My Beloved DADDY

My Beloved DADDY
perasaan lain



"kamu."ucapnya sedikit terkejut karena melihat wajah pria dihadapannya yang sudah tidak memakai kaca mata lagi.


Marcell menyeritkan dahinya tanda tak mengerti dengan ekspresi terkejut gadis didepannya. Ada apa dengan wajahnya, pikirnya bingung.


"Kamu kan orang yang tidak bertanggung jawab saat itu." tudingnya dengan kesel


Sedangkan Marcell yang dituding oleh gadis yang sudah diketahui namanya adalah grey seketika tercengang. Apa-apaan gadis ini, pikir marcell.


Marcell merubah ekspresinya yang tadi tercengang kembali datar.


"Bukannya saat itu kamu yang salah."ucapnya tegas dan dingin. Grey merinding mendengarnya.


'apa orang ini berasal dari samudra Antartika' setelah mengatakan itu dalam hatinya ,grey terkekeh dengan ucapannya karena mengingat pinguin yang banyak hidup disamudra itu.. mungkin pria didepannya ini salah satu dari mereka yang menyamar jadi manusia hanya saja tidak keliatan imut jadinya.


"Kenapa kamu ketawa, ada yang lucu."tanya Marcell karena melihat grey ketawa padahal dirinya tidak sedang berkomedi.


Grey menetralkan perasaanya dengan cara berdehem, dia harus bersikap biasa saja didepan manusia datar seperti tembok dan ucapannya yang dingin seperti es balok.


"Ekhemm, ya tetap saja kamu juga harus bertanggung jaw-."


"Tanggung jawab apa."selanya memotong ucapan grey dan berjalan melangkah lebih dekat pada gadis didepannya.


Grey yang gugup pun, seketika memundurkan tubuhnya karena pria dihadapannya terus melangkah kearahnya hingga..


Buk


Tubuh grey bersandar pada mobil lain yang terparkir dibelakangnya.


"K-kau mau a-pa."ucap grey gugup sambil menyilangkan kedua tangan didadanya.


Marcell tersenyum miring, dia bisa melihat rona merah diwajah gadis didepannya, antara gugup dan malu karena disekitar mereka cukup ramai orang-orang yang melihat kelakuan mereka.


Marcell mendekatkan bibirnya ketelinga grey lalu berbisik "mau kamu."spontan grey mendorong pria itu karna ucapannya yang terkesan menggodanya.


"Dasar pria tua mesum." sentaknya dengan menatap tajam pria itu. Sedangkan Marcell terlihat kesal dengan ucapan grey yang mengatakannya tua dan mesum.


"Saya tidak tua hanya lebih dewasa dari mu."ucap Marcell dengan menekan kata-katanya.


"Tetap saja kamu tua dari ku."kekeh grey tidak mau kalah.


"Kau. "geram Marcell tidak terima tapi grey tidak peduli


"Sekarang ganti rugi." Grey masih kekeh bahwa dirinya tidak bersalah.


Marcell berdecak, gadis ini bener-bener tidak tau malu. "Atas dasar apa saya harus ganti rugi, bukannya kamu yang harus ganti rugi karena sudah menabrak mobilku dengan sepedamu itu."


"Atas dasar, karena mobil yang kamu tumpangi ngerem mendadak hingga aku terjatuh, dan aku kehilangan preman yang membawa tas ku waktu itu , padahal sedikit lagi aku akan mendapatkan mereka..ck."ucap grey dengan sekali tarikan nafas kemudian berdecak kesal.


Marcell yang mendengarkan ucapan grey, mengembuskan nafasnya denga kasar, dia harus extra bersabar menghadapi gadis keras kepala dan tidak tau malu ini.


"Supir saya nge-rem mendadak itu juga karena kamu yang tidak hati-hati, tau!." Marcell mencoba mengingatkan gadis itu bahwa dirinya yang salah


"Saya tau, tetap saja kau harus bertanggung jawab karena luka lecet ku, nih."grey menunjukkan bekas luka betisnya yang sudah mengering bahkan luka itu bisa dibilang luka ringan karena hanya tergores saja.


Entah alasan apa, grey kekeh dengan pendiriannya yang ingin meminta ganti rugi.


