
Suara pintu ditutup. Mia berjalan ke tempat tidurnya.. 2 Hari ini dia sangat lelah.. Tapi dia bahagia, karena bisa membantu ibu mencari nafkah.. Sambil duduk di ujung tempat tidur, dia teringat lagi dengan perkataan Rey.. Karena Rey, dia berusaha membeli parfum yang murah di pasar agar tidak bau. Diapun membawa baju ganti untuk diganti setibanya disekolah.. Dia merasa teguran rey kemarin, menjadi pelajaran buat dia agar selalu merawat diri. "Jangan bau miaaa" ujar Mia berbicara pada dirinya sendiri..
Bruukk.. Mia menjatuhkan badannya ke kasur.. Ingatannya masih ke Rey.. Dia mengingat kembali ketika proses wawancara. Rey terlihat lebih santai menjawab pertanyaannya.. Sikap sinis dan dingin yang biasa dia dapatkan, tak terlihat sama sekali. Itu yang membuat Mia terpesona. Rey sangat ganteng, pantas semua anak cewe suka padanya.. Apakah dia juga suka kepada Rey? "hihihihiii.. Ya suka sih.. Tapi ga mungkin juga dia suka aku kan.. Hanya anak yatim piatu miskin" ujar mia sambil tersenyum.. Dia merasa rendah diri dibanding anak perempuan lain disekolah yang cantik-cantik dan kaya-kaya...
Mia terus melamun dengan fantasinya, sampai tertidur lelap...
Keesokan harinya, tepat hari Senin.. Upacara telah selesai dilaksanakan. Mia terlihat pucat dan lemas. Intan yang menyadarinya pun, menghampiri Mia.
"Mia, kamu sakit?" tanya intan dengan raut khawatir
"Ga kok ntan.. Capek berdiri aja" Jawab Mia berbohong..
Mia sudah beberapa hari ini makan sedikit. Kadang makan siang pun dia lewati, karena dia tidak punya uang dan bekal yang disiapkan hanya cukup buat adik-adiknya...
dan tentu saja bu Yani tidak mengetahuinya.
Pada saat jam makan siang, mia hanya duduk dikelas sambil membaca buku. Teman-temannya sudah pada ke kantin. Hanya dia sendiri yang ada dikelas. Mia mencoba menahan lapar sambil membaca buku dan meminum air putih yang dia bawa dari rumah.
Karena kebanyakan minum, Mia pun kebelet untuk buang air kecil. Dia pun melangkah terburu-buru ke toilet. Dan tak sengaja dia tubrukan dengan seorang siswa.
"Eh maaf.. Maaf" Kata Mia sambil melihat sosok yang dia tabrak. Dan alangkah terkejutnya dia, ternyata itu Rey.
"Kak Rey, maaf ya.." Ulang Mia dengan wajah bersalah
Rey hanya menatap Mia dengan wajah datar, dan berlalu begitu saja..
Mia yang sudah ga bisa menahan, langsung lari kedalam toilet.
Sepanjang koridor kelas, Rey berjalan sambil memikirkan Mia. Kenapa wajahnya pucat. Apakah dia sakit.. Apakah dia kelelahan berjalan kaki.. Pertanyaan demi pertanyaan berkecamuk di kepala Rey..
Hingga tiba waktunya pulang sekolah.. Mia berjalan pelan di trotoar pinggir jalan sambil memegang perutnya..
Tiba-tiba sebuah mobil warna hitam berhenti tepat disampingnya. Kaca mobil depan terbuka, dan nampak sesosok pria tampan memanggilnya.
"Mia, ayo masuk!" Teriak pria itu
Mia mencoba melihat dengan jelas sosok pria itu, ternyata Rey!
"Ga usah kak, makasih. Udah deket kok" Kata Mia
"Masuk!" Teriak Rey kesel
"Jangan kak, Saya bau..." Ucap Mia
Rey turun dari mobil dan melangkah ke arah Mia yang berdiri mematung
Rey membuka pintu mobil depan sambil bilang "ayo masuk Mia"
Mia masih terpaku. Dia takut, karena bajunya bau matahari. Dia takut rey muntah.
Karena Mia masih belum bergerak sedikitpun, Rey kemudian mendekati Mia dan berkata lembut "Mia, ayo masuk. Saya tau rumah kamu masih jauh. Dan wajah kamu pucat. Kamu mau pingsan disini?"
Mia kemudian menatap rey. Dia tak percaya rey bisa bersuara selembut itu..
"Ta tapi kak..." Ujar Mia masih ragu
"Ayo masuk" kata rey sambil mendorong pelan tubuh Mia kedalam mobil
(Bersambung ...)