
Bab 9 Melarikan diri
" nyonya, nyonya kenapa " kata pengemudi yang diberhentikan lastri
" tolong saya pak, hidup saya dan anak saya dalam bahaya , tolong pak saya akan membayar nya dengan cincin emas saya " mengibah sambil menagiss
" masukk nyonya, masukk " laki laki separuh baya itu menyuruh kedua wanita itu masuk ke dalam mobil nya
" terimakasih pakkk " lastri dan Aurellia langsung masuk " tolong pak ayo maju langsung " kata nya memohon lagi
" baik nyonyaa " jawab laki laki baik hati itu " tapi kalian mau kemana ? " tanya lagi
" tolong tuan bawa kami ketempat yang jauh dari daerah ini , tempat sunyi yang tidak ada hingar binggar perkotaan, saya mohon tuan, nanti saya akan cerita kan semua " kata lastri yang terus memohon
" baik lah nyonya " timpah laki laki separuh baya itu
Sedangkan ilham dan anak buah mbah karno yang melihat lastri dan Aurellia masuk ke dalam mobil mengikuti mobil tersebut dengan mobil yang diberi kan majikan nya , tapi setengah perjalanan mereka kehilangan jejak kedua wanita itu .
" Sialllllll di mana merekaaaa? " kata ilham
" mereka sudah tak terlihat lagi, kita kehilangan jejak " jawab salah satu anak buah mbah karno
" sialllllll...... Siallllll..... Bagaimana ini apa yang harus aku kata kan pada mbah karno " batin nya yang memaki diri nya sendiri
Sementara lastri dan Aurellia sudah pergi jauh meninggal kan kota yang telah membuat hidup mereka menderita .
" nyonya turun lah kita sudah sampai " kata pria separuh baya yang telah menumpang kan mereka mobil tersebut
" Terimakasih pakkk, sayang ayo turun " timpah lastri
Mereka bertiga pun turun di sebuah perdesaan yang sangat terpencil tapi begitu tenang dengan pepohonan yang hijau, air sungai yang menimbul kan suara yang menenagkan .
" Maaf pak kita ada di mana ? " tanya lastri
" kita ada di rumah ibu saya nyonya " jawab nya
" ibu bapak? " tanya nya lagi
" Ia nyonya, ini rumah peninggalan ibu saya, ibu saya sudah meninggal enam bulan yang lalu, dan sekarang rumah ini kosong , jadi nyonya dan anak nyonya bisa tinggal disini sampai kapan pun nyonya mau " jelas nya
" Haa, terimakasih pak, bapak sangat baik mau menolong kami, terimakasih sekali lagi pak " balas lastri sambil menangis karna terharu
" sudah lah bu, saya ikhlasss kok, nanti putri nyonya bisa bersekolah di sekolah terdekat di desa ini saya akan membiayai sekolah putri nyonya " timpah nya
" terimakasih banyak pak, bapak panggil saya lastri saja saya tidak enak dengan sebutan nyonya, dan sekali lagi terimakasih pak, bapak tak perlu membiaya sekolah putri saya , saya bisa berjualan pecal untuk membiaya sekolah putri saya, saya tidak mau terlalu merepot kan bapak " menolak
" Tidak apa apa bu lastri saya ikhlas dan ibu bisa jual pecal untuk biaya hidup kalian tapi saya akan tetap membiayai sekolah putri ibu, dia sangat lucu, saya juga memiliki putra seusia putri ibu jadi tidak usah sungkan ya bu saya iklas kok " timpah nya sambil tersenyum
" Baiklah pak terimakasih pakkk, terimakasih banyak, saya bersyukur saya bisa bertemu orang sebaik bapak " kata nya lagi sambil menagiss
" Iaaa sama sama, masuk lah bu, pasti kalian sudah sangat letih, saya juga mau pulang ke kota pasti putra dan istri saya menunggu saya dari tadin " timpah nya
" Oiaaa makasih ya pak, hati hati di jalan, titip salam pada istri dan putra bapak " jawab lastri
" Makasih bu, dan untuk kamu anak cantik belajar yang pintar yaaaa, " mengelus kepala Aurellia " Yaudah saya pamit dulu ya, assalamualaikum " pamit nya lalu masuk ke mobil dan langsung melajukan mobil nya dengan sangat cepat meninggal dua wanita itu yang sekarang sudah amat di rumah peninggalan ibu nya .
