
Rasa yang berbeda
Kini aurel sudah tidur terlelap dengan selimut tebal yang membalut tubuhnya, sementara indra duduk disamping memantau gadis itu, indra yang begitu mencintai gadis itu mencium keningnya dengan lembut mengusap rambut gadis itu agar tidurnya semakin nyenyak .
Pagi itu aurel bagun didalam pelukkan suaminya itu, ia merasa sangat nyaman berada disana, ia menatap indra dengan tatapan berbeda tidak seperti biasanya tatapan yang penuh amarah, tatapan itu begitu lembut dan penuh kennyamanan .
Aurel semakin memcondongkan kepalanya kedada indra memeluknya semakin erat, mendengar dekat jatung indra yang membuatnya begitu senang, beberapa saat indra terbagun melihat gadis itu dipelukannya ia tersenyum lalu melepas pelan pelan pelukaan itu, Ia takut ketika wanita itu bangun ia akan marah kepadanya.
" Aku harus cepat melepas pelukkan ini " indra mulai melepas satu persatu cengkraman tangan aurel
Kemudian berdiri untuk berangkat kekantor, ia tak mau membangunkan tidur gadis yang begitu nyenyak itu, selesai dengan pakaian kantornya ia berjalan menuju kasur mencium kening wanita itu lagi, kemudian pergi meninggalkan gadis itu.
Aurel yang pura pura tidur hanya diam diperlakukan seperti itu oleh indra, ia bahkan merasa nyaman dengan kecupan itu, lalu ia berdiri mengikuti jejak suaminya itu untuk pergi kekantor.
Aurel duduk melamun dikursi kerajaannya memikirkan sesuatu yang membuatnya tersenyum sendiri, ia membayangkan kejadian semalam yang tidak pernah di rasakan selama hidup nya, jantungnya kini pun mulai berdetak tak karuan membuat ia salah tingkah sendiri .
" Kenapa aku terus memikirkan nyaaa " batin aurel yang masih tersenyum di wajah nya
Sehariian ini ia tak fokus ia hanya memikirkan suaminya itu, waktu pulang kantor pun telah tiba aurel keluar hendak masuk ke mobilnya namun ia menjadi panik karna mobilnya tidak ada ditempat yang ia parkir tadin .
" Masuklah " terdengar suara yang tidak asing ditelinga aurel
Aurel yang melihat indra didalam mobil langsung masuk tampa bicara satu kata patah pun .
" Maaf aku menjemput mu, aku takut orang orang itu nantik mengganggumu dan mobil mu sudah dibawah orang ku pulang kerumah " kata indra yang langsung melajukan mobilnya
Sementara aurel hanya menggangguk diam tampah kata yang biasa ia pasti langsung marah tapi kali ini tidak ia hanya diam seribu kata, suasana di mobil itu begitu hening tak ada yang bersuara dua insan itu hanya diam.
" Aku tak pernah setegang ini sebelumnya " jantung aurel yang berdetak begitu kencang
" Apa sudah makan ? " indra mulai memecahkan keheninggan
" Belum " jawab aurel
" Mau makan dulu? " indra masih fokus melihat jalan
" Bolehhh " jawab aurel lagi
Membuat indra terkejut namun ia menyembunyikan itu, indra menyembunyikan senyumannya juga, ia merasa senang dengan sikap aurel yang tidak lagi dingin kepadanya , namun ia tak mau merespon perubahan gadis itu terlalu agresip lagi, sifat yang baru ini saja sudah membuat indra senang .
Kini mereka sudah tiba disebuah restoran padang, ya aurel suka nasi padang indra tau dari mertuanya .
" Ayo masukk " ajak indra
Aurel tersenyum lalu menggikuti langkah suaminya itu masuk kedalam restoran nasi padang.
" Dia tau dari mana aku suka nasi padang atauu dia juga suka nasi padang? " batin aurel yang sudah duduk dengan makanannya
Mereka menikmati makanan itu dengan begitu lahap sampai aurel tambah 2 kali yang membuat indra tersenyum kecil .
