Mia

Mia
SMA (Bab 15)



Rey duduk sambil memandangi wajah mia yang sedang tertidur.. Sudah sejam dia tertidur. Muntah-muntahnya pun sudah berhenti sejak diberi obat oleh perawat.


Rey melirik jam, lalu tersadar jika sudah hari sudah sore. Rey lalu buru-buru balik ke panti, untuk mengabarkan bu Yani bahwa Mia harus dirawat di rumah sakit, sekalian mengambil baju ganti mia.


Setelah dari panti, Rey melanjutkan perjalanan ke rumah dia yang berjarak sekitar 20km. Rey izin ke mamahnya jika dalam beberapa hari ini akan nginap di rumah teman. rey terpaksa berbohong untuk menghindari ribuan pertanyaan dari mamanya yang pastinya akan sangat merepotkan jika dia tau akan menjaga seorang teman wanita di rumah sakit.


Pukul 9 malam, rey tiba di rumah sakit. Ketika masuk ke kamar, dia mendapat mia sedang bersama perawat. Sepertinya sedang mengecek suhu tubuh dan lainnya.


Setelah suster pergi, rey mengambil kursi dan duduk di samping tempat tidur.


"Hai..." Sapa rey sambil tersenyum


"Hai..." Jawab mia dengan lemah tapi berusaha untuk tersenyum.


"Sudah enakan? Perut masih sakit?" Tanya rey


Mia menjawab dengan mengangguk.


Rey melihat mia masih sangat lemah. Dia lalu berdiri dengan maksud membiarkan mia beristirahat.


Namun tiba-tiba mia berkata


"Kak.. Disini aja" sambil menatap rey


Rey pun duduk kembali, sambil tersenyum dia memegang tangan mia


"Ya sudah, kamu tidur ya. Aku disini ga kemana-mana kok" kata rey dengan lembut


Tidak menunggu lama, Mia kembali tertidur.


Hari ketiga, mia mulai terlihat segar. Perih diperutnya berangsur-angsur hilang. Dia mulai bisa makan walaupun masih sedikit. Selama tiga hari ini, Rey dengan sabar dan lembut menyuapi mia agar mau makan. Sambil makan, mereka selalu bercanda. Sudah tidak ada kecanggungan diantara mereka berdua.


Tak berapa lama, bu Yani datang membawa baju ganti mia. Rey lalu pamit pulang untuk keluar mencari makan. Tak lama setelah kepergian rey, Dokter dan seorang perawat masuk ke dalam kamar. Dokter pun mengecek mia dengan teliti, dan mengatakan jika mia sudah boleh pulang hari ini. Mia dan bu Yani sangat senang.


Mereka pun menyampaikan kabar gembira tersebut kepada rey yang baru saja masuk ke kamar. Rey yang mendengarnya pun senang. Tapi ada sedikit sedih karena dia tidak bisa lagi berduaan dengan mia 😆


Bu Yani pamit pulang duluan, karena ada janji bertemu dengan orang di panti. Dia tidak bisa menunggu lebih lama, karena dia tau pengurusan administrasi rumah sakit terbilang lama. Oleh karena itu dia menitipkan mia kepada rey, agar mengantarkan mia ke rumah dengan aman jika semuanya sudah selesai.


2 jam kemudian, setelah semuanya selesai. Selang infus mia pun telah dicabut. Mia lalu berdiri dan menghampiri rey yang sedang beberes.


"Kak.." Mia memeluk rey dari belakang


Rey yang terkejut lalu membalikkan badan. Rey menatap lekat mata mia.


"Makasih ya kak. Makasih untuk semuanya. Makasih sudah menjaga mia selama sakit. Makasih untuk perhatiannya.. Makasih..."


Belum selesai mia berbicara, rey langsung mengecup bibir mia. Pipi mia memerah...


"Sama-sama . Kamu jangan bandel lagi ya. Harus rajin makan" Ucap rey sambil memeluk Mia


Mereka berpelukan erat. Mereka berdua sedang merasakan kehangatan dan kebahagiaan yang dinamakan CINTA...


(Bersambung...)