
Mia termenung diatas tempat tidurnya.. Masing terngiang-ngiang hasil rapat dengan seluruh anggota Osis siang tadi.. Yang membuat dia resah dan gelisah adalah, tugas mewawancara kakak kelas bintang basket disekolah, yang tak lain adalah Reynaldi Tamtama.
Bagaimana caranya dia bisa mewawancara kakak itu.. Melihat dirinya aja, si Rey udah benci banget... "Ya Tuhan, gini amat nasibku" Ucap Mia sambil menutup muka pake bantal. "Gimana caraku untuk deketin dia... Huhuhuhuu" .. Masih dengan perasaan gelisah, akhirnya Mia pun tertidur.
Pukul 06.30 Mia telah tiba di sekolah.. Seperti biasa, dia ke ruang Osis untuk mengambil kamera yang dia pakai setiap hari mendokumentasikan kegiatan di sekolah. Dan Jreengggg! Tetiba lewatlah sosok yang sangat mengerikan itu.. Reynaldi tampak berjalan dengan santai dikoridor samping ruang TU dengan wajah datar.. Mia tertegun melihatnya.. Dan tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya "Hey!! Pagi-pagi udah bengong aja.. Liat apaan sih". Mia sontak kaget dan menoleh ke samping. Ternyata teman sebangkunya intan.. Intan ini kalau dilihat anaknya lucu, periang, rambutnya kriwil-kriwil lucu kayak anak SD.. "Kamu ngagetin aku aka tan.. Ga ada apa-apa kok.. Tadi lagi inget sesuatu. Yuk ke kelas" Ujar Mia..
Sepanjang jam pelajaran, Mia benar-benar tidak bisa konsentrasi.. Yang dia pikirkan hanya gimana caranya bisa mewawancara Rey.. Intan yang memperhatikan sejak tadi hanya bisa mengernyitkan dahi.
Pukul 12.00 Siang saat waktu makan siang, Akhirnya Mia memberanikan diri untuk ke kelas Rey. "Pokoknya harus kuat dan berani!" Ucap Mia dalam hati. Dengan langkah pasti dia berjalan ke kelas Rey, yang berada di lantai 3. Sesampainya di lantai 3, Hatinya mulai bergemuruh.. Jantungnya berdetak kencang.. Dan dengan perlahan tapi pasti dia pun sampai dikelas 9A.. Tepat dipintu 9A, dia bertemu dengan salah satu kakak kelas.. "Eh Mia, kamu nyari siapa?" tanya kakak kelas itu dengan ramah.. "Kak Rey ada kak? Saya ada tugas mau wawancara buat mading" jawab Mia sambil tersenyum.. Beberapa teman sekelas Rey yang mendengar suara Mia langsung menoleh kearahnya. Semua terpesona akan kecantikan Mia.. "Mia, ga mau wawancara kita-kita aja nih?" Kata mereka sambil tertawa.. "Hehehe.. Next time ya kak" Ucap Mia sambil tersenyum manis... "Rey lagi dikantin mungkin Mia, kamu cari aja kesana ya" Lanjut kakak kelas tadi.. "Oh baik kak, makasih ya" Ucap Mia sambil melangkah pergi.
"Duh.. Pergi kekantin ga ya.." Ucap Mia dalam hati.. Ketika sedang berjalan menuju kantin, tiba-tiba ada yang memanggil. Ternyata Intan.. "Ada apa tan?" Tanya Mia.. "Kamu ada apa sih hari ini? Kayak lagi banyak pikiran gitu" Tanya Intan.. "Oh ga apa-apa kok.. Banyak deadline tugas osis aja kok" Jawab Mia...
Sore pun tiba, waktunya pulang.. Ketika sedang berjalan ke gerbang sekolah, Mia melihat Rey sedang bersiap-siap bermain basket.. Dengan memantapkan hati, Mia pun mendekati Rey.
"Halo kak Rey" Ucap Mia dengan nada gugup
"Kak, Saya boleh wawancara kakak? Dalam rangka pensi kak.." Ujar Mia
"Cari orang lain saja" Ujar Rey dengan nada dingin
"Tapi saya ditugaskan untuk wawancara kakak.. Boleh ya kak.."
Seketika Rey berdiri dan melotot, yang membuat Mia ciut "Besok, jam 4 sore!"
Mia pun tersenyum "Alhamdulillah, baik kak. Terimakasih!" Mia pun berlari kegirangan..
Rey yang melihat mia tersenyum, seketika tertegun...
(Bersambung...)