My Beloved DADDY

My Beloved DADDY
Mama zoya



New York


Rumah yang seharusnya menjadi tempat pulang untuk menghabiskan waktu bersama keluarga dan mengistirahatkan tubuh dari semua tumpukan pekerjaan yang tidak ada habisnya, tapi tidak bagi pria dingin berwajah datar namun punya pesona yang sangat kuat ini..dirinya lebih banyak menghabiskan waktunya untuk tinggal diaperteman, dirinya enggan dipusingkan dengan pertanyaan-pertanyaan dari istrinya yang tidak penting itu. Dia akan pulang kerumah utama hanya karna ibunya datang berkunjung untuk melihat dirinya. Ya , sudah 3 tahun ibunya tinggal di Chicago tempat ayahnya lahir dan disitu pula ayahnya dimakamkan. Ayahnya meninggal karna serangan jantung, seminggu setelah kepergian ayahnya, ibunya meminta untuk menetap di Chicago dengan alasan tidak ingin meninggalkan suaminya sendirian, dia ingin setiap hari datang ke makam suaminya untuk melepas rindu.


Tidak ingin membuat ibunya jatuh sakit karena sikapnya yang selalu mengabaikan istrinya, dengan berat hati pria ini menuruti keinginan ibunya untuk pulang sebagai bentuk menghormati orang tua, meski kadang dirinya harus bersikap acuh atas sikap ibunya yang selalu mau mengikuti apa kata istrinya. Pria ini bukannya tidak tau kalau istrinya lah yang selalu menghasut ibunya untuk membawanya pulang kerumah utama. Tapi dirinya hanya diam, menunggu waktu sampe ibunya bisa menyadari sendiri gimana sebenarnya sikap menantu yang dibangga-banggakan itu.


"Sampai kapan kau harus bersikap seperti itu pada istrimu sendiri."sentak wanita paruh baya marah kepada anak satu-satunya itu yang sangat jarang pulang. Ya, dia tau anaknya jarang pulang dari maid dirumahnya yang memang ditugaskan untuk memberi informasi apa saja yang dilakukan anak dan menantunya.


" Istri?"tanya pria itu. "Apa pantas seorang wanita dikatakan istri kalau tugasnya saja hanya berkeliaran diluar sana?" Ucapnya dengan dingin dengan matanya mengarah ke istrinya yang sejak tadi hanya diam mendengarkannya berbicara dengan ibunya.


Jelas sekali kalau istrinya itu merasa was was atas perkataanya tadi dan juga reaksi ibunya yang seperti tdk percaya dengan perkataanya.


"Apa maksudmu?". Tanya ibunya


"Tanyakan saja pada menantumu itu." Ucapnya


Ibunya beralih menatap menantunya yang berada disampingnya sejak tadi. Bukannya dia tdk tau apa profesi menantunya, tapi sebisa mungkin dia memakluminya Karena mmng resiko dari pekerjaannya seperti itu hanya saja perkataan anaknya seperti menuntunnya untuk mendengar jawaban langsung dari menantunya.


" Apa yang dikatakan Marcell bener?". Tanyanya kepada menantunya.


"Bu- bukan begitu mah". Ucapnya terbata karna tidak ingin mertuanya tidak mempercayainya lagi. "Mama tau kan kalau aku sangat sibuk sebagai model aku harus profesional" ujarnya menjelaskan


Mama Marcell hanya diam, karna memang dirinya sudah tau bagaimana pekerjaan seorang model karna dirinya adalah mantan model.


" Tapi bukan berarti kau harus mengabaikan tugasmu sebagai istri viona". Ucapnya menasehati menantunya. "Apalagi kau sampe berkeliaran tidak jelas diluar sa- eh apa kau tidak langsung pulang saat pekerjaanmu selesai? Tanyanya yang baru saja teringat perkataan anaknya yang mengatakan menantunya berkeliaran tapi berkeliaran apa?


