My Beloved DADDY

My Beloved DADDY
faktanya (?)



" kau sangat dermawan memberikan nyawamu kepada saya" ejek Marcell.


Divon yang sedari tadi menunduk, memberanikan dirinya untuk menatap Marcell. Dirinya tidak terima dengan perkataan Marcell yang seperti mengejeknya.


"Apa perkataanku ada menyinggung mu?". Ucap Marcell ketika melihat mata divon yang menatapnya dengan tajam.


Jika saja dirinya tidak diikat, sdh dipastikan divon akan melawan Marcell dengan sisa tenaganya, meski dirinya tau akan berakhir ditangan Marcell tapi setidaknya dia sdh memberikan satu pukulan buat ketua mafia black dragon..itu cukup baginya untuk menyentuh tubuh Marcell yg sangat susah musuh menjangkaunya.


" Kau orang pertama yang bisa membuat saya datang secara langsung".pujinya


Ya, selama menjadi mafia Marcell enggan dipusingkan untuk bertemu langsung musuhnya, dia mempercayakan semuanya kepada bawahannya atau lebih tepatnya orng kepercayaannya, jika dirinya turun langsung artinya orang itu sangat penting. Seperti sekarang ini.


Divon menatap sinis Marcell. "Tdk usah basa basi, aku tau apa yang kau inginkan". Marcell tergelak mendengarkan ucapan divon.


"Kau- ". Marcell menghentikan ucapan Mark dengan mengangkat tangan kirinya sedangkan tangan kanannya masih memegang pisau, dan disamping kakinya terletak air cuka seember.


"O HOOO, ternyata kau cerdik juga".ucap Marcell yang memainkan pisau ke wajah divon."hmmm kau tau, karna perbuatan kalian saya harus kehilangan orang yang sangat berharga".Marcell menjeda ucapannya, mencoba menetralkan rasa sesak didadanya. "bahkan..bahkan sampe sekarang saya gk tau dia masih hidup atau tidak".lirihnya


"Semua karna kalian". Teriak Marcell marah


"Hahhahahha". Divon merasa senang melihat penderitaan marcell. "Aakhhh". Marcell menusuk pipi divon sangat dalam.


mencoba menahan rasa sakit dipipinya, divon mengatakan sesuatu yg membuat Marcell bingung.


" Bukan kh itu sebanding dengan yang kau lakukan dulu?".


Marcell menyeritkan keningnya. "Apa maksudmu?". divon hanya diam. "apa maksud mu ha".sentak marcell


"Heh, ternyata menghilangkan nyawa seseorang bisa membuatmu lupa ya?".


"Kau-


"Berlina". Divon memotong ucapan Marcell


Melihat Marcell mematung setelah mengatakan nama seseorang dari masa lalunya, divon sadar bahwa Marcell tdk melupakan masa lalunya itu.


berlina. batin marcell


" mungkin selama ini memang kau melupakannya, bukan?".


" tapi bukan berarti kau tdk merasa bersalah atas apa yang kau lakukan padanya". bentak divon


"kau bahkan bisa hidup bahagia diatas kematiannya". teriak divon marah.


Divon tdk peduli lagi dengan rasa sakit dipipinya bahkan darah mengalir sangat deras, disisa-sisa tenaganya dia menyempatkan untuk meluapkan semua kemarahannya.


dan sedetik kemudian air matanya mengalir begitu saja.


"k-kau badjibgan". lirihnya "kau badjibgan Cell..kau badjibgan". teriaknya lagi.


Marcell yang sedari tadi diam mendengarkan kemarahan divon, juga tesulut emosi.


"apa yang kau tau ha?". Marcell menarik kerah baju divon "kau tdk tau kejadiann yang sebenarnya-. teriaknya. "apa kau melihat kejadiannya? apa kau berada di lokasi saat itu? apa kau melihatnya secara langsung?".cecar Marcell membuat divon terdiam dan memejamkan matanya.


"tdk bukan".sentak Marcell "kau..kau yang sebenarnya telah menghilangkan nyawanya".teriaknya marah.


Duarrr


divon terkejut mendengarkan ucapan marcell , yang ada dipikiran divon saat ini adalah aku?


*****


happy cafetaria


"waktunya makan siang" .seru grey merasa senang, karena memang sdh waktunya makan siang tapi karna banyak pembeli dia harus menahannya dulu.


teman-teman yang melihat grey sangat antusias hanya menggeleng kepala, mereka sdh terbiasa melihat grey kalo sdh menyangkut makanan. bahkan pernah waktu mereka banyak menerima orderan yang membuat mereka harus menahan lapar tapi ketika pekerjaan mereka selesai mereka hanya membuang nafas pertanda merasa legah tapi berbeda dengan grey. grey bahkan sampe menari-nari didepan mereka dan itu membuat mereka yang berada disitu hanya melongo melihat pemandangan langkah didunia pernovelan.


yang ada dipikiran mereka saat itu


untung cantik


"kamu gk makan sama kami grey?". tanya teman grey yang melihat grey sedang mengeluarkan sesuatu dari dlm tasnya.


"GK dulu ya guys". jawab grey yang sdh memperlihatkan bekal yang sdh dibawa tadi dari rumah, tapi karna makanannya dah dingin grey akan menghangatkannya di cafe.


mereka memang kadang keluar mencari makan bersama-sama tapi karna hari ini grey membawa bekal, bekal yang spesial, special dari sahabat tercinta.. Laura. jadi untuk hari ini grey libur


libur makan dengan mereka ya, bukan libur makan. bisa mati grey nanti 🙃.



Divon Alexander (35 thn)


...🌼🌼🌼...


Jangan lupa, tinggalkan jejak kalian


Tekan favorite biar masuk notif cinta dari aku😘


Vote, like, comment n gift biar authornya semangat up-nya🤗


Salam sayang


Fani