
Rara
" Tidurlah sayang pasti kau sangat capek " indra membaringkan tubuh aurel lalu berjalan kesopa
" Mau kemana " tanya aurel
" Tidur " menunjuk kearah sopa tempat dia tidur
" Tidurlah denganku sekarang, aku ini istrimu " aurel duduk
" Tapiiii.... " indra sedikit ragu
" Ayoooo " aurel duduk lalu merebahkan tanggan nya seperti ingin memeluk
" Aku mencintai mu " indra memeluk istrinya itu
" Aku juga mencintaimu, sekarang aku sudah menjadi milikmu " bisiknya lembut di telinga suaminya itu
Abdi mencium leher aurel, membuat gadis itu sedikit mengerang, membuat indra makin terbuai, ia melanjutkan aksinya mencium leher istrinya itu, kemudian mulai membuka resleting baju aurel yang berada dibelakang lalu menciuminya .
" Aku sudah siap " bisik aurel lagi
Mendengar persetujuan gadis itu, indra dengan sigap menidurkan gadis itu kembali, lalu membuka semua pakain gadis itu, aurel kini tidak menggunakan pakaian sehelai pun ia telanjang membuat indara semakin buas menciumi tiap inci tubuh istrinya itu, membuat aurel sedikit bersuara lagi ia tak tahan akan kenikmatan yang ia rasakan saat ini .
Malam yang tak akan terlupakann oleh indra, akhirnya ia berhasil meluluhkan hati pujaan hatinya itu yang mana sempat terpikir ingin berhenti karna ke ARROGGAN gadis itu .
Kini mereka menyatuh menjadi sepasang suami istri yang sesungguhnya .
Seminggu ini menjadi sepasang suami istri yang harmonis membuat keduanya begitu menikmatinya bahkan cinta keduanya semakin besar satu sama lain, namun karna indra yang harus keluar negri untuk menggurus bisnisnya nya pun harus meninggalakan aurel mau tak mau .
" Sayang selama aku pergi kamu akan ditemani oleh rara adiknya teman aku " kata indra yang takut meninggalkan aurel karna ia masih dalam perawatan
" Tidakk sayang aku bisa sendiri "
" Gakkkk aku gak mau terjadi apaapa sama kamu sayang, jadi aku utus rara menemani mu menggerti " indra tersenyum
" Yaudahhh kalau itu menurut kamu baikkk, oiaaa rara adek teman kamu siapa? " ia penasaraan tentang penggasuhnya nantik
" Rara itu adek teman masa kecilku, sekarang mereka sedang kesulitan ekonomi, ya bisa dibilang bangkrut jadi rara butuh kerjaan, apapun itu ia mau " jelas indra
" Oiii kasihaan ya "
" Iaaa tapi bagaimana lagii, rara orang yang baik walau pun ia dari keluarga kaya dulunya sebelum bagkrut tapi ia tidak malu untuk menjadi penggasuh mu sayang, lagiaan menurut ku ini pekejaan yang bagus untuk rara, ia tak perlu bekerja keras untuk menghasilka uang, ya dengan cara ini aku bisa membantunya karna kalau dikasih langsung ia menolak, katanya ia tak mau dikasihani, ia mau menghasilkan uang dari keringatnya sendiri " jelas indra lagi
" Lohhh bukannya ayahnya dulu pebisnis, seharusnyakan relasi relasi papanya bisa membantunya sayang dan di juga pasti tamatan dari universitas terbagus " aurel yang masih penasaraan tentang gadis itu
" Iaaa dia sudah S2 namun karna papa nya bangkrut pesaing bisnis papanya yang sangat membenci keluarga mereka bekerjasama dengan semua perusahaan untuk tidak menerimannya "
" Kasihaan rara, yasudah sayang aku mau dijaga olehnya, oiaa usia rara berapa? " tanyanya penasaraan
" Masih mudah beda 4 tahun darimu sayang " mengelus rambut aurel
" Ohhh masih sangat muda "
" Ya udahhh sayang, mas pergi dulu nantik ketinggalan pesawat " berdiri menyelesaikan sapannya
" Oiaa hati hati sayang " mencium tangan suaminya itu
" Sebentar lagi rara juga akan datang, kamu hati hati ya " mengecup kening dan bibir istrinya itu
.............................................................................................................
Gadis dengan menjejeng tas sedang menggetok pintu rumah membuat aurel seketika beranjak membuka pintu karna bibi mungkin sedang masak jadi di tidak mendengarnya .
