MRS.ARROGGAN

MRS.ARROGGAN
31. TANGGIS HARU LASTRI



Bab 31. TANGGIS HARU LASTRI


Tamparaan keras itu mengenai wajah indar membuatnya terkejut lalu mundur perlahaan.


" Kau laki laki kurang aja tidak punya malu kau sama saja dengan pria yang pernah merusak hidup ku " teriak aurell seketika menunmpahkan air matanya


Aurell pun masuk kemobilnya dengan senggukan karna indra mengginggatkannya dengan trauma nya laki laki yang ingin menjualnya yang tidak lain adalah ayah kandungnya sendiri.


" Bejattttty semua priaaaaa ituuu bejatttttttt " gadis itu menyetir dengan tangan gemetarr


Pasti sakit yang dirasakan aurel sekarang kenangan itu kembali menusuk hatinya, dia memang tampak ARROGGAN untuk seorang wanita yang kuat tapi hatinya tetaplah lembut dia tak bisa kuat disetiap saat apalagi kehidupan sebelumnya adalah hantu yang selalu membayangginya.


Tiba di istananya aurel mengusap air matanya berusaha tegar menjadi anak yang manis didepan ibu yang telah menggandung nya itu .


" Sayang sudah pulang " teriak lastri melihat anaknya itu


" woww makanan , aku jadi lapar " duduk langsung makan


" Pelan pelan "


" Ia maaa " bicara dengan mulutnya yang penuh


" Besok kita jadi kerumah nenek dan kakek " tanya buk lastri


" Jadi dongggg "


" Emgangnya kamu gak kerja besok "


" Gakkkk aurel udah atur semua nya, jadi besok kita bisa kerumah nenek dan kakek tampa gangguan" tersenyum ke arah ibunya itu


Lastri pun membalas senyuman anaknya itu, mereka makan sambil bercerita satu sama lainnya.


" Bintang besok saya gak masuk tolong kamu wakili saya besok untuk bertemu dengan pak indra " mengirim pesan itu kesekertarisnya


" Baikkkk bukkkk "


Hari ini kedua wanita itu sudah berada di depan rumah keluarganya yang sudah lama tidak mereka temui, lastri masih takut ia gemetar ingin menggetuk rumah itu, rumah yang dulu tempat ia tumbuh, lastri sangat merindukan rumah itu suasananya dan ke harmonisannya, seketika air matanya jatuhhh menginggat penyesalaannya kepada kedua orang tuannya itu .


" Maaa " aurel mengguatkan ibunya itu


Tokkkk


Tokkkk


Tokkkk


Lasti mulai memberanikan diri menyentuh pintuh yang dulu tempat ia pulang , wanita yang sudah tampak sangat tua membuka pintu itu , melihat ibu yang melahirkannya seketika lastri terjatuh dibawah kaki wanita tua itu, ia menciumnya sambil menangis terseduh seduh menggiggat kesalahaan yang sudah dilakukannya, lastri cukup beruntung ia bisa meminta maaf sebelum kedua orang tuanya menghadap tuhan .


" maa maaafffff kan lastri, lastri tidak mendengar perkataan mama dan ayah , lastri sudah durhaka kepada kaliaannn maaf kan semua kesalahann lastri " masih berlutut


" Putriiii kuuuuu, kemana saja kamu sayang ayah dan mama sudah mencarimu selama bertahun tahun, berdirilahhh mama dan ayah sudah memaafkan mu, sudahlah sayang " wanita tua itu memeluk putrinya yang sudah sangat di rindukannya itu


" Siapa ini sayang " tanya wanita itu menunjuk ke arah Aurellia


" Diaaa cucu mu maaa Aurellia " tersenyum kearah mamanya itu


" Nenekkk.... Nenek sama kakek sehat kan " membalas pelukan neneknya itu


" Sehattt sayanggg, yasudah mari masuk ayah dan kakek pasti senang kalian datang " memegang kedua tangan wanita itu satu persatu


Mereka pun masuk keruangan yang sudah ada seorang laki laki yang juga terlihat sangat tua sedang bersantai di kursi dengan secangkir kopi dan biskuit .


" Ayahhhhhhhh " lastri memanggil dengan suara sedikit takut


" Siapa kauu " tanya laki laki itu karna matanya yang sudah mulai kabur


" Aku lastri ayahhhh putri muu "


" Putri ku lastriiiiii " pria itu berdiri dengan sedikit berhati hati air mata nya mulai jatuhhh .


Kesedihaan begitu tampak di wajah nyaaa, sosok ayah yang dulu begitu gagah kini sudah menuaaa dimakan waktu, sosok yang dulu begitu tegar kini dengan mudahnya air mata nya tumpah karna kerinduaan dengan putrinya, ayah adalah cinta pertama anak perempuaannya, ketika cintanya terluka maka ayahnya lebih terlukaa seribu kali luka .


" ayahhhhh maaf kan lastri " kembali berlutut di kaki yang dulu menjadi kaki saat ia berjalan


" Putriiii kuuuuuu , berdirilahh peluklah ayah mu, aku merindukann mu " memeluk putrinya itu dengan air mata yang terus jatuh tiada hentiii


" maafffkann ayahhh tidak merestuiiii muuuu , jangan tinggalkan ayah lagi, kau adalah nyawa ayahhh jangan pernah tinggalkan ayah lagi " mencium kening putri nya itu


" Tidak ayah lastri akan disini terus bersama ayahhh, ayah tidak salah lastrilah yang salahh lebih memilih pria itu dari pada kaliaan, maafkan anak mu yang durhaka ini ayahhhh maafff kan lastriiii "


" Ayahh sudah memaafkan mu dari dulu "


" Ayahhhh aku membawa cucu mu " Menunjukkan aurelia


" Cucukuuu kau cucu kuuu, kau sangat cantik seperti ibumu " memelukk cucunya itu dengan penuh kasih sayang


" Sudahhh sedihhh sedihhnya, mari makan nenek tadi sudah memasak makanan yang enak enak " mama lastri memecahkan susasana tersebut senyuman bahagia sambil menggusap kedua matanya


Kini makanan sudah dihidangkan 4 orang itu bercerita banyak hal sambil melampiaskan kerinduaan masing masing yang sudah sangat lama di pendam, lembaran baru sudah mulai mereka buka kembali dengan tidak lagi mengginggat lembaran yang usang.


Sementara dikantor , indra yang merasa bersalah karna sudah mengganggu aurel kemarin mungkin sudah sangat keterlaluan makanya aurel tidak mau membahas proyek lagi dengannya malah sekertarisnya bintang yang mewakilinya.


" Apakah aku sangat kelewatan kemarin " batinnya yang tidak fokus pada metting .


" Loo kenapa " tanya arman


" Haaaa gk gak pappaa " indra terkejut dengan lamunannya


" Fokussss dong "


Jangan lupa klik tanda hati ya ❤, biar cerita " MRS. ARROGGAN " jadi salah satu cerita favorite para pembaca yang manisss ini ♥♥♥


Hai pembaca novel " MRS. ARROGGAN " jangan lupa vote dan disukai ya 😊


BIAR AUHTOUR LEBIH SEMANGAT ♥


BERSAMBUNG ........ 😉