
Perjuanggan Cinta
AURELLIA langsung masuk ke kamar karna hari ini dia sangat lelah dengan pekerjaan kantornya yang menumpuk garagara cuti yang di ambilnya.
" Selamat malam tuan putri " kata indra yang melihat aurel
Aurel lagi lagi tidak mempedulikan pria itu ia langsung masuk ke kamar mandi untuk bersih bersih .
" Makan malam untuk tuan putri sudah terhidang dimeja " indra yang sudah menghias meja itu dengan indah
" Bisa tidak kau biarkan aku hidup bernapas dengan tenang, jangan menjadi benalu di hidupku, makan saja makanan mu itu " aurel langsung membaringkan tubuhnya lalu mematikan lampu menarik selimut menutupi tubuhnya
Lagi lagi indra hanya tersenyum melihat tingkah gadis nya itu , indra mau tidak mau pun membereskan semua hiasan dan makanan yang ada di meja membuat ia sedikit kecewa .
Indra pun membaringkan tubuhnya ke sofa sambil melihat gadisnya itu tidur tampa berkedip sedikit pun membuat ia menggantuk lalu ikut tertidur .
Setiap hari indra selalu membawa makan siang kekantor aurel namun seperti biasa lagi lagi ia menolak bahkan melontarkan kata kata kasar kepada indra, dirumah pun indra bahkan melakukan banyak cara agar hati istrinya ini luluh lalu menerima cintanya seperti pasangan suami istri lainnya, tapi itu hanya anggan anggan pria itu AURELLIA tetaplah gadis ARROGGAN yang tidak pernah menanggapi setiap apa yang di lakukan nya .
Sampai suatu ketika aurel menggalami mimpi buruk yang menggiggatkan ia pada sang ayah yang hendak menjualnya kepada juragan kaya .
" Ti.. da kkkkkk, aku tidakkkk mau lepas kan aku " aurell menggigau dengan keringat yang sudah membasahi tubuhnya
Indra yang terbanggun langsung mengghampiri wanita itu ia takut terjadi apa apa pada istrinya itu .
" Sayangggg " indra menggelus rambut aurel dengan lembut
" Tidakkkkkk ayahhhh " aurel bangun dan langsung memeluk indra
Yaaa peristiwa itu sangat membekas dihidup aurel seperti trauma yang tidak akan perna sembuh, masa kecil yang ia jalani tidak seindahh yang di alami oleh orang lainn, ia hampir saja menjadi istri dari laki laki yang bisa disebutnya sebagai kakek karna umur yang begitu jauh .
Cukup lama memeluk indra aurel pun tersadar, kemudian melepas pelukannya dengan mendorong indra menjauh dari nya .
"sayang kau kenapa? " tanya indra penasaraan
" Aku tidak apa apa!! Menjauhlah dari ku " jawab nya ketus kemudian kembali menutup tubuhnya dengan selimut
" Baikk lahh kalau nantik ada apa apa bilang saja aku siap membantu mu " kata indra yang langsung berjalan menuju sofa yang sekarang menjadi tempat tidurnya
Semalaman indra tidak bisa tidur ia hanya memikirkan tentang apa yang terjadi pada aurel sampai ia setakut itu tadin .
" Ayahhhh, bukannya... Oiaaa aku tidak pernah melihat ayah aurel atau mendengar cerita tentang ayahnya, apa yang terjadi pada ayah nya sampai ia setakut itu, aku harus mencari taunya, aku tak tega melihatnya seperti itu " batin indra yang terus berpikir sepanjang malam tentang kekasihnya itu
Aurelll yang sudah berangkat kekantor dari tadin pun membuat indra punya kesempatan untuk mencari tau tentang ayah gadis itu, ia memeriksa setiap barang aurel yang ada di kamar namun tak ada satu petunjuk pun yang ia dapat membuat ia sedikit kecewa.
" Hmmm bagaimana aku bisa menggetahuiinya " batin indra yang mulai putus asa " Oiaaaa mama tak salah kan aku bertanya "
Tokkkkkk
Tokkkkkk
Tokkkkkk
" Indraaaaa " kata buk lastri melihat menantunya itu
" Maaaa boleh indra bicara sesuatu " tanyanya mencium tangan ibu dari istrinya itu
" Silahkan duduk nak indraaa, mau tanya apa" lastri tersenyum
" Dimana ayah aurel maa, papa mertuaku? " tanya indra lansung
Lastri dia sejenak dengan wajah yang terkejut lastri berusaha menahan air matanya, memang jika menggiggat tentang suaminnya itu hanya kepedihaan yang ia rasa kann.
" Kenapa kau menayakaan itu nak indra? " tanya lastri penasaraan
Indra puj menceritakannnya membuat lastri menghelakan napas ia merasa bersalah tidak menceritakaan semua ini terlebih dahulu kepada indra trauma yang masih menyelimuti putrinya itu, lastri pun kemudian menceritakan semuannya tampa terlewat sedikit pun
Membuat indra begitu terkejut mendengar semuannya , seketika ia mengerti rasa pait dan trauma yang di alami istrinya itu dan sikap selama ini yang ditunjukaan aurel kepadannya sematamata hanya ketidak percayaannya pada laki laki lagi .
" Maafkan aku begitu memaksa mu tuan putri " batin indra yang merasa bersalahh
Sementara dikantor aurel dengan rutinitasnya yang tiada henti membuat ia lupa mengisi perutnya menggakibatkan cacing di perutnya berdemo untuk diberikan makanan.
Krokkkkkk.......
Krookkkkkk.....
Krokkkkk.......
Bunyi perut aurellll.
" Udah jam 2 siangggg ternyataa " aurel melihat jam yang ada di pergelanggan tanggannya
" Oiaaaaa tumbennn priaaa ituuuu tidak datang menggantar makanan seperti biasanyaaa " batin aurel " Mungkin ia sudah sadar dan menyerah , tapi !!?? kenapa rasanya aku merasakan seperti ada yang hilang hmmm apa sihhh bukannya bagusss jadi parasit itu tidak menggangguku lagi " aurel berjalan meninggalkan ruangan yang sangat ia cintai itu untuk mencari makanan mengisi perutnya yang mulai keroncongan.
Jangan lupa klik tanda hati ya ❤, biar cerita " MRS. ARROGGAN " jadi salah satu cerita favorite para pembaca yang manisss ini ♥♥♥
Hai pembaca novel " MRS. ARROGGAN " jangan lupa vote dan disukai ya 😊
BIAR AUHTOUR LEBIH SEMANGAT ♥
BERSAMBUNG ........ 😉