
"cari tau tentang identitas gadis itu."titahnya pada Mark,dan langsung berbalik melangkah kembali masuk kedalam cafe.
"Baik tuan."jawabnya.
Baru saja dia mau melangkah mengikuti tuannya tapi diurungkan karena melihat tatapan tajam tuannya.
"Kali ini saya maafkan keterlambatan mu , tapi lain kali kau melakukan hal yang sama,tunggu hukumanmu " tegasnya dan langsung masuk setelah pintu cafe terbuka otomatis.
Mark menelan ludahnya dengan susah mendengar ucapan tuan mudanya, walopun tampang dan sifatnya lebih dingin dan datar, tapi dia juga merasakan ketakutan jika bossnya sudah mengeluarkan aura mafianya.
*****
"Huh.. akhirnya bisa duduk dengan bener." grey mengatakannya dengan perasaan legah saat sudah sampai diapartemenya, dia lelah karena berdiri terlalu lama tadi akibat pria tua yang ditemuinya dan juga lelah mengayunkan sepedanya lumayan jauh.
Hari ini adalah hari yang menguras tenaga dan pikirannya.
pikirannya, membawanya mengingat keadaan panti beberapa hari yang lalu.
Ya, beberapa hari lalu sebelum Laura datang, grey pernah berkunjung ke panti asuhan untuk sekedar melepas rindu dengan anak-anak panti lainnya. Saat berada disana, dirinya terkejut saat mengetahui panti ini akan dirubuhkan.
Dia bingung, dari mana mendapatkan uang untuk membantu ibu panti dan anak-anak yang akan diusir dari panti asuhan karena orang yang mempunyai tanah itu akan membangun hotel.
Mau bantu tapi gimana, uang tabungannya pun tidak cukup untuk membantu mereka mempertahankan panti asuhan yang mereka tinggali selama ini. Sebenarnya yang punya tanah pun sudah memberikan mereka uang dengan nominal cukup banyak untuk mencari tempat tinggal, tapi mereka menolak mentah-mentah karena sudah merasa nyaman dan banyak kenangan yang mereka lalui, dan penolakan mereka diterima asalkan mereka sanggup membayar nominal yang ditetapkan tuan rumah. Dengan yakinnya mereka akan menyanggupi dan diberi waktu selama 2 Minggu.
Kalau mereka tidak bisa membayar dalam waktu dua Minggu, jika cara baik mereka tidak terima..terpaksa dengan cara kasar, mereka akan diusir.
"Ck..mereka bener-bener tidak punya hati."gumamnya mengeram kesal.
"Siapa yang tidak punya hati."tanyanya tiba-tiba dibelakang grey yang sedang duduk, membuat grey terlonjak kaget dari tempat duduknya.
"Astagaaa LAURA."teriak grey saat tau siapa yang membuatnya kaget sedangkan Laura hanya menampilkan wajah tak bersalahnya.
"Astaga grey, gak usah teriak juga kali, bisa budeg nih kuping."ucapnya menyebalkan sambil menunjuk telingnya, setelah mengatakan itu Laura langsung duduk disebelah grey.
Grey yang melihatnya terlihat dongkol akan sikap menyebalkan sahabatnya.
"Udah, gak usah liatin aku segitunya. Aku tau ,aku cantik."dengan pedenya Laura memuji dirinya.
"Iss cantikan juga aku."ucap grey tidak mau kalah sambil menyandarkan diri kesandaran sofa
"Ngomong-ngomong siapa tadi yang kau katakan gak punya hati ."tanyanya yang mengingat gumaman grey tadi.
"Orang yang punya panti asuhan."jawab grey
"Emang dia kenapa."
Grey mengembuskan nafasnya kasar sebelum menjawab pertanyaan Laura.
"Dia akan mengusir mereka keluar dari panti kalau uang yang mereka minta tidak bisa kamu berikan"
"Ya Tuhan, bener-bener tuh orang gak punya hati."kesel Laura yang membenarkan ucapan grey
"Tapi-
"Tapi apa."desak Laura
"Tapi mereka sebelumnya sudah meminta mereka keluar dengan cara baik dan juga memberi ibu panti uang yang lumayan banyak untuk mereka mencari tempat tinggal, tapi mereka menolaknya."lanjutnya meneruskan ucapan sepotongnya tadi.
Laura gak habis pikir dengan mereka, disuruh pergi baik-baik gak mau malahan diberi uang tapi tetap ditolak.
