Mia

Mia
SMA (Bab 12)



"Bi, rey semalam pulang jam berapa? Tanya seorang wanita paruh baya yang masih terbilang sangat cantik


"Jam setengah 12 malam bu" ucap si bibi sopan


"Hmmm malam banget. Dia sudah bangun belum?


"Belum bu. mau saya bangunin den rey nya bu? Tanya bibi


"Ga usah. Nanti saya aja yang bangunin" ujarnya sambil sarapan


Jam menunjukkan pukul 9 pagi. Wanita tersebut masuk ke kamar Rey. Lalu membuka tirai jendela selebar mungkin agar cahaya matahari bisa masuk menerangi ruangan kamar.


Rey yang terbangun, lalu melihat wanita tersebut dan berkata


"Mamaaa, silau. Rey masih ngantuk" ucapnya sambil menarik selimut


"Rey, anter mama ke butik yuk. Jam 10 kita jalan ya" ucap wanita tersebut yang ternyata adalah mama rey


"Kok rey sih mah.. Kan ada pak slamet" Kata rey dibalik selimut.


"Pak slamet hari ini libur. Lagian mama maunya dianter kamu kok. Udah ah, pokoknya jam 10 kamu udah siap. Mama ada janji dibutik jam 11. Okeh" Ucapnya sambil berlalu


Rey yang tak bisa menolak lagi, hanya bisa pasrah dan menarik napas sedalam-dalamnya "Huffftttttt"


Rey semalam tidak bisa tidur. Dia gelisah memikirkan mia. Seandainya mia punya hp, dia pasti sudah menghujani mia dengan telfon dan whatsapp.. Seketika dia ingin membelikan mia sebuah handphone. Tapi apa tidak mungkin mia malah makin menjauh karena dianggap wanita murahan yang mau dibelikan barang-barang mahal.


"Aaarrghhhh tidak tidak. Mia gadis baik-baik. Dia pasti akan sangat tersinggung jika gw beliin dia handphone. Gw bisa bisa makin dijauhi" Ujar rey dalam hati..


Akhirnya rey pun berdiri dan menuju kamar mandi.


"Kemarin mama sudah ke panti yang kamu bilang itu. Ownernya baik. Siapa lagi namanya... Oh iya bu Yani. Kondisinya sangat memperihatinkan. Mama kasian deh. " Ucapnya ke Rey


"Serius ma? Kata rey menoleh ke mamanya


"iya,... kamu tau panti itu darimana?" tanya mamanya yang tak lain adalah bu Clara


"Dari temen ma....." jawab rey singkat


"Tapi mama udah setuju jadi donatur tetap kan ma? Dan mereka menerima kan ma? Cecar rey ke mamanya


"iyaaa, udah. Hari ini mama transfer ke rekening bu Yani untuk donasinya. Semoga bermanfaat dan hidup mereka menjadi lebih baik. Aamiin" Kata bu Clara


Rey yang mendengarnya pun sangat senang. Dia tidak berhenti tersenyum. Dia membayangkan mia tidak perlu lagi berjalan kaki disekolah. Mia tidak perlu lagi berjualan kue yang jauh.


Keesokan harinya, hari senin...


Rey tak sabar ingin bertemu mia. Dia ingin meminta maaf atas sikap dia kemarin malam.


Saat dia berjalan menuju kelas Mia, dia dipanggil oleh pak iwan guru olahraga kelas 9. Dia diminta untuk lebih fokus ke kejuaraan antar sekolah tingkat nasional. Dia dijadwalkan latihan setiap sore sepulang sekolah.


2 minggu berlalu.. Rey dan mia tak pernah bertemu.. Rey disibukkan menjadi kapten basket, sedangkan mia disibukkan kegiatan pensi yang dua minggu lagi akan diadakan.


Kadang Mia hanya melihat rey berlatih di lapangan basket dari kejauhan. Dia ingin sekali menghampiri dan mengajak ngobrol, tapi dia takut.. Takut rey menolaknya karena marah akan sikap mia malam itu.


Tanpa mia sadaripun, Rey kadang juga melihat mia dari kejauhan. Dia ingin menyapa, namun dia kembali ragu, mengingat sikap mia malam itu ..


(Bersambung...)