"Meskipun saya mengganti rugi karena luka yang tidak seberapa itu, itu tidak sebanding jika saya meminta rugi karena kamu sudah membuat mobil saya lecet." Ucap Marcell dengan sombongnya, dia juga tersenyum meremehkan karena setalah mendengar ucapannya, gadis itu seketika terdiam.


Bagaimana grey tidak terdiam, jika dipikir-pikir apa yang diucapkan Marcell adalah benar, karena grey dapat membandingkan luka yang didapat dengan mobil pria itu yang sangat mewah. Meskipun lecet pada mobil itu hanya tergores tapi bisa dipastikan , biaya perbaikannya pasti sangat mahal.


Grey kalah! Dia tidak bisa menyangkal lagi.


Mereka tidak sadar bahwa ada sejak awal mulai mereka cekcok,seseorang yang lumayan jauh dengan mereka sedang memperhatikan mereka yang diyakini orang itu bahwa mereka sedang bertengkar. Karena melihat dua orang itu saling diam dengan memandang satu sama lain dengan ekspresi berbeda, akhirnya dirinya berjalan menghampiri dua orang yang masih saling pandang itu.


"Tuan muda."ucapnya seketika mengalihkan pandangan mereka padanya.


"Heemm." dehemnya kemudian menatap lagi gadis didepannya. Sedangkan grey masih menatap pria asia yang memanggil pria tua didepannya dengan tuan muda. Ya, walopun pria Asia itu terlihat sama tuanya dengan pria menyebalkan didepannya.


"Ada yang bisa saya bantu." Tanyanya dengan sopan.


Sedangkan yang ditanya tidak merespon karena fokusnya masih pada gadis didepannya siapa lagi kalau bukan si cantik, grey.


Grey yang merasa tidak mendengar jawaban dari pria tua dan mesum itu, seketika mengalihkan pandangannya ke pria itu dan kemudian mata mereka bertemu.


Deg


Deg


hening! hanya suara jantung mereka yang merespon keheningan ini.


Pandangan kali ini bukan karena aura permusuhan, kekesalan dan semacamnya yang memicu pertengkaran seperti yang baru beberapa menit mereka lakukan.


Marcell merasakan perasaan berbeda dari perasaan saat pertama kali melihat grey ,seperti mengingatkannya bahwa dia pernah bertemu gadis itu sebelumnya. Tapi perasaan saat ini seperti lain, jantungnya berdegup sangat kencang, dia tidak pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya.


Ada apa dengan jantungnya?


Apakah dia terkena penyakit jantung?


Tidak mungkin! Dirinya sangat berhati-hati menjaga pola makan dan teratur berolahraga.


Marcell tidak sadar kalau dia sudah mengangkat salah satu tangannya dan menaroknya kedadanya.


"Tuan muda, anda kenapa."ucapnya khwatir karena melihat tuan mudanya memegang dadanya.


Marcell seketika tersadar, karena ucapan dari assitennya. Ya..dia adalah Mark yang sebelumnya diminta untuk datang kelokasi yang tuan mudanya katakan tadi.


Dia sedikit terlambat dari yang dia katakan pada tuannya, karena dirinya harus mengantarkan kekasihnya dulu ke apartemen sahabat kekasihnya yang selama ini gadisnya tinggali. Tapi untung saja saat dia tiba, tuannya sedang cekcok dengan seorang gadis yang entah siapa . Dan kemungkinan tuannya tidak akan menyadari bahwa dirinya terlambat. Sebenarnya tidak masalah juga tuannya mengetahui keterlambatannya, kemungkinan dimarahi itu tidak akan terjadi palingan hanya teguran, karena ini juga pertama kalinya dirinya tidak tepat waktu dan tuannya paling tidak suka dengan keterlambatan.


Sedangkan grey juga sama ,langsung tersadar. Dia juga merasa jantungnya berdegup sangat kencang. Tapi tidak sampe memegang dadanya. Secepat mungkin dia menetralkan perasaanya dan langsung pergi begitu saja meninggalkan kedua pria yang melihatnya dengan pandangan aneh.


...🌼🌼🌼...


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian.


Like , comment, vote n gift biar aku tambah semangat updatenya πŸ€— 😘


terimakasih πŸ’ž