MRS.ARROGGAN

MRS.ARROGGAN
32. JADI DIA PRIA ITU




JADI DIA PRIA ITU



Minggu ini adalah peetemuan antara pengantin pria dan wanita walau pun sang pria tau siapa yang akan ia nikahi tapi sang wanita tidak mengetahuinya, jadi hari ini akan membuat Aurellia terkejut dengan apa yang akan dilihatnya , semua sudah berkumpul saat nya menghadapkan dua pasang sejoli yang akan menikah minggu ini .


" Aurelia pekenalkan ini putra kami abrar Fadhlan pramudya yang akan menjadi suami mu " suara itu terdengar dengan merangkul seorang pria disampingnya


" Di.. Iii aaaaaa " Aurellia terkejut dengan dua bola mata terbelalak sempurna


" Iaaa dia abrar putra saya, apa kamu menggenalnya ?" Tanya pak rusli heran


" Tiiii tidak saya tidak mengenalnya "


Indra yang mendengar Aurellia mengatakan tidak mengenalnya menatap gadis itu dengan tajam sambil menaikkan kedua alisnya .


" Ia pa kita tidak saling kenal, jadi bolehkan kita berkenalan sekarang " kata indra yang masih menatap Aurellia sambil tertawa


" Dasar anak nakal jangan kau goda aurel nantik dia malu "


Semua tertawa mendengar perkataan pak rusli, kemudian kedua nya duduk dan kembali ketopik pembicaraan pernikahaaan yang diadakan minggu ini.


" Jadi dia pria yang akan dinikahkan dengan ku, pria kurang ajar, mesum dan tidak sopan, ya tuhan kenapa harus dia begitu banyak pria di dunia ini kenapa harus dia, kalau seperti ini aku bisa gila " batin Aurellia yang menangis di dalam hati nya


" Bagaimana kalau aurek dan indra bicara di taman biar kalian bisa saling kenal " ide pak rusli


" Ia benarrr " jawab buk lastri


" Tapi ma " menatap mamanya itu


" Pergilah cucu ku, biar kalian saling kenal " kakek dan nenek tersenyum ke arah aurelia membuat gadis itu tak bisa menolaknya


" Mari nyonya Aurellia " indra memegang tangan aurel


Aurel cuma tersenyum paksa didepan orang tua yang ada dihadapannya itu mau tak mau ia harus menuruti indra untuk membawanya .


" Lepaskan tangan ku " melepaskan tanggan nya dengan paksa " Sejak kapan kau tau? " tanya aurel serius


" Tau apa " jawab indra yang binggung


" Tau semua ini, aku dan kau akan dijodohkan ? " tanyannya lagi dengan nada sedikit meninggih


" Aku ta...kk tauu " jawabnya gugup


" Kau tak usah berbohong , ohh aku tau sekarang jadi itu niat mu menjalin kerja sama dengan ku, agara kau bisa menggodaku lalu aku mencintai muuu itu kan rencanamu " wajah gadis itu mulai merah


" Tidakkkkk akuuu cumaa inggin selalu didekat mu saja " jelas indra


" Asal kau tauu aku bukan wanita seperti itu yang mudah tergoda dengan pria yang punya tipuaan murahan seperti dirimu , kau kira aku menerima perjodohan ini karna kau, bukan... aku menerimanya karna mama ku dan jasa pak rusli kepada keluargaku, kalau aku tau kau adalah pria yang akan dijodohkan denganku maka aku akan menoloknya mentah mentah, tapi kini sudah terlambat aku sudah setuju dengan itu tapi asal kau tau sampai kapan pun aku tidak akan pernah mencintai pria menjijikkan sepertimu cam kan itu " aurel berlari meninggalkan pria itu dengan amarah


" Aurellllllll....... bukan seperti itu " berteriak indra menggejar gadis ituu


" Iaaaaa kami hanya bicara sebentar " aurel duduk


" Mana indraaa " tanyak pak rusli


" Aku disini pah " indra langsung duduk menatap aurel


Pagi ini Aurellia bangun kesiangan, ia tidak kekantor hari ini karna ia menggambil libur untuk acara pernikahan nya 5 hari lagi .


" Kalau bukan mama nyuruh libur aku gak akan libur, tapi setidaknya aku bisa menenangkan diri hari ini sebentar lagi aku akan hidup dengan laki laki itu hufff malangnya nasib ku " batin aurel langsung menuju kamar mandi untuk mandi


Gadis itu keluar menuju meja makan yang sudah diisi banyak sekali makanan kesukaannya .


" makan lah sayang " perintah nenek yang memang sudah memasak makanan ini


" wow nenek memang jago masak " puji aurel


" makanya kakek jatuh cinta sama nenekmu " kakek tak mau kalah


" hahaha ayah bisa aja ngerayu mama " sahut lastri


" suami, anak dan cucuku ini sama saja ternyata " tersenyum melihat keluarga lengakapnya itu


" Sayang kamu juga harus pintar memamasak seperti nenek , Biar indra Mencintai kamu seperti lakek Mencintai nenek " lakek masih membuat lelucon menghoda nenek


Mendenggar ledekaan kakek seketika aurel tersedak .


" Huffkkkkkkkk "


" Ini minum makannya makan itu hati hati " memberi minum untuk cucunya itu


" Makasih nek "


" Oiaaa nek kek, kalau nantik aurel menikah, aurel akan tinggal dirumah suami aurel jadi mending kakek dan nenek tinggal dirumah ini sama mama biar mama gak kesepiaan gimana menurut kakek dan nenek? " kata aurel


" Kakek setuju kakek mau menghabiskan masa tua kakek bersama istri anak dan cucu kakek yang cantik ini " kakek setuju mengeluarkan suaranya


" Kalau kakekmu setuju nenek pasti juga setuju, benar kata kakek "


" lastri senang bangat ayah sama mama mau tinggal dirumah ini bareng lastri "


" Nahhh aurel pun bisa deh sering sering mampir kesini ngeliatin mama, nenek dan kakek " melemparkam senyum bahagiamnya kepada 3 orang yang disayangnya itu


Jangan lupa klik tanda hati ya ❤, biar cerita " MRS. ARROGGAN " jadi salah satu cerita favorite para pembaca yang manisss ini ♥♥♥


Hai pembaca novel " MRS. ARROGGAN " jangan lupa vote dan disukai ya 😊


BIAR AUHTOUR LEBIH SEMANGAT ♥


BERSAMBUNG ........ 😉