Mia

Mia
SMA (Bab 18)



Tak terasa 3 bulan menjelang kelulusan. Rey mulai sibuk dengan ujian-ujian kelulusan. Rey dan mia jadi jarang bertemu. Namun sekarang rey tak khawatir. Karena mia telah memiliki handphone yang dia berikan. Awalnya mia bersikeras tidak mau menerimanya. Namun rey berjuang habis-habisan, bahkan mia saat itu sempat marah dan tak mau bertemu rey. Mia tidak ingin dianggap perempuan gampangan yang memanfaatkan kekayaan rey. Tapi rey tidak berhenti berusaha. Dia juga meminta bantuan bu Yani agar mau merayu mia. Dan akhirnya mereka berhasil merayu mia agar menerima handphone tersebut.


Suatu hari, Mia mendapat telepon dari bu Clara. Bu Clara mengajak mia untuk makan siang bersama. Mia pun mengiyakan.


Dihari yang dijanjikan, Mia menunggu dijemput. Bu clara berkeras untuk menjemput mia. Sehingga mia tidak bisa menolak.


Diperjalanan mereka asik ngobrol. Bu clara sangat menyayangi mia seperti anak sendiri. Dia memang dari dulu ingin sekali memiliki seorang anak perempuan, namun sayang karena suatu hal, kandungan bu Clara diangkat. Sehingga menyebabkan dia tidak mungkin bisa hamil lagi. Itulah mengapa dia hanya memiliki 1 orang anak.


Sesampainya di tempat makan yang dituju, mereka pun berjalan bersama masuk ke dalam restoran tersebut.


Saat makan, bu clara tidak sengaja mengatakan jika rey akan melanjutkan kuliah di luar negeri. Mia yang mendengarnya sangat terkejut. Namun dia tidak menampakkan keterkejutannya didepan bu clara.


Sejak mendengar hal tersebut, Mia menjadi kurang bersemangat. Namun dia selalu berusaha riang didepan bu clara


Sesampainya dirumah, mia lamgsung mandi dan beres-beres membersihkan rumah. Setelah semuanya selesai, mia pun masuk ke dalam kamar


Mia duduk sambil bersandar diatas tempat tidur. Dia tidak bisa berhenti memikirkan perkataan bu clara mengenai rey yang akan melanjutkan kuliah di luar negri.


Mia ingin mengirimkan pesan kepada rey. Namun dia takut mengganggu istirahat atau jam belajar rey. Karena sebelumnya rey sudah izin kepada mia jika selama 3 bulan ini dia akan sibuk dan akan jarang bertemu dengannya.


Mia mengerti. Beberapa sahabat rey pun menjelaskan ke mia, jika rey memang seperti itu. Bagi rey, nilai akademik itu sangat penting. Sama pentingnya dengan nilai non akademik. Jadi jika akan ada perlombaan atau Ujian, dia bakal akan sangat fokus. Tidak ada yang boleh mengganggunya.


Mia memandangi Hpnya tanpa henti. dia begitu ingin menelfon atau sekedar mengirim pesan. Dia begitu rindu. Rindu ngobrol, rindu jalan berdua, rindu belajar berdua, rindu senyumannya... "Hhhhhhhhh"


Biasanya weekend begini rey pasti mengajak dia jalan. Atau menemaninya menjaga adik-adiknya bermain. Mia lalu teringat lagi akan ciuman hangat rey saat itu


Mia memejamkan mata. Mencoba mengingat kembali moment itu. Dia merasakan hangatnya bibir rey saat menyentuh bibirnya. Lidah rey yang bermain main didalam mulutnya. Dada mereka bergemuruh. Tangan rey makin erat memegang leher mia. Mia sangat menikmati ciuman tersebut. Seluruh badannya terasa panas dan bergetar.. Rey semakin kencang ******* bibir ranum mia. Mia pun membalas ******* kencang bibir rey..


"Aahhhhhhh" Desah mia sambil membuka mata.. Lamunannya membuat dia semakin rindu akan rey .


Dia lalu berbaring dan menutup wajahnya dengan bantal.


(Beraambung)