Mia

Mia
SMA



Siang ini begitu terik.. Tak terasa masa-masa pengenalan lingkungan sekolah untuk murid baru telah usai... puluhan murid dengan riang gembira, dan tak sedikit menampakkan wajah lelah, berjalan pulang...


Di antara murid-murid tersebut, ada sosok anak perempuan yang berjalan pelan.. Sesekali murid yang lain menoleh dan memberikan senyum kepadanya.. Terlihat mereka sangat kagum ketika melihat sosok anak perempuan itu... Ya, dia bernama Mia audina.. Anak perempuan yang sangat cantik...


Beberapa minggu berlalu, Mia semakin terkenal di sekolah barunya.. Dan terpilih menjadi anggota Osis bagian Mading, karena Mia sangat suka mendokumentasikan apapun...


Semua senang berteman dengan Mia.. Karena anaknya lembut dan murah senyum.. Tapi ada 1 orang yang tidak suka melihatnya.. Yaitu Rey.. Reynaldi tamtama.. Anak seorang pengusaha kaya raya.. Terkenal paling ganteng dan pintar disekolah, idola anak-anak perempuan..


Rey tidak menyukai Mia, karena menganggap semua perempuan sama saja.. Sok manis didepan, tapi aslinya jelek.. Mia pun tau kalau dia tidak disukai oleh Rey.. Karena sikap Rey sangat terang-terangan menunjukkan ketidaksukaannya..


Mia hanya bisa bersabar dan mencoba mengabaikannya.. Karena dia merasa tidak pernah melalukan hal yang aneh-aneh selama ini.. Walaupun dia sebenarnya penasaran, apa salah dia kenapa sampai dibenci seperti ini..


Suatu siang, jam menunjukkan pukul 13.00. Mia dipanggil oleh ketua Osis yang bernama Andi.. Andi ini adalah sahabat Rey.. Ketampanannya pun tak kalah oleh Rey.. Sosoknya tinggi, tegap, berkacamata yang bikin semakin terlihat dewasa..


"Siang kak Andi.. Kakak panggil aku?" Ucap Mia di pintu ruangan Osis.. "Hai Mia, iya ada beberapa hal yang mau aku sampaikan.. Yuk duduk dulu" Jawab Andi...


Selesai bertemu Andi, Mia pun beranjak keluar ruangan. Alangkah kagetnya dia, didepan pintu sudah berdiri sosok tinggi dengan wajah angkuh menatapnya dengan tatapan dingin. "Permisi kak Rey" Ujar Mia sambil menunduk agak takut lalu berjalan cepat meninggalkan ruangan osis.. Rey hanya diam tanpa menyahut sedikitpun..


"Rey, Lo napa sih sama Mia.. Jangan gitulah.. Kasian dia" Ujar Andi.. "Jadi maen Basket ga?" Tanya Rey yang tak memperdulikan pertanyaan Andi. "Jadi. Jam 3 kan? Gue selesaiin ini dulu" Jawab Andi. "Oke, gue tunggu di lapangan basket jam 3. Gw mau makan dulu" Kata Rey sambil berjalan pergi.. Andi yang melihatnya hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah sahabatnya itu...


Ketika lagi berjalan menuju kantin, Rey berpapasan dengan Tasya.. Tasya adalah mantan kekasih Rey.. Mereka berpacaran kurang lebih 1 tahun.. Namun putus karena Rey tidak tahan dengan sifat manjanya Tasya yang dia anggap berlebihan...


"Hai Rey, mau kemana?" Sapa Tasya dengan nada kikuk.. "Kantin" jawab Rey singkat sambil tetap berjalan.. Tasya hanya bisa menatap Rey tanpa bisa berkata-kata lagi.. Dia memang masih sangat mencintai Rey.. Tapi mengerti jika Rey sudah tidak ada perasaan kepada dia lagi.. Akhirnya Tasya pun jalan ke kelas dengan wajah sendu...


Sesampainya di kantin, Ujung mata Rey tak sengaja melihat Mia yang sedang makan. Nafsu makan Rey seketika hilang. "Males banget makan ada dia disini" Ucap Rey dalam hati.. Baru saja dia ingin balik badan, Ternyata Mia yang lebih dulu melihat Rey datang, Langsung berdiri dan buru-buru pergi sambil menunduk.. Rey yang melihat itu hanya tersenyum sinis.. Beberapa teman Rey yang sudah menunggu dikantin, terlihat kasihan melihat Mia yang seperti ketakutan melihat Rey datang..


Sesampainya di kelas, Mia duduk sambil melamun... Sampai kapan dia harus seperti ini.. Kenapa kakak kelasnya itu sangat membencinya (bermacam-macam pikiran berkecamuk di kepala Mia saat ini)


(Bersambung...)