampingnya, bukan tanpa alasan marcell bertanya seperti itu, Karna dia tau bahwa temannya ini sangat tidak suka jika ada perempuan lain yg berada didekatnya hanya berlina saja yang boleh.
Sebelum menjawab pertanyaan marcell, divon melirik sekelas ke arah berlina yang hanya diam menunggu kelanjutan obrolan kedua pria didepannya.
Entahlah apa yang dipikirkan gadis itu, padahal daritadi dirinya menunjukkan wajah yang ceria tetapi saat mendengar pertanyaan marcell, gadis itu seketika diam.
"Sejak aku masuk keperusahaan papa."jawabnya santai sambil menyesap kopi yang dipesan tadi.
" Sepertinya kalian cukup dekat." Perkataan tiba-tiba Marcell membuat divon mengepalkan tangannya diatas meja, sepertinya marcell memiliki niat terselubung dari ucapannya. Meskipun tdk, tapi divon tetap tidak suka.
Ya, sejak kedekatan marcell dan berlina...divon mulai berpikir buruk terhadap marcell jika mereka sedang berkumpul bertiga.
Lain halnya dengan berlina yang malah semakin diam, bahkan sampai melamun.. marcell yang menyadarinya pun mengatakan sesuatu .
"Berlina, kamu kenapa?". Pertanyaan marcell mengalihkan perhatian divon yang sejak tadi mengepalkan tangannya dan menahan marah.
Hening
"Berlina." Panggil marcell sekali lagi karna panggilan pertamanya tadi tidak digubris oleh berlina
"Berlina."kali ini divon yang memanggil dengan memegang satu tangan Berlina yang berada diatas meja dan tindakan divon justru membuat berlina terkejut dan segera melepaskan tangannya dari divon. Divon yang melihat reaksi berlina juga sama terkejutnya..divon tidak menyangka reaksi berlina bisa seperti itu, dan divon tidak menyukainya.
Ada apa ini! Perkataan marcell tadi saja sudah membuatnya marah dan sekarang reaksi berlina hanya karna divon memegang tangannya..membuat divon terkejut dan juga marah.
Apa mereka berhubungan diam-diam dibelakangnya? Pikir divon
Tapi kenapa memangnya? Bukan kah dirinya sudah siap jika mereka bener-bener memiliki hubungan lebih.
arrrghhhh. Batin divon berteriak frustasi
Berlina yang menyadari ekspresi marah divon segera mengatakan sesuatu.
"Maaf, aku gk bermaksud un-
"Sudahlah, aku mengerti." Sela divon setelah menetralkan emosinya yang sejak tadi ditahan.
Marcell yang ingin berbicara pun harus menelan kembali kata-katanya karna melihat Rara yang sedang berjalan menuju ketempat mereka.
"Maaf, agak lama..tadi setelah ke toilet saya sedang mendapatkan telpon dari tuan besar." Ucap rara menjelaskan..dirinya tdk enak hati karna mungkin ketiga orang didepannya menunggu dirinya sejak tadi untuk kembali lagi kekantor tapi ternyata pikiran Rara salah, malah keadaan didepannya saat ini sangat menegangkan bukan Karna dirinya tapi tentang sesuatu. Tapi apa?Sepertinya sudah terjadi sesuatu..pikir rara
"Aneh! Pdhl mereka tadi terlihat sangat bahagia, tapi... ada apa ini?" Batin Rara, bertanya-tanya.
"Kita balik ra" Ucap divon pd sekertarisnya, lalu berdiri dari duduknya dan pergi begitu saja meninggal ketiga orang yang hanya menatapnya heran Rara yang sudah melihat bossnya sedikit menjuh pun..tersadar dan ikut melangkah mengikuti divon tapi sebelum beranjak, Rara pamit kepada dua orang yang masih duduk diam melihat divon yang sudah membuka pintu cafe.
"Ehmm Pak marcell dan nona saya pamit balik kekantor." Ucapnya dengan hati-hati dan dibalas anggukan oleh marcell sedangkan berlina masih tidak lepas pandangannya ke divon menatapnya dengan raut muka yang sedih.
Setelah Rara dan divon sudah hilang dari pandangan mereka, marcell mencoba berbicara pada berlina.
"Berlina." Panggil marcell dengan lembut. Dirinya tau kalo saat ini, gadis didepannya tidak baik-baik saja. Dirinya merutuki kebodohannya. Kalo saja dia tidak memulainya, mereka tidak akan berakhir seperti ini...ya,.marcell menyadari bahwa perkataanya tadilah yang membuat berlina diam. Selain karna rasa penasarannya kepada divon yang tiba-tiba mempunyai sekretaris perempuan.. dia juga ingin memastikan bahwa apakah benar berlina juga menyukai divon selain sebagai sahabat, makanya Marcell memulai memancing pertanya seputar gadis lain.
Semenjak kenal dengan berlina dan juga seringnya mereka bertemu, Marcell menyadari jika perhatian berlina melebihi dari sahabat pada divon dan divon tidak menyadari itu..mungkin karna divon mengenal berlina sejak kecil dan perlakuan berlina padanya hanya karna mereka bersahabat. Dan saat marcell sudah menemukan jawabannya pd diri berlina, dirinya tidak menyangka akan jadi seperti ini.
"Aku ingin pulang Cell." Pinta berlina dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Marcell yang melihat pun tak tega akhirnya mereka memutuskan untuk pulang.
Visual Rara (24 thn) berkebangsaan prancis
...๐ผ๐ผ๐ผ...
Hi guys, maaf ya aku baru balik. Sebenarnya setelah aku up satu part itu, aku tiba-tiba disuruh pulang kampung dan dua hari berada disana hp ku tiba-tiba mati..dan pas dikasih nyalah mala te-restart sendiri..aku kaget dong. Kalo dah gitu file aku hilang semua. Sdhlah! gk mood lagi aku ditambah sudah mau dekat ujian jadi konsentrasi kesana dulu..pendidikan nomor satu ya..hehhe malah curhat aku๐๐
Jangan lupa seperti biase
Like, comment, vote n giftnya biar aku tambah semangat buat update๐ค๐