
Sepanjang perjalanan Mia dan Rey hanya terdiam.. Mia yang sangat takut bergerak sedikitpun, karena tidak mau aroma bajunya tercium oleh rey.. Rey yang sejak tadi ingin bertanya, tapi bibirnya hanya bisa tertutup rapat. Sehingga hanya keheningan yang menemani mereka...
"Mia".. Ucap Rey pelan mencoba mengisi keheningan
"Iya kak" Jawab Mia
"Kamu sakit?" Tanya Rey
"Ga kok kak" jawab Mia
"Tapi wajahmu pucat" Lanjut Rey
Tiba-tiba perut Mia berbunyi dengan jelasnya.. Mia hanya bisa tertunduk malu. Pengen rasanya dia loncat dari mobil dan lari sejauh-jauhnya
"Kamu lapar? Kamu belum makan?" Tanya Rey
Tiba-tiba Rey belok kiri dan masuk ke parkiran rumah makan padang. Mia yang masih malu, bingung kenapa berhenti disini.
"Hayok, kita makan dulu" Ajak Rey sambil melepas seatbelt nya.
Mia masih kebingungan, dan menjawab "Jangan kak, nanti aku makan dirumah aja"
"Turun!" Kata Rey agak keras
dan akhirnya Mia pun turun terburu-buru.
Mereka melangkah kedalam rumah makan tersebut. Mia melihat Rey memesan makanan didepan. Dan beberapa stafnya pun datang membawakan beragam makanan. Mia yang baru pertama kali masuk dirumah makan padang yang sebesar ini hanya bisa melongo takjub. Lagi-lagi perutnya berbunyi nyaring.
Rey yang mendengarnya tersenyum. Lalu mempersilahkan Mia untuk makan.
"Mia, ayo makan" ajaknya lembut
Mia tidak bisa menahan laparnya lagi, dan langsung makan dengan lahapnya. Dia baru pertama kali makan sebanyak dan seenak itu. Rey yang melihatnya tersenyum senang. Dia trenyuh melihat Mia makan selahap itu.
Selesai makan, mereka pun mengobrol.
"sudah kenyang?" Tanya Rey
"Hehe.. Sudah kak.. Makasih ya.." Jawab Mia malu-malu
"Syukurlah.." Kata Rey lega
"Mia, maaf aku mau nanya sesuatu. Aku lihat kamu kalau pulang selalu jalan kaki. Kenapa?" Lanjut Rey
"Yaaa adalah.. Sekarang aku tanya kenapa? Kamu ditanyain malah nanya balik" Ucap Rey ngeles karena tidak mau ketahuan beberapa hari ini menguntit Mia
Mia pun menceritakan keadaannya dan kondisi rumah panti yang dia tempati. Dia juga menceritakan dia berjualan kue dimana-mana. Yang sebenarnya Rey pun tahu itu. Akhirnya Rey tahu, jika Mia adalah anak yatim piatu yang dirawat oleh bu Yani sejak bayi.
Rey yang mengetahui itu, langsung merasa bersalah selama ini. Dia menyesal telah memperlakukan Mia dengan sangat kasar.
Setelah selesai membayar, Rey pun mengajak Mia pulang. Tak lupa dia membungkus banyak makanan untuk Mia bawa pulang ke rumah. Mia yang melihatnya merasa ga enak dan menolaknya. Namun Rey memaksa agar Mia menerimanya.
Sepanjang perjalanan pulang ke rumah Mia, suasana yang tadinya hening, berubah menjadi ceria. Mereka ngobrol banyak. dan entah kenapa, Rey sangat nyaman ngobrol dengan Mia.
Tak berselang lama, Sampailah mereka di rumah Mia. Mia pun turun dari mobil. Rey terlihat membuka bagasi dan mengeluarkan bungkusan makanan padang yang dia pesan tadi. Mia ingin membantu membawakan sebagian, tapi ditolak secara halus oleh Rey..
*Tok tok* Mia mengetuk pintu
tidak menunggu lama, pintu pun di buka oleh bu Yani. "Ya Allah nak, kamu darimana? Ibu dari tadi khawatir nungguin kamu. Sudah malam begini belum pulang-pulang" Tanya bu Yani dengan raut wajah khawatir
"Mmm bu, kenalkan ini Kak Rey. Kakak kelas aku disekolah" Ucap Mia memperkenalkan Rey kepada bu Yani.
"Oh ada tamu" Ucap bu Yani
"Ayo nak masuk" sambil mempersilahkan rey untuk masuk
"Oh ga usah bu. Saya harus pulang juga. Sudah malam. Ini ada makanan buat dimakan rame-rame" Ucap Rey sambil menyerahkan bungkusan tadi ke Mia
"Ya Allah, Alhamdulillah.. Makasih ya nak Rey.. Repot-repot" Kata bu Yani tersenyum
"Ga kok bu, ga repot. Baik saya pamit ya bu.. Assalamualaikum" Ucap Rey
"Waalaikumsalam" Jawab bu Yani sambil memberikan kode ke Mia agar mengantarkan temannya sampai ke pagar
Mia pun mengantar Rey sampai disamping mobil. Rey menoleh ke Mia, tapi bingung mau berkata apa.
"Kak Rey, makasih ya buat hari ini" Kata Mia melepas kecanggungan
"Sama-sama Mia" Jawab Rey
"Mmm saya pulang ya, bye.." Lanjut rey
Mia tersenyum lembut kepada Rey.dan Rey pun tersenyum lembut ke Mia...
(Bersambung...)