"Mau gmn lagi, mereka sudah sangat nyaman dipanti itu, ada banyak kenangan sedih , bahagia ,susah, dan senang yang aku dan mereka pernah ciptakan."lirih grey yang mengingat kenangannya selama dipanti itu. Dia juga kalau masih tinggal disitu akan menolak keras tapi sekarang perasaannya saat meninggalkan panti asuhan itu sudah terlihat baik-baik saja padahal dulu dirinya sangat berat untuk pergi tapi untung saja keinginannya untuk menjadi gadis mandiri kuat . hanya saja saat ini, dirinya merasa kasihan dengan anak-anak panti dan ibu panti.
Grey tidak bisa membayangkan perasaan anak-anak panti saat ini.
"Tapi setidaknya mereka mengusir kalian dengan baik-baik tanpa kalian yang akan membayar untuk mengambil panti itu, apalagi kalian juga pergi gak dengan tangan kosong kan."ujar Laura mencoba memberikan pengertian pada grey.
"Awalnya sih, aku berpikir untuk membujuk ibu panti untuk menerima niat baik pemilik panti asuhan, tapi..tapi aku gak sampe hati mematahkan keinginan mereka untuk mempertahankan tempat tinggal mereka."ucap grey dengan wajah yang sendu.
Laura mengambil tangan grey lalu mengenggamnya. "Grey, kalau kalian berat meninggalkan panti itu karena kenangan yang kalian ciptakan, kalian bisa membuatnya lagi ditempat dan suasana yang baru , yang penting kalian tetap bersama." Ucap Laura dengan bijak.
Grey terdiam mendengarkan perkataan bijak Laura, memang bener yang diucapkan Laura, tapi entahlah kenapa sangat berat untuk melakukannya.
"Begini saja, gimana kalau besok kamu datang bersama ibu panti ke tuan rumah itu untuk menerima niat baik mereka yang menyuruh kalian pergi dengan baik-baik dan uang yang kalian terima bisa kalian gunakan untuk membeli rumah yang bisa menampung anak-anak panti."niat Laura baik,.menjelaskannya agar mereka keluar tidak kekurangan jika sampai diusir. "emang tinggal berapa hari lagi, tawaran mereka pada kalian."
"Dua hari."jawab grey
"Nah, masih bisa tuh kalian bicarakan baik-baik." Dengan atusiasnya berkata, yang mana membuat grey terkekeh melihat tingkah temannya.
"btw..bukannya kamu akan menginap beberapa hari,"tanya grey yang mengingat bahwa kemarin Laura minta izin untuk tinggal dirumah kekasihnya beberapa hari tapi hari ini dia melihat sahabatnya pulang cepat
"hmm batal, dianya tiba-tiba disuruh bekerja lagi."kesel laura sedangkan grey tertawa bahagia melihat tampang galau sahabatnya.
"ck .kamu bahagia diatas penderitaan sahabat sendiri." yang mana membuat grey semakin tertawa, sedangkan Laura menatap tajam sahabatnya itu.
grey mencoba menetralkan ketawanya lalu bertanya"Pulang sendiri?"
"Gak, diantar kekasihku dong."ucapnya dengan manaik turunkan alisnya berharap grey cemburu.
" Ck..Dasar manja".decak grey sambil berdiri dari duduknya berjalan menuju kamarnya
"Biarin, dasar jomblo."ledeknya
Grey yang sudah memegang ensel pintu kamarnya, berbalik lalu mengatakan sesuatu yang membuat Laura kesel.
Dengan muka menyebalkannya, grey berkata "biarin jomblo, dari pada kamu status pacaran tapi masih LDR-an, ketemunya aja setelah berbulan-bulan terus ditinggal lagi, ujung-ujungnya pacarannya dengan hp, jadi mending sendiri, gak pusing..wlekk." setelah mengatakan itu grey langsung menutup pintu kamarnya dan tertawa terbahak-bahak .
Laura mengeram kesel mendengar ledekan grey.
Sedangkan didalam kamar mandi grey bersorak kemenanggan setelah dia bisa membalaskan ledekan Laura padanya beberapa hari lalu.
Laura Smith (18 thn) ,gadis blasteran dari campuran Amerika dan turki
...🌼🌼🌼...
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian.
Like , comment, vote n gift biar aku tambah semangat updatenya 🤗 😘
terimakasih💞