" Selamat siang non " kata gadis dibalik pintu
" Kamu pasti rara " memggang bahu gadis itu
" Iaaa non " rara tersenyum
" Ehhhh gak usah panggil non, kakak mu teman suami aku, jadi panggil kakak aurel aja "
" Baikk no.. Ehh kak aurel " rara yang hampir lupa
" Ya udah masukkk, aku tunjukin kamar kamu "
Aurel menunjukkan kamar kosong yang cukup nyaman dan bersih.
" Ini kamar tamu yang sekarang menjadi kamar kamu "
" Iaa kak " rara menggangguk
" Yaudah kamu istirahat saja dulu " aurel pergi meninggakan gadis ituu
" Ehhhh sebentar kak " cegak rara
" Kenapaa? "
" Kak sudah makan siang " tanya rara
" Bukan kak, kak sudah makan obat? " tanyanya lagi
" Belummm lupa " tersenyum kearah gadis muda itu
" Sebentar kak!!!! "
Rara berjalan kesuatu tempat laci yang biasanya indra menyimpan obat obattan aurel.
" Ini kakak diminum " rara memberikan segelas air dan obat
" Kamu tau dari mana obat saya disitu dan waktu ya saya minum obat? " tanya aurel heran
" Kak indra sudah menulis list yang harus saya lakukan " rara menunjukan list yang cukup panjang itu
" Astagaaaaa ini sangat berlebihaan, maaf yaaa dia sudah terlaku merepotkan mu " aurel yang tak enak
" Tak apa apa kak, ini sudah tugas saya silahkan di minum obatnya " rara tersenyum
" Iaaaa " aurel menurut meminum obatnya sampai habis
" Skearang kakak istirahat, kalau butuh bisa pangil saya "
" Baikkk "
" pantas mas Indra menyuruh rara mengurusku, dia orang yang cekatan dan disiplin " batin aurel yang sekarang sudah berbaring di kasur nya
Tok.....
Tokkkk.....
Tokkkkkk.....
" Permisi kak " teriak seorang wanita
" Masukk raa "
" Ini susu nya kak " rara menaru susu hangat dimeja
" Wawww kamu persis seperti suami ya sangat telaten " aurel yang takjub
" Silahkan diminum kak " rara menyodorkan susu itu
" Terimakasih " aurel lalu meminumnya sampai habis
" Ada lagi yang kak butuhkan " tanya rara
" Tidakkk kamu temanin saya dulu, saya bosan sendirian "
" Baikkk kak " rara duduk menghadap aurel
" Kamu gak usah terlalu formal gitu, agap aja kita itu teman "
Rara cuma tersenyum menggangguk.
" Saya kupasin buah ya kak " rara mangambil buah itu
" Iaaaa, kamu orang pekerja keras seperti saya dulu " kata aurel melihat cerminan dirinya yang ada pada gadis itu
" Kak bisa saja " rara yang mulai enjoy sekaang dengan gadis itu
" Iaaa ... namun kisah kita berbeda walau sama sama menyakitkan tapi orang yang menolong kita dari keluarga yang sama " ucap aurel tersenyum
" Maksud kakak " rara yang binggung
" Tidakkkkkk,,, tidak perlu dipikirkan "
Rara tersenyum lalu kembali mengupas buah apel yang ada ditanggannya .
" ra kamu jangan patah semangat yaaa, aku cukup priatin tentang kondisi yang menimpahmu sekarang " aurel berusaha menyemangati gadis itu
" Ia kak .... pasti kak indra sudah kasih tau kakak semuanya " rara tersenyum sesekali melihat aurel melanjut menggupas buah
" Iaaaa " aurel menggangguk
" Ya seperti itulah hidup kakak , kita cuma bisa menjalaninya dengan kekuataan yang kita punya "
" Hmmmm kamu orang hebat ra " puji aurel
" Makasih kak, ini buahnya " tersenyum memberikan buah yang sudah dikupasnya
Jangan lupa klik tanda hati ya ❤, biar cerita " MRS. ARROGGAN " jadi salah satu cerita favorite para pembaca yang manisss ini ♥♥♥
Hai pembaca novel " MRS. ARROGGAN " jangan lupa vote dan disukai ya 😊
BIAR AUHTOUR LEBIH SEMANGAT ♥
BERSAMBUNG ........ 😉