
Hari Pernikahan
Suasana hikmat kini begitu kental diruangan pernikahaan ini , ucapan janji itu kini sudah terucap lantang tampa halangan apapun , kini indra sudah resmi memperistri wanita cantik nan galak itu , air mata keluarga yang menyaksikan itu tumpah seketika begitu juga dengan indra mata nya mulai berkaca kaca di hari bahagianya itu tidak dengan gadis yang kini disampingnya wajah datarnya lebih nampak menonjol tidak ada raut yang khusus disana ya seperti itu AURELLIA yang dijuluki MRS. ARROGGAN oleh orang orang ,
Acara demi acara berjalan dengan begitu lancar dan hikmat, pernikahan yang mewah itu kini sudah usah semua tamu pergi meninggalkan acara itu, semua akan pulang ketempatnya, tapi tidak untuk sang pengantin wanita ia akan tinggal dirumah barunya rumah pak rusli ayah mertuannya .
" masuklah putri ku " pak rusli mempersilakan aurel masuk
Aurel tersenyum kepada pak rusli mereka pun masuk kerumah mewah itu yang akan diwariskan kepada indra .
" Bawahlah istrimu kekamar pasti dia sudah sangat capek " perintah pak rusli
" Baikkk paaa . Ayo sayang "
Aurel menatap tajam indra ia merinding mendengar kata sayang yang di ucap indra tadin tapi apa boleh buat ia hanya bisa diam didepan ayah mertuannya itu, membawa aurel kekamar nya yang sudah dihiasi banyak bunga.
" Ingat jangan macam macam dengan ku " aurel memberi peringatan kepada indra yang sudah menutup pintu kamar
" Kalau aku mau melakukannya, tuan putri mau apa ? Mau berteriak? Silahhkannn " yang mulai maju mendekati aurel
" Mana mungkin aku berteriakkk " batin aurel yang mulai memundurkan langkahnya
" Jangan mendekat " mengancam andri yang kini sudah mulai mendekati wajahnya
" Kenapaaa berteriaklah dengan suara indahmu " yang masih mulai mendekati istrinya itu tampa menghiraukan ancamannya
" Jangan sentuh akuuu " aurel memohon dengan menutup matanya
" Aku tidak akan menyentuh mu tampa seizinmu, sakitmu adalah sakitku, bahagiamu adalah bahagiaku, sedihmu adalah pedihku, jangan takut aku akan menjaga kesuciaanmu sampai kau yang menyerahkannya, aku menikahimu karna cintaku bukan nafsuku , tidurlah dikasur biar aku tidur di sofa " bisik indra lalu pergi kekamar mandi meninggalkan gadis yang begitu di cintainya itu
Mendengar andri mengatakan itu aurel merasa sedikit lega ia membuka kembali matanya itu, ia sedikit tersentuh dengan perkataan pria itu tapi tak menggubah rasanya kepada andri yang masih sama dan akan tetap sama sekamanya .
Keduanya kini sudah berbaring ditempat yang berbeda andri di sofa AURELLIA di kasur, walau jarak yang lumayan jauh tapi aurel masih berhati ia takut indra melupakan ucapannya tadin karna bagaimana pun ia seorang laki laki normal.
" Aku harus tetap hati hati " batinnya
" Tidurlahhh aku tidak akan macam macam peganglah kata kata suami mu ini, tidurlahhhh tuan putri " kata andri yang tersenyum tapi dengan mata tertutup
" Diammm lah aku tak ingin mendengar mu " aurel langsung menutup wajahnya dengan selimut
Suasana pagi terasa begitu nyaring ditelinga aurel ia bangkit untuk berangkat kekantor bersiap siap karna sudah cukup dengan kata cuti yang membuatnya rindu dengan ruangannya dan tumpukan berkas yang harus dikerjakannya, hendak membuka pintu terdengar suara memanggilnya membuat ia berhenti sejenak memeggang ganggang pintu itu.
" Mau kemana tuan putri sepagi ini " andri bangun langsung melihat jam tangan nya
" Aku mau kekantor " jawab aurel dengan data judes
" Istirahatlah dulu untuk sehari tuan putri agar ..."
