
"Kak, kita mau kemana?" tanya Mia
"Makan" Jawab Rey
Mia baru mau membuka mulut untuk bertanya lagi, langsung dipotong oleh rey
"Udah, kamu duduk aja yang manis, ntar juga tau kita kemana" Ucap rey sambil tersenyum ke arah Mia
Sepanjang perjalanan, mereka tak henti-hentinya mengobrol. Ada saja yang bisa mereka obrolkan.. Itu yang membuat rey nyaman bersama Mia. Mia berbeda dengan anak cewek lainnya. Ya, dia baru sadar akan itu. Dan dia merasa sangat bodoh yang dulu menganggap Mia hanya cewek biasa yang penuh kepalsuan.
Kurang lebih satu setengah jam, tibalah mereka di sebuah cafe di daerah Bogor. Tempatnya sangat asri dan sejuk. Mia yang senang lalu berkata kepada Rey
"Kak, tempatnya bagus banget ya" Ucap Mia
Rey hanya tersenyum tanpa menjawab.
Mereka lalu memilih tempat duduk di sisi yang pemandangannya bagus. Mia tak berhenti takjub melihat keindahan yang terlihat didepan matanya. Dia ingin sekali mengabadikan pemandangan sekitar, tapi sayang dia tidak punya kamera, Hp pun tak punya. Rey yang sejak tadi memperhatikan, hanya tersenyum kecil melihatnya.
Tak berapa lama, makanan yang dipesan pun datang. Mereka pun mulai menikmati makanan tersebut sambil ngobrol. Mia banyak menceritakan tentang kehidupan di panti. Tentang ibu yani dan adik-adiknya. Mia terlihat sangat sayang dengan mereka. Sudah seperti keluarga kandung.
Rey yang mendengarnya merasa trenyuh, dan makin kagum kepada mia. Menurutnya, Mia adalah sosok yang kuat sebagai Kakak pertama dari adik-adik mereka. Dia selalu berusaha tegar didepan adik-adiknya. Dia tidak ingin adik-adiknya serta ibu yani yang sudah dia anggap seperti ibu kandung merasa sedih dan susah. Mia yang berparas sangat cantik pun tidak malu berjualan kue serta berjalan kaki ke sekolah. Jika dia membandingkan dengan anak perempuan diluar sana, belum tentu akan sekuat mia. Atau bisa saja mereka mengandalkan wajah cantik mereka agar bisa mendapatkan materi.
Perempuan yang didepannya begitu berbeda. Ya, rey sadar dia memang masih SMA. Belum banyak pengalaman hidup. Tapi seumur dia hidup, sejak SD sampai sekarang, banyak perempuan cantik yang selalu mencoba mendekatinya. Bahkan ada yang terang-terangan... Dia mempelajari pola sikap perempuan-perempuan itu. Dan dia sangat tidak suka. Itulah sebabnya dia dulu tidak menyukai mia. Mana ada wanita cantik, bisa se lugu dan sepolos itu, menurutnya.
Dia terus memandangi Mia yang terus asik ngobrol, dan sangat menikmati makanan yang dihidangkan. Dia tidak terlihat jaim saat makan. Mia begitu apa adanya.. Rey pun semakin kagum.
"Kak.. Kak? Kakak denger aku ga?" Kata Mia sambil melambai-lambaikan tangannya didepan wajah Rey. Rey yang sedang melamun, terkejut.
"Hah? apa? Maaf tadi lagi inget sesuatu. Tapi lupa" Kata Rey mencoba ngeles.
"Tadi aku nanya, kak rey kenapa ga masuk jadi anggota Osis? Kan disitu ada kak andi sahabat kak rey" Kata mia mengulang pertanyaannya..
"Oooh itu.. Aku malas sibuk-sibuk. Pengen santai-santai aja. Hehee.." kata rey sambil cengengesan
Mia senang sekali melihat Rey tertawa. Kesan galaknya sirna seketika.
"Kak Rey rajin-rajin aja tertawa seperti ini ya. Biar ga serem" kata Mia polos
"Hihihihiii" Tawa mia sambil minum es teh manis.
Sehabis makan, Rey mengajak Mia ke suatu tempat. Dia yakin pasti Mia suka. Untuk mencapai tempat tersebut, mereka harus berjalan kaki sekitar 10 menit. Tidak berapa lama, sampailah mereka di tujuan yang rey maksud. Sebuah cafe sederhana, yang letaknya tidak jauh dari lereng gunung. Pemandangannya sangat indah. Banyak pengunjung yang sengaja datang ke tempat itu sekedar memandangi pemandangan sambil menikmati secangkir kopi panas.
Tidak terasa sore pun tiba.. Mereka pun memutuskan pulang. Perjalanan dari Bogor ke Jakarta lumayan padat merayap. Sehingga saat magrib tiba, mereka masih terjebak di jalan tol.
"Mia, hubungi bu Yani kalau kita telat sampai" Kata Rey.
"Mmm aku ga punya Hp kak" Kata mia
Rey pun lalu teringat dengan kata Andi yang pernah mengatakan jika Mia tidak punya ponsel seluler. Jadi ternyata andi tidak bercanda pikirnya...
Malam pukul 10, Tibalah mereka di rumah Mia. Mia lalu turun dari mobil, diikