Mia

Mia
SMA (Bab 13)



Tak terasa 3 hari berlalu setelah pensi dan olimpiade sekolah diadakan, Mia dan Rey belum bertemu sekalipun. Dikarenakan sekolah meliburkan selama 1 minggu untuk kompensasi olimpiade dan pensi. Rey mulai tak sabar ingin bertemu. Ingin sekali dia menanyakan kabar Mia, namun dia bingung bagaimana caranya. "Ah seandainya mia punya handphone" Desahnya


Karena rasa rindunya sudah tak tertahankan, rey pun nekat ke rumah mia. Sejam kemudian Rey pun telah tiba di depan panti. Namun rey ragu untuk turun dari mobil. Dia khawatir mia akan menolak bertemunya.


Tiba-tiba kaca mobilnya diketuk oleh seseorang. Rey kaget dan refleks menoleh . Ternyata itu ada irham.


Rey menurunkan kaca mobil, lalu irham pun berkata "Kak rey, cari kak mia ya?"


Rey lalu mengangguk.


"Kak mia sedang sakit. sudah 2 hari demam batuk. Sepertinya kecapean" kata irham


Rey yang mendengarnya sangat kaget.


"Saya boleh liat dia?" tanya rey sambil turun dari mobil


"kenapa ga boleh.. Hayuk kak ikut saya" Kata irham dengan polosnya


Rey disambut oleh bu Yani.


"Eh ada nak Rey. Mau jenguk Mia? Taku darimana mia sakit nak?" tanya vu Yani


"Saya ga tau sama sekali bu. Saya taunya dari irham malah. Tadi saya kesini hanya mau melihat keadaan mia sebentar" Jawab Rey


"Oalah.. Iya, mia udah 2 hari demam dan batuk. Sepertinya dia kecapean ngurusin acara disekolah. Kadang malam baru sampai dirumah. Sempat beberapa kali kehujanan" Kata bu Yani


Rey yang mendengar penjelasan bu yani sangat kaget. Ya Allah kasian sekali mia" Batinnya.


"Saya boleh liat Mia bu?" Tanya rey dengan sopan


"Mia belum bisa bangun nak rey. Ibu tidak bisa mengijinkan orang lain khususnya lawan jenis masuk ke kamarnya. Maaf ya" Kata bu Yani


"Bu maaf.. Apa Mia sudah dibawa ke dokter?


"Mia mana mau dibawa ke dokter. Dia mah keras kepala. Katanya boros kalo harus ke dokter. Ibu sampai capek maksa dia untuk berobat"


"Bu, saya pamit sebentar ya bu.. Nanti saya balik lagi* Ujar rey sambil berlalu pergi


Setengah jam kemudian, Rey balik membawa beberapa bungkusan. Bu yani yang melihatnya pu bertanya.


"Bawa apaan itu nak?"


"ini obat buat Mia bu" sambil menaruh 1 bungkus obat-obatan yang dia beli di apotik terdekat


"ini bubur ayam buat mia, biar dia gampang makan"


" Lalu ini makanan buat ibu yani dan adik-adik"


"Ya Allah nak, repot-repot" kata bu Yani ga enak


"Ga apa-apa bu. Saya ga repot. Semoga Mia cepat sembuh. Besok saya boleh kesini lagi bu?" Tanya rey


"Boleh nak.. Ga ada yang ngelarang. Semoga besok Mia sudah bisa bangun ya" Kata bu Yani


"Baik kalo begitu, saya pamit ya bu. Assalamualaikum " Ucap rey melangkah keluar rumah


Sesampainya dirumah, Rey begitu gelisah memikirkan mia. apakah dia sudah makan. Apakah dia sudah bisa berdiri. Apakah dia baik-baik saja. Apakah dia masih marah. Berpuluh pertanyaan berkecamuk di kepalanya. Sampai-sampai tak terasa jam telah menunjukkan pukul 1 dinihari.


Rey mencoba untuk tidur. Tapi matanya tak bisa dipaksa merem. Lalu dia mengambil handphone, dan membuka gallery. Dia memandangi foto Mia yang sedang berdiri membelakanginya sambil menatap pemandangan alam yang sangat indah ketika mereka ke puncak bogor.


(Bersambung...)