
Hari senin, hari pertama masuk sekolah setelah libur satu minggu. Jam menunjukkan pukul 6.30 pagi. Sekolah mulai rame dengan murid-murid yang berdatangan.
Sebuah mobil hitam memasuki area parkiran. Tampak turun 2 sosok laki-laki dan perempuan. Beberapa murid yang melihatnya, langsung berbisik-bisik. Mereka terkejut melihat Mia dan Rey datang ke sekolah bersama-sama.
Dan gosip pun menyebar ke seantero sekolah. Ada yang merasa senang, ada yang merasa iri, ada yang merasa cemburu.
Bagaimana tidak, Rey dan mia adalah 2 sosok yang memiliki banyak pengagum disekolah.
Akhirnya gosip itupun sampai ditelinga Tasya. Teman-teman dekatnya merasa prihatin kepadanya. Karena mereka tau jika Tasya masih menaruh harapan bisa rujuk lagi dengan rey.
Tasya tidak memungkiri, mia memang sangat cantik. Bisa dibilang mia adalah gadis tercantik di sekolah. Mia juga terkenal sangat baik dan ramah kepada siapapun. Mungkin itu yang membuat Rey jatuh hati kepada Mia (Pikir tasya dalam hati)
Didalam kelas, Mia dihujani bertubi-tubi pertanyaan oleh teman sekelasnya.
"Kamu pacaran dengan rey?"
"Sejak kapan kalian pacaran?"
"Ya ampun, ga nyangka"
Dan banyak lagi pertanyaan-pertanyaan lainnya yang menghujani mia
Di waktu yang berbeda, Rey pun dihujani pertanyaan oleh sahabat-sahabat dekatnya. Tidak ada yang berani bertanya selain sahabatnya. Karena rey memang terkenal dingin kepada siapa saja.
"Rey, seriusan lu ama mia?"
"Dodol lu. Mia kan target gw"
Itulah sebagian pertanyaan-pertanyaan sahabatnya yang sangat annoying.
Hari demi hari berlalu.. Rey dan mia semakin tak terpisahkan. Rey tidak pernah lagi membiarkan mia berangkat dan pulang sendiri. Kadang mia menolak, jika ingin berangkat sendiri. Tapi rey tidak pernah mengijinkan.
Sampai suatu saat, rey ingin membawa mia kerumahnya. Dia ingin memperkenalkan mia kepada keluarganya.
Mia yang sedari tadi melihatnya, mulai bingung. Dia lalu menoleh ke arah Rey dan bertanya
"Rey, kita kemana?" tanyanya heran.
"Ini rumah orang tuaku. mereka ngajak kita makan malam" Ucap rey dengan santai
Seketika wajah mia kaget. Seperti biasa, disaat dia kaget, dia hanya bisa terdiam. Di sikap diamnya tersebut, dia sebenarnya khawatir. Takut mamanya ilfeel ketika melihat dia hanya gadis yatim piatu. Takut pakaian yang dia pakai tidak pantas dikenakan untuk makan malam bersama keluarga rey
Pintu mobil dibuka oleh rey. Mia pun kaget. Dia sampai tidak sadar kalau rey telah turun dari tadi, dan telah membukakan pintu mobil agar dia bisa turun.
"Sayang, ayo turun. Ga usah takut. Yuk" Kata rey sambil tersenyum
Mia lalu turun dan merapihkan baju dan rambutnya. Rey menarik lengan mia agar mengikutinya.
Ketika melewati rumah, mia tak bisa menyembunyikan rasa takjubnya melihat rumah rey. Begitu besar, luas dan megah. Interiornya didominasi warna putih. Sangat elegant.
Di saat dia masih sibuk dengan ketakjubannya, Muncullah seorang wanita paruh baya yang cantik dan anggun. Wanita itu lalu melihat mia. Dia tersenyum dan menghampiri rey dan mia.
"Halo sayang, jadi kamu yang namanya mia?" ucap bu clara dengan ramah
"hai tante, kenalkan saya Mia" Jawab mia
"Kamu udah lapar pasti ya. Yuk kita makan dulu. Papa rey sudah menunggu didalam" Kata bu clara sambil mempersilahkan mia masuk.
Sesampainya di ruang makan, disitu terdapat meja makan yang besar, diatasnya disuguhkan begitu banyak aneka makanan dan minuman. Dia juga melihat ada seorang wanita yang sibuk mengatur piring dan gelas
"Bi, tolong panggil bapak ya. Bilang makanan sudah siap. Dan tamunya rey sudah ada" Kata bu Clara
Rey mempersilahkan mia untuk duduk. Dan dia pun duduk tepat diseblah mia. Diam-diam bu clara memperhatikan keduanya sambil tersenyum.
(Bersambung..)