Marcell tersenyum miring, karna perkataannya tadi masih diingat oleh ibunya padahal tadi dirinya meyakini kalau ibunya sudah lupa.


Sedangkan Viona gelagapan ,dirinya harus memutar otak untuk memberikan alasan yang masuk akal lagi.


"Jawab viona" sentaknya lagi karna melihat menantunya yang hanya diam seperti memikirkan sesuatu.


" I-iya mah" jawabnya " tapi aku hanya nongkrong sebentar saja dengan teman-teman ku, aku hanya merasa kesepian karna Marcell juga jarang pulang". Selanya cepat ketika melihat ibu mertuanya ingin berbicara.


Marcel hanya diam dengan muka temboknya mendengar kan jawaban istrinya. Padahal dalam hatinya, ingin sekali menampar viona yang sudah berani menjawab dengan membawa namanya. Meski tidak dipungkiri kalau dia juga andil dalam sikap viona tapi dirinya juga punya alasan kenapa dirinya jarang pulang kerumah.


Mama Marcell hanya menghela napas panjang mendengar jawaban menantunya. Dirinya yang harusnya datang berkunjung untuk melepas rindu dengan anak dan menantunya malah harus turun tangan untuk masalah rumah tangga mereka.


Gimana mau punya anak, kami saja tidak pernah melakukannya. Batin viona geram mengingat sudah berbagai cara dia lakukan agar bisa bercinta dengan suaminya tapi reaksi Marcell biasa saja saat dirinya dengan sengaja memakai baju saringan tahu, viona sempat berpikir kalo Marcell tidak tertarik dengan wanita bahkan viona pernah memberikan obat perangsang agar milik Marcell on dan itu berhasil tapi malah tindakan Marcell membuatnya marah.


Bagaimana tidak marah kalau saat Marcell mulai terangsang, Marcell malah menguncinya dikamar dan Marcell pergi meninggalkannya ..entah kemana Karna saat itu viona bisa melihat dari balkon kamarnya Marcel pergi dengan mengendarai motor sportnya dengan melaju kencang. Viona berpikir kalau Marcell mencari wanita bayaran untuk meredahkan pengaruh obat lucknut tersebut.


"Apa kau memang sengaja menunda kehamilanmu viona?"


Viona yang ditanya, malah melihat suaminya yang juga sedang melihatnya dengan tajam seperti mengatakan untuk tidak menjawab.


Kalo viona jujur bilang dirinya tidak pernah disentuh Marcell, harga dirinya akan jatuh diimata mama mertuanya..secara dia adalah model terkenal dengan body yang sangat SEXY tapi tidak bisa membuat suaminya bergairah.


"Tidak mah". Jawaban viona malah semakin membuat Marcell menatapnya dengan tajam. Tapi viona yang pura-pura tidak melihatnya berusaha bersikap biasa saja.


"Lalu kenapa?".


Ini lah yang dimaksud Marcell agar viona tidak menjawab pertanyaan mamanya Karena viona menjawab tdk atau iya, pasti pertanyaan mamanya selanjutnya akan sama... kenapa


" Aku lelah". Sela marcell dan melangkahkan kakinya menuju kamarnya. Ya, untuk sementara dia terpaksa harus sekamar lagi dengan viona karna mamanya. Zoya gk tau kalo semenjak menikah Marcell dan viona tidak tidur seranjang hanya berada dikamar yang sama.


Jika viona yang berada di ranjang, maka Marcell lah yang tidur disofa. Marcell bukannya peduli , hanya saja dia masih mempunyai hati nurani untuk memperlakukan wanita seperti apa.


"Mah aku mau menyusul Marcell ke kamar" pamit viona, karna ingin menghindari pertanyaan Zoya.


Lagi-lagi Zoya hanya menghela napasnya melihat kelakuan anak dan menantunya.


...🌼🌼🌼...


jangan lupa tinggalkan jejak kalian


tekan favorite, biar masuk notif cinta dari aku 😘


vote, like, comment n gift biar authornya sangat buat update


salam sayang


fani