MRS.ARROGGAN

MRS.ARROGGAN
Bab 15 Pamit pulang



Bab 15 Pamit pulang


" maaf sebelum nya bu lastri saya mau bertanya , kenapa ketiga preman kemarin mengejar ibu dan Aurellia? " tanya pak hendro penasaran


" Sebenar nya pak, yang laki laki yang tidak memakai seragam seperti kedua preman itu adalah suami saya " jawab nya


" Suami ibu , terus kalau itu suami ibu kenapa ibu melarikan diri dari dia? " tanya buk susan yang keheranan


" Sebenar nya hari ini suami saya mau menikah kan Aurellia dengan laki laki tua yang memiliki banyak istri, ia mau menikah kan Aurellia dengan mbah karno orang kaya yang bisa memberi kan uang berapa saja kepada suami saya, ia tega menjual putri nya yang masih berusia lima belas tahun dengan laki laki yang umur nya tiga kali lipat lebih tua dari umur nya hanya demi harta " jelas lastri yang menetes kan air mata nya tampa sadar


" Apaaa... Astagaaa kurang ajar sekali pria seperti itu, ia tega menjual putri nya hanya karna uang " jawab bu susan dan pak halim yang kaget dengan cerita lastri


" Ia pak bu... Maka nya saya mengajak Aurellia melarikan diri , saya tidak mau masa depan putri saya hancur hanya karna menikahi laki laki tua dan mempunyai banyak istri seperti mbah karno , dan yang kedua preman yang bapak lihat kemarin yang menggunakan seragam itu adalah anak buah mbah karno yang di utus nya untuk membantu suami saya untuk menangkap kami , dan untung ada bapak menolong kami kalau tidak , hari ini masa depan Aurellia akan hancur saya tidak sanggup membayang kan nya, karna Aurellia adalah anak saya satu satu nya , saya tidak mau melihat nya menderita, saya akan melakukan apa pun agar bisa melihat nya bahagia bahkan dengan taruan nya nyawa saya sendiri saya akan melakukan nya " menceritakan semua kepada pak hendro dan buk susan dengan tangis yang pecah


Melihat lastri yang menagis sampai tersedu seduh membiat bu susan terharu dan langsung duduk di samping lastri memeluk lastri memberikan nya kekuatan agar lastri kembali tenang


" Sabar buk lastri, sekarang ibu gak sendiri ada saya dan suami saya yang akan membantu ibu untuk membesarkan Aurellia " kata bu susan menenangkan lastri


" bu lastri tak perlu khawatir saya akan menjaga kalian dan merahasiakan keberadaan kalian di sini sampai Aurellia dewasa dan menjadi orang yang berhasil saya janji " timpah pak hendro memberi semangat kepada lastri


" terima kasih sekali lagi, saya sangat bersyukur bisa menemukan orang sebaik bapak hendro dan ibu susan di dalam hidup saya terimakasih pak buk " kata lastri mencium tangan buk susan


" sudah bu saya jadi tak enak, agap lah saya ini seperti kak kandung ibu dan suami saya abang kandung ibu, tak usah sungkan ya kalau perlu sesuatu ,bilang saja pada saya atau pada suami saya " timpah bu susan


" terimakasih bukkk pakkk " kata lastri lagi yang merasa begitu sangat beruntung di tolong oleh keluarga sebaik pak hendro dan buk susan


" Udah sekarang kita gak usah sedih sedih lagi, sekarang udah mau waktu ya makan siang , saya bantu ibu lastri ya masak menyiap kan makan siang " tanya bu susan yang mencair kan suasana


" Ohhh boleh buk tentu saja, tapi saya belanja dulu ya ke warung sebentar " jawab lastri


" ehhh gak perlu tadin saya udah beli semua bahan bahan makanan untuk ibu lastri dan Aurellia untuk stok selama sebulan " kata bu susan " ambil pa di bagasi " melirik suami nya dengan senyum, pak hendro pun langsung berdiri dan berjalan ke arah mobil mengambil semua isi yang ada di dalam bagasi


" astagaaa tidak perlu repot repot begini bu " timpah lastri yang terkejut melihat belajaan yang begitu banyak yang diangkut pak hendro dan meletakan nya ke dapur


" Sudah tidak merepot kan bu, malah saya senang bisa membantu ibu, ayo sekarang kita memasak " mengajak lastri berjalan menuju dapur


Waktu berjalan begitu cepat membuat masakan kedua wanita itu sudah terhidang di meja makan, bu susan pun pergi memangil suami nya untuk makan sedangkan lastri mengajak anak anak untuk makan.


" pa ayo bagun, masakan nya udah masak tuh, papa pasti udah lapar " membangun kan suami nya itu denagn lembut


" Ia maaa, papa udah lapar ya udah yok " berjalan menuju meja makan


Sedangkan lastri mengajak ke tiga bocah itu untuk makan dan dengan mudah nya ke tiga bocah itu menurut dan mengikuti lastri berjalan menuju meja makan, setelah semua nya sudah berada di meja makan , mereka pun makan dengan lahap bahkan tidak terdengar sedikit pun suara karna telalu lapar hanya terdengar suara sendok dan garpu yang beradu, setelah selesai makan dan sedikit bercerita pak hendro dan buk susan pun pamit pulang karna hari sudah mulai sore .


" bu lastri dan Aurellia tante dan om pulang dulu ya, nantik kalau ada waktu tante dan om main lagi kesini " pamit bu susan mengelus kepala Aurellia dengan lembut


" oi buk lastri kalau ibu butuh sesuatu telpon saja ya gak usah sungkan " kata pak hendro


" ia.... Hati hati di jalan ya pak buk dan si ganteng dan si cantik " sahut lastri yang mengusap pucuk kepala indra dan clarisa


" Ia tantee , kak aurel dan tante juga hati hati ya di sini, nantik kalau clarisa libur sekolah, clarisa akan ajak papa dan mama kesini lagi " jawab clarisa dengan lugu nya


" anak pintar " timpah lastri yang gemas melihat tingkah lucu bocah itu


" kami pamit ya lastri dan Aurellia daaaaaaa " susan membuka pintu mobil sambil melambaikan tangan


" Daaaa Aurellia aku pasti merindu kan mu " kata indra yang melambaikan tangan nya ke arah Aurellia


Jangan lupa klik tanda hati ya ❤, biar cerita " MRS. ARROGAN " jadi salah satu cerita favorite para pembaca yang manisss ini ♥♥♥


Hai pembaca novel " MRS. ARROGGAN " jangan lupa vote dan disukai ya 😊


BIAR AUHTOUR LEBIH SEMANGAT ♥


Dan jangan lupa juga follow IG aku ya " Mrs. Pui " ✨


BERSAMBUNG ........ 😉


-------------------------------------------------------------