Mia

Mia
SMA (Bab 3)



Menjelang magrib, Mia baru tiba dirumah.. Tepatnya Rumah Yatim Piatu Ibu Yani.. Ya, Mia adalah anak yatim piatu yang diasuh oleh ibu Yani semenjak bayi.. Mia ditemukan didepan pintu rumahnya hanya berbalut selimut berwarna pink.. Di rumah itu ada belasan anak yatim piatu yang dirawat oleh bu Yani dengan penuh kasih sayang.. Diantaranya ada anak lelaki bernama Irham yang saat ini duduk dibangku SMP kelas 2. Irham adalah anak lelaki yang paling tua di rumah itu.. Dan Mia anak perempuan tertua dirumah itu...


"Assalamualaikum" Ucap Mia


"Waalaikumsalam.." Ucap salah satu anak panti..


Mia beranjak ke kamarnya.. Dan buru-buru mandi.. Setelah mandi dia ke dapur, dan menemukan bu Yani sedang sibuk memasak untuk makan malam.


"Ibu, Mia bantu ya.." Ujar Mia sambil mengambil sayur untuk dipotong-potong.


"Eh kamu udah sampai nak.. Istirahat saja.. Biar ibu yang masak" Ujar bu Yani dengan lembut


"Aku ga capek kok bu.. Aku bantu aja biar masaknya cepet ya" Kata Mia sambil tersenyum


Setelah makan malam selesai, bu Yani memanggil Mia dan Irham ke Ruang tamunya. Mia dan irham heran, tumben ibu manggil seperti ada sesuatu yang serius..


"Ada pa bu?" Tanya Irham


"Begini nak, kondisi keuangan kita sedang tidak baik-baik saja.. Ibu sudah mencoba mencari donatur, tapi belum ada yang berminat.. Ibu mau jual kue, tapi ibu ga bisa karena masih harus ngurus adek-adek kalian yang masih bayi" Ucap bu Yani dengan wajah sedih


"Dan stock beras sisa untuk besok.. Ibu ga tau kita makan apa buat hari berikutnya" Lanjut bu Yani dengan wajah kebingungan


Irham menatap bu Yani dengan tatapan kosong.. Mia menunduk dengan pikiran berkecamuk di kepalanya.. Mia merasa bersalah. Karena dirumah itu, dia yang paling besar. Harusnya dia membantu bu Yani untuk mencari nafkah.


"ibu, besok mia izin ga usah sekolah ya.. Lumayan menghemat ongkos ke sekolah. Uangnya bisa dipakai buat beli beras" Kata Mia sambil menatap bu Yani.


"irham juga ya bu, ga usah sekolah dulu kayak kak Mia" Sambung irham


"Ga apa-apa bu, hanya sehari.. Besok aku bantu jagain adik-adik, ibu bisa membuat kue. Nanti kuenya aku yang keliling jual ya bu" Kata Mia dengan lembut.


"Ya Allah, nak.. Terimakasih ya.. Baik, besok ibu buat kue, tolong kalian jaga adik-adik kalian ya" ucap bu Yani


"SIAP BU" ucap Mia dan irham berbarengan sambil tersenyum.


Keesokan harinya, Mia dan Irham saling bantu membantu menjaga adiknya dan mengurus rumah. Agar bu Yani bisa fokus di dapur membuat kue yang akan dijual nanti.


Sore hari sekitar jam 3, Mia pun keluar sambil membawa kue buatan bu Yani. Bu Yani membuat Kue marble yang telah dipotong-potong dan dimasukkan ke plastik. Aromanya begitu harum, bikin Mia jadi lapar.


Mia berjalan kaki sejauh 3 kilo untuk ke daerah yang ramai pejalan kaki lewat..


"Kuenya bu.. Kuenya pak.. Masih anget" Teriak Mia


Beberapa pejalan kaki hanya melihat dan tetap berjalan.. Beberapa membeli dan tak sedikit yang memuji kecantikan Mia. Mereka heran kok gadis secantik itu bisa jualan kue dipinggir jalan seperti ini..


Menjelang magrib, Kue Mia sudah habis terjual. Mia senang sekali. Dia buru-buru membereskan barang-barangnya agar bisa sampai rumah sebelum magrib.


Setelah makan malam, Mia dan Irham segera menghitung uang hasil penjualan kue. Total yang didapat 120.000. Mereka bahagia sekali.


Keesokan harinya Mia terpaksa izin lagi, karena harus berjualan kue lagi. Tetapi hari ini tanpa irham yang membantu. Irham harus masuk sekolah karena ada ujian pada hari itu.


Dan seketika Mia terkaget. Dia lupa kalo ada janji wawancara dengan Rey kemarin sore. Mia pun pucat pasi, ketakutan apa yang harus dia katakan kepada Rey besok.. Apa dia masih mau di wawancara? Apa malah Rey semakin membencinya?


(Bersambung ..)