
Ketika sedang asyik mengobrol, datanglah seorang pria paruh baya. Dia mengenakan T-Shirt warna putih dan celana warna hitam. Sosok tersebut terlihat sangat berwibawa dan gagah.
"Mia, kenalin ini papa aku, Tamtama wijaya" ucap rey memperkenalkan ayahnya kepada mia
Mia baru saja ingin berdiri untuk berjabat tangan kepada pak Tamtama, namun pak tama menyuruh mia agar tetap duduk.
Suasana makan malam tersebut terasa hangat. Mia merasa nyaman berada diantara mereka. Mia kagum terhadap keluarga ini. Terlihat tidak membedakan status orang. Terlihat dari bagaimana mereka memperlakukan mia dan bibi yang dari tadi menyiapkan makanan. Bu clara selalu sopan jika ingin meminta sesuatu.
Setelah makan malam usai, mia diajak ngobrol ke ruang tengah. Bu clara yang melihat rey tak ingin jauh dari mia, lalu bertanya dengan usil
"Duhhh anak mama.. Yang ga mau jauh dari pacarnya... Sana dong. Mama kan mau ngobrol sama calon mantu mama" Selorohnya
Mia yang mendengarnya hanya tersipu-sipu malu. Calon mantu? Ini aja masih bocah sma. Pikir mia dalam hati tanpa mengerti candaan bu clara.
Setelah berhasil membuat rey pergi, bu clara pun mengajak mia ngobrol.
"Mia, nanti kapan-kapan jalan sama tante ya. Tante tuh bosen deh setiap keluar pasti sendiri. Mana si anak lanang satu-satunya paling gengsi anterin mamanya belanja" Ucap bu clara
"iya tante, siap" kata mia dengan tersenyum
"Oiya rumah kamu dimana? Tanya bu clara
Mia bingung. Berarti rey belum cerita ke mamahnya tentang dia
"Aku tinggal di panti tante.. daerah cinere" Jawab mia
Bu clara yang mendengarnya sedikit terkejut mendengar kata panti.
Sebelum bu clara bertanya lagi, mia melanjutkan kalimatnya
"Saya anak yatim piatu tante. Saya bisa sekolah di SMA Budi kasih karena dapat beasiswa dari program pemerintah"
"Nama panti kamu apa mia? Tanya bu clara curiga
"Panti yatim piatu bu Yani" jawab mia
Malam menunjukkan pukul 9 malam. Rey meminta izin untuk mengantarkan mia pulang. Diperjalanan mereka saling berpegangan tangan dengan erat.
"Rey, tadi mama kamu bertanya aku tinggal dimana.." kata mia
Rey diam saja....
"Lalu aku jawab dipanti.." Lanjut mia sambil menoleh ke rey
Rey tetap tidak ada ekspresi.
"Reyyyy.." Teriak mia
Rey tertawa. "iya sayang, aku denger. Trus aku harus bilang apa"
"Kamu kenapa ga cerita aku anak yatim piatu. Aku takut mama papa kamu ga suka sama aku rey"
"orang tuaku bukan orang seperti yang kamu pikirkan mia. Kamu tenang aja"
"Mama kamu cantik banget ya"
"iya seperti kamu"
Mia melotot ke arah rey.
Rey lalu menepi dan mematikan mobil. Mia heran lalu melihat kedepan. Ternyata rumahnya sudah didepan. Tapi rey berhenti diujung belokan.
Rey menatap mia dalam. Mia yang dilihat seperti itu jadi salah tingkah. Rey lalu mendekatkan wajahnya ke mia. Mia hanya bisa diam. Rey lalu memegang leher mia, dan menariknya pelan. Rey mengecup bibir mia yang ranum dengan perlahan. Mia merasakan desiran aneh ketika menyentuh bibir rey. Rey merasakan panas di dadanya, dia lalu lanjut ******* bibir mia. Mia pun mulai ******* bibir rey.. Mereka berciuman sekitar 3 menit. Setelah itu, mereka berhenti dan tersenyum satu sama lain.
"I love you mia.." Kata rey berbisik sambil menggesekkan hidungnya ke hidung mia
"I love you too rey..." Kata mia pelan
(Bersambung...)