" Oiaaa ma, nama paman itu siapa? " tanya Aurellia
" Astagaaaa mama lupa sayang menayakan nya " timpah nya sambil menepuk kening
" paman itu baik ya ma, mau menolong kita dari kejaran ayah ilham dan anak buah pak karno truss memberikan kita tempat tinggal lalu membiayai sekolah Aurellia, jadi Aurellia bisa sekolah lagi dehhh yeee " kata nya merasa senang
" Wahhh ma rumah nya masih sangat bagus, bersih rapi dan wangi , pasti paman itu sangat kaya, nantik Aurellia akan belajar dengan giat biar bisa menjadi orang kaya seperti paman yang tadin, dan membuat mama bahagia " takjub melihat rumah yang lumayan mewah tapi tidak terlalu besar itu
" Iaaa sayanggg, mama bahagia kok asal bisa terus sama kamu " mencium kening putri nya itu
" Aurel bantu mama ya, biar aurel yang nyapu " pinta nya
" iaaa sayang, biar mama yang bersiin tempat tidur nya " mengiyakan kata putri nya itu
Mereka pun saling bantu membantu untuk memberes kan rumah yang lumayan mewah dan tidak terlalu besar itu yang di mana semua peralatan rumah sangat lengkap seperti ada kasur, sopa, tv, kompor , piring, gelas dan banyak lagi seperti rumah yang memiliki penghunin pada umum nya .
" Aduhhh aurel capek dan lapar ma " herang nya yang sudah lelah karna membantu ibu nya itu bereberes
" kamu lapar sayang, yaudah mama beli beras dulu ya ke warung yang dekat situ " timpah lastri
" Ia mama cepat yaaa "
" Ia sayanggg "
lastri pun pergi kewarung yang lumayan dekat dengan rumah itu, membeli beras, telur, mie instan dan bumbum lain yang di perlukan, setelah semua sudah di beli lastri pun pulang sambil membawa belanjaan nya
" Assalamualaikum " memberi salaam
" Walaikumsalam, mama sudah pulang, Aurellia bantu masak ya " pinta Aurellia
" bolehhh, ayokk kita langsung ke dapur , oia jangan lupa pintu nya di tutup dulu ya " mengganguk
" Oke ma " berjalan menutup pintu lalu mengikuti langka wanita yang telah melahir kan nya itu ke arah dapur
" Mari kita masak, kita masak mie instan sama telur aja ya sayang lebih cepat masak nya , kamu kan udah lapar bangat pasti ?!!!! " menayakan kepada putri nya itu
" Ia ma terserah mama, asal kita bisa makan sama sama teruss, Aurellia sayang sama mama " memeluk mama nya itu dari belakang
" Mama juga sayang sama Aurellia, yaudah kamu cuci piring nya ya, mama lihat sedikit berdebu biar mama yang masak mie nya " menunjukan piring yang akan di cuci
" siappp bossss " jawab nya sambil menaik kan tangan nya ke jidat nya
Akhir nya setelah lima belas menis memasak, masakan pun masak dan lastri pun meghidang kan makanan seadanya itu di meja makan yang sudah tersedia di rumah tersebut .
" Yeeee sudah masakkkkk " teriak Aurellia yang langsung berlari ke meja makan
" Ehhhh pelan pelannn, ini telur nya dan minum nya makan yang banyak ya sayang " sambil mengelus pucuk kepala putri nya itu
" Mama juga makan dong " kata nya yang melihat mama nya itu yang hanya memandangi nya makan sedari tadin
" Iaaa iaaaa "
Mereka pun makan dengan lahap nya walau hanya dengan makanan sederhana tapi mereka bahagia dan merasa begitu tenang menjalani hidup , setelah menghabis kan makan, mereka pun membersih kan semua nya dan berjalan menuju kamar untuk beristirahat karna mereka merasa begitu sangat lelah hari ini, merebah kan tubuh mereka di kasur yanhg sudah mereka bersih kan tadin lalu menutup mata dan tidak berapa lama mereka pun sudah berada di alam mimpi .
Jangan lupa klik tanda hati ya ❤, biar cerita " MRS. ARROGAN " jadi salah satu cerita favorite para pembaca yang manisss ini ♥♥♥
Hai pembaca novel " MRS. ARROGGAN " jangan lupa vote dan disukai ya 😊
BIAR AUHTOUR LEBIH SEMANGAT ♥
Dan jangan lupa juga follow IG aku ya " Mrs. Pui " ✨
BERSAMBUNG ........ 😉
-------------------------------------------------------------