" Kau jangan coba coba menggaturku, ini hidup ku jadi terserah ku " memotong perkataan andri dan langsung keluar meninggalkan andri
" Haha Dasar Mrs. ARROGGAN aku hanya takut dia kelellahan , tuan putri yang keras kepala " andri tersenyum melihat kelakuaan istrinya itu tak ada rasa sakit hati dengan ucapan aurel malah ia tersenyum memang cinta bisa mengubah garam menjadi gula .
" Bu bos kok udah masuk kantorya padahalkan semalam ia baru menikah " timpah salah seorang karyawan yang mulai bergosip dengan rekannya
" biasalah bos kitakan beda dari yang lain makannya tak siasia ia diberi julukan mrs. ARROGGAN ia melakukan apa yang ia mau " yang lain menyambung
" Udah udah lanjut kerja nantik bos dengar kita bisa dipecat " semua mulai menutup mulutnya dan mulai bekerja kembali karna meraka tau konsekonsi nya jika wanita itu mendengar ucapan mereka.
Makan siang kantor sudah tiba karyawan mulai meninggalkan mejanya untuk mengisih perut, sementara bos pemilik gedung itu masih sibuk dengan berkas yang menumpuk dimejanya padahal tadin ia pun tidak sarapan sama sekali .
Tokkkk
Tokkkk
Tokkkk
" Masuk.... " teriaknya yang masih terus memerhatikan kertas putih yang cukup tebal itu
" Kejutaaannnnnnnn..... " suara pria yang tidak asing di telingannya
" Kauuuuuuu!!!!! " aurel membesarkan bola matanya
" Iaaaa aku suami mu, aku membawa makan siang untuk tuan putri " meletakkan rantang makanan yang ia bawa dimeja
" Aku tak mauuuuu bawa kembali " wajah aurel yang malas diperlihatkannya agar laki laki itu cepat pergi
" Makanlahhh tuan putri aku sudah bersusah paya sejak tadin memasaknnya untuk tuan putri, makanlahhh " membujuk istrinya itu karna ia sudah sangat berusaha memasak melihat resep di youtube
Aurel hanya diam terus fokus dengan berkas berkas nya .
" Baiklah aku akan membukakannya untuk mu " indra membuka bekal makanan itu berisi spageti berbentu hati dengan saus merah yang menggoda serta buah buahan yang berada di bekal satunya lagi
" makanlah " indra menunjukkan makanan bentuk hati itu namun aurel tak melihatnya sama sekali
" Aaaaaa buka mulutnya tuan putri pesawat sudah mau mendarat " pria itu menggarakan sendok kemulut aurel
" Kau pikir aku anak anak, aku tidak mau jangan memaksaku, makan sendiri masakkan mu itu " aurel menepis tangan andri membuat makanan itu terjatuh di lantai.
Aurel pun langsung pergi meninggalkan pria itu dengan makanan yang berserakan dilantai dengan amarah yang mengebu gebu .
" Kenapa dia cuma bisa membuat ku marahhh " batin aurel
Indra yang terkejut melihat respon aurel cuma bisa diam, ia memungguti spageti yang jatuh itu dengan senyum yang memgsndung arti, pria itu begitu sabar bahkan amarah tak tampak diwajah nya dengan perlakuaan yang ia dapatkan.
" Aku tidak akan menyerah semudah itu untuk mendapat kan hati mu tuan putri " batin andri yang masih memunggut makanan dilantai dengan tangannya , kemudian memasukaan nya kembali ketempat semula, lalu berjalan keluar membawa makanan tumpah itu dengan tangan yang sedikit kotor.
Jangan lupa klik tanda hati ya ❤, biar cerita " MRS. ARROGGAN " jadi salah satu cerita favorite para pembaca yang manisss ini ♥♥♥
Hai pembaca novel " MRS. ARROGGAN " jangan lupa vote dan disukai ya 😊
BIAR AUHTOUR LEBIH SEMANGAT ♥
BERSAMBUNG ........ 😉