My Beloved DADDY

My Beloved DADDY
kekesalan grey



Ceklek


Marcell hanya menatap datar kamarnya yang sudah sangat jarang dirinya tempati, tidak banyak yang berubah hanya saja dia harus berbagi tempat dengan orang lain, dan orang itu adalah istrinya sendiri.


Pernikahan yang sama sekali tidak dia inginkan hanya karna sebuah janji antara orang tuanya dan orang tua viona lakukan dimasa lalu..sehingga dirinya harus terpaksa menerima perjodohan ini.


Bukan Karna sebuah perjodohan dirinya menyetujui, tapi karna keadaan papanya lah dia terpaksa mengabulkannya. Papanya ingin melihat anak satu"nya menikah sebelum penyakitnya tambah parah , walaupun dia tau tindakannya salah untuk memaksa anaknya menikah dengan wanita yang tidak dicintai tapi sebagai pria yang bertanggung jawab dirinya harus menetapi janjinya kepada orang tua viona yang tak lain adalah sahabatnya. Dia juga meyakini bahwa cinta akan hadir seiringnya waktu kebersamaan mereka.


Diluar sana orang-orang akan berpikir bahwa mereka adalah pasangan yang sangat serasi, dan saling mencintai. Seorang CEO perusahaan besar nomor satu di Amerika dan seorang model terkenal yang memiliki paras cantik asia dan body bak gitar spanyol.Tak jarang mereka berwara Wiri dilayar kaca. Jika MARCELL LAURENSIUS AGRA berwara Wiri dengan prestasinya didunia bisnis , berbeda dengan VIONA AGATHA LEONARDO yang tampil sebagai model iklan beberapa produk yang dipasarkan.


Sudah beberapa kali dirinya meminta cerai, tapi alasan mamanya selalu membuat dirinya tidak bisa menolak. Dia hanya pasrah menjalani saja apa yang sudah ditakdirkan kepadanya.


Asik melamun dibalkon kamarnya ,dia tidak sadar jika seseorang sedang berjalan mendekatinya.


"Kamu sedang apa sayang". Viona melingkarkan tangannya kepinggang Marcell yang sontak saja membuat Marcell terkejut dan sedetik kemudian Marcell melepaskannya dengan kasar.


Berbalik dan menatap tajam viona yang sudah lancang menyentuh tubuhnya. "Apa yang kau lakukan?". Ucapnya marah dengan suara yang sangat rendah. "Jangan hanya karna mamaku ada disini, kau bersikap seenaknya". Sambungnya


Entah kenapa Marcell sangat anti disentuh oleh viona bukan hanya istrinya tapi juga wanita-wanita lain yang mencoba mendekatinya.


Viona yang melihat kemarahan Marcell , menelan ludahnya kasar. Viona berpikir jika mertuanya disini, Marcell akan bersikap baik padanya tapi pemikirannya salah .


"Bersikaplah seperti biasanya". Setelah mengatakan itu Marcell pergi ke kemar mandi dan bersiap untuk istirahat meninggalkan viona yang berdiri mematung.


Viona yang mendengar perkataan Marcell hanya diam dengan mengepalkan erat tangganya.


"Lihat saja, akan aku buktikan kau akan menjadi milik ku seutuhnya " gumamnya geram karna perilaku Marcell padanya.


*****


"Iya, Laura bakal baik-baik disini" ucapnya pada seseorang disebrang telpon yg tidak lain adalah papanya


"...."


"...."


" Iya pah, sampai ketemu lagi" setelah memutuskan telponnya , Laura beralih pd grey yang duduk dipinggir ranjang , sedari tadi mendengarkan berbicara dengan papanya.


"Gimana rasanya punya papa?" Pertanyaan grey membuat Laura menatapnya dengan sedih. Selama ini laura hanya tau grey adalah anak yatim piatu. Ya mmng karna grey berasal dari panti asuhan, tapi kejadian sebenarnya tidak ada yg tau, hanya saja grey dan ibu panti meyakini kalau grey masih mempunyai keluarga tapi entah dimana mereka, selama ini ibu panti sudah berusaha mencari keberadaan orang tua kandung grey bahkan melibatkan pemilik panti yang juga punya pengaruh dinegaranya tapi hasilnya nihil , mereka seperti berada di negara berbeda, pikirnya. Grey juga sudah tidak mempedulikan hal itu , dia hanya pasrah dengan takdirnya dan yakin kalau keluarga kandungnya juga mencarinya hanya saja takdir belum mempertemukan mereka.


Duduk disamping grey "Rasanya, ya seperti yang kamu lihat".


"Hmmm bener, bahkan kamu terlihat sangat bahagia meski hanya mempunyai satu orang tua". Ucapnya sendu, meski begitu grey tetap tersenyum untuk menyembunyikan rasa cemburunya pada sahabatnya.


Laura mengenggam tangan grey. "Kalau kamu mau, kamu bisa kok anggap papaku sebagai papamu". Ucapnya dengan senyum berharap grey tidak sedih lagi.


"Emang om Robert mau punya anak gadis lagi?". Candanya dengan kekehan


"Pasti, apalagi kalau anak gadisnya sangat cantik".godanya dan grey hanya menanggapi dengan wajah sombongnya.


"Iss baru dibilang cantik aja, dah sombong. Itu baru aku yang ngomong , kalau dah orang lain-". Ucapnya tergantung dan berdiri dari posisi duduknya. " dah digeprek kamu kalau perlu diulek-ulek". Sambungnya lalu berlari keluar dari kamar menuju kamar mandi dan tertawa sangat keras


"Yakkk! LAURA SMITH" teriaknya kesel. Apaan coba, memangnya aku ayam apa, pikirnya. Laura yang mendengar teriakan grey, semakin tertawa terbahak-bahak. Tidak ingin ,mendengar Laura yang semakin membuatnya jengkel, grey pun mengambil posisi untuk tidur...dan berharap akan ada pangeran yang akan mampir dimimpinya.


...🌼🌼🌼...


jangan lupa, tinggalkan jejak kalian


tekan favorite, biar dapat notif cinta dari aku😘


vote, like, comment n gift biar authornya semangat buat update🤗


salam sayang


fani