Selesai makan mereka pulang kerumah, kemudian masuk kekamar untuk bersih bersih, gadis itu sudah membaringkan tubuhnya kekasur, sementara indra juga membaringkan tubuhnya di sopa .
" Terimakasih " terdengar dari mulut aurel
" Terimakasih karna makanan? " jawab indra yang sama sama masih berbaring
" Tidakkk... Terimakasih sudah menolong ku semalam " sambung aurel
" ia tapi aku hanya ingin mengucapkan terimakasih " balas gadis itu
" Sama sama , tidurlahh pasti kau sangat capek" jawab indra lagi
Aurel mengangguk dengan kepala yang masih berbaring di bantal .
" Oiaaa maaf selama ini aku terlalu kasar padamu " aurel yang merasa bersalah atas sikapnya selama ini kepada pria itu
" Itu tidak salah mu, aku yang bersikap kurang ajar kepadamu, jadi wajar kau bertingkah seperti itu kepada ku " jawab nya
Aurel hanya diam mendengar jawaban pria itu, kini semuanya mulai hening dan mulai tertidur lelap , kedua insan itu sudah membuka lembaran baru untuk hari esok yang lebih baik .
Siang ini indra di buat terkejut lagi oleh tingkah gadis itu, aurel datang membawakan makan siang untuk indra, kejadian yang begitu ajaib menurutnya.
" Makanlah ini aku masak sendiri tadin, di kantor " aurel menyerahkan bekal yang ia bawa
" Letak saja disitu " indra yang tersenyum lalu melanjutkan pekerjaannya
" Makan lah dulu " Tawar aurel
" Nanti saja, aku sudah makan tadin " jawab pria itu masih terus fokus dengan laptopnya
" Ohhhh yasudahh aku bawa saja lagi makanannya, sayangkan kalau tidak di makan dan tidak mungkin kau mau memakananya dengan perut yang sudah kenyang " timpah aurel
" Tidak usah, makanan yang sudah diberi tidak boleh di ambil kembali, nantik aku pasti akan makan " indra yang tersenyum
" Hmmm okee kalau begitu aku mau kekantor dulu jam makan siang udah hampir habis " aurel langsung berjalan
" Hati hati " teriak indra
Gadis itu keluar dengan sedikit kecewa, maksud hati ingin makan siang dengan pria itu tapi yang terjadi tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan.
" Mungkin inilah yang di rasakan indra dulu ketika aku menolak makan siang darinya, padahal ia masih tersenyum kepadaku tapi membuat aku sakit, sedangkan aku yang melempar makannan darinya pasti itu lebih menyakitkan " batin aurel yang membayangkan perlakuan kejamnya kepada pria itu
Sepanjang mengendarai mobilnya aurel masih terus melamun memikirkan tentang indra membuatnya hilang konsen dan menabrak sebuah TRUK yang cukup besar membuat aurel dan mobilnya terpental jauh yang menggakibatkan mobil itu terbalik, semua orang yang melihat kejadiaan itu menolong gadis malang itu, membawa aurel kerumah sakit terdekat .
" Halo "
" Apa ini dengan bapak indra ? "
" Ia saya sendiri, kenapa hp istri saya ada sama anda? Ini siapa? "
" Kami dari rumah sakit mau mengabarkan, bahwa istri anda menggalami kecelakaan dan sedang dirawat "
" Apaaaaaa.... " indra langsung mematikan hpnya
Langsung berlari menuju mobil dan melajukan mobil tersebut ke rumah sakit gadis itu dirawat .
Diperjalanan air mata indra tidak berhenti menetes, penyesalan itu datang pada jiwannya , ia menyesal karna mengabaikan gadis itu tadin, indra bertindak seperti itu karna alasan awal, ia tak mau terlalu mengganggu gadis itu karna traumanya .
Jangan lupa klik tanda hati ya ❤, biar cerita " MRS. ARROGGAN " jadi salah satu cerita favorite para pembaca yang manisss ini ♥♥♥
Hai pembaca novel " MRS. ARROGGAN " jangan lupa vote dan disukai ya 😊
BIAR AUHTOUR LEBIH SEMANGAT ♥
BERSAMBUNG ........ 😉