
Rey mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.. Dia tidak berhenti tersenyum.. Dia terus memikirkan Mia. Dia salut akan sifat Mia yang tidak malu akan status dirinya yang seorang anak yatim.. Tinggal dirumah yatim.. Berjalan kaki kesekolah.
Yang Rey tak habis pikir, kenapa dia begitu bodohnya menganggap Mia selama ini sama seperti perempuan lain, yang bisanya hanya manja, cerewet, dandan, dan lain-lain.
Rey menyesal telah bersikap kasar dan dingin terhadap Mia. Rey pun bertekad, tidak akan bersikap kasar lagi kepada Mia..
Keesokan harinya saat jam makan siang, Mia baru saja dari toilet. Dan dia terkejut mendapatkan sekotak makanan tergeletak diatas mejanya. Mia pun celingak celinguk mencari seseorang yang mungkin masih ada disekitar situ. Mia lalu melihat ada secarik kertas diatas kotak makanannya, dia lalu membuka dan membacanya *Dimakan ya!* dan dibawahnya ada Huruf "R".
*Apakah ini dari kak Rey..* ucap Mia dalam hati
Mia lalu membuka kotak tersebut, dan didalamnya ada nasi goreng lengkap dengan telur dadar serta nugget ayam. Mata Mia berbinar melihatnya, karena dia memang sangat lapar. Tidak menunggu lama, dia pun dengan lahap memakannya.
Selesai makan, Mia ingin ke kelas Rey untuk mengucapkan terima kasih. Namun dia takut kalau rey tak suka dia hampiri. Takut rey malu. Mia pun mengurungkan niatnya untuk menemui rey. "Ah nanti saja aku ucapkan terimakasih, kalau ketemu" ucap mia dalam hati.
Sepulang sekolah, seperti biasa mia berjalan kaki ke depan. Tiba-tiba terdengar suara mobil mendekat dan *Teeettt* suara klakson berbunyi. Mia dan beberapa murid yang sedang berjalan pun menoleh ke arah mobil tersebut. Pintu bagian depan terbuka dan ternyata itu Rey. Rey pun memanggil Mia
"Mia, ayok bareng" Teriak Rey
Murid yang disekitar situ pun kaget melihat Rey memanggil Mia. Karena yang mereka tau, Rey tidak menyukai Mia.
Mia pun hanya bisa tertegun. Rey yang melihat Mia diam saja, segera menghampiri dan mengetok lembut dahi Mia
"Hey, Bengong aja. ayo masuk" Kata Rey sambil menarik tangan Mia
Mia hanya bisa nurut. Mia pun masuk kedalam mobil, di iringi tatapan iri murid-murid lain.
"Pake seatbelt ya" Ucap Rey pelan
"Oiya kak, maaf lupa" Ucap Mia gugup
Mobil mulai berjalan pelan.. Suasana hening membuat mereka berdua salah tingkah.
Akhirnya Rey memutar Radio, dan terdengarlah lantunan musik pop yang merdu...
Mia melirik pelan ke Rey. Rey tampak begitu tampan, bersih, wangi. Sedangkan dia begitu kucel. Dia jadi merasa rendah diri lalu menunduk. Rey yang sadar akan itu, menengok ke Mia.
"Mia, kamu ga apa-apa? Pusing?
"ga apa-apa kak, hanya malu sama kak rey" kata mia pelan
"Loh kenapa malu?" tanya rey heran
Tiba-tiba mobil terhenti. badan Mia sedikit tersentak ke depan. Dia lalu menoleh ke arah Rey. Dan alangkah terkejutnya dia melihat Rey dengan wajah marah.
"Jadi kamu menyimpulkan aku tipikal seperti itu?" ucap Rey menatap tajam ke Mia
Mia yang gugup ditatap seperti itu menjawab
"Mmm ga kak.. Bukan.. Bukan itu maksud mia.. Mmm maksud mia.. Mmm..." sambil *******-***** tangannya sampai memerah
Rey pun menarik nafas panjang, lalu melihat ke depan.
"Jangan berpikir begitu lagi ya" Ucapnya pelan
"iya kak.. Maaf...." Ucap Mia pelan
Mobil kembali berjalan, Rey kemudian belok di salah satu resto fastfood. Dia mengambil jalur drive thru, dan memesan beberapa makanan dan minuman. Mia yang melihat rey memesan begitu banyak makanan pun terdiam. Dia ingin bertanya, tapi tidak berani.
Setelah pesanan sudah ada semua, rey menaruh makanan tersebut di kursi belakang. Lalu menyodorkan sekotak burger dan kentang goreng ke Mia.
"Makan ya" ujar Rey
Mia pun tiba-tiba teringat dengan kotak makan siang yang ada di mejanya.
"Kak.." panggil mia
"Ya.." jawab rey Sambil minum cola
"Kakak yang tadi naro makanan dimejaku ya?" Tanya mia
"Makanan? Dimana?" tanya rey balik
"Di mejaku" Jawab Mia
"Ga tuh".. Jawab Rey
Mia lalu berpikir, lalu siapa yang menaruh kotak makan itu di mejanya ya....
(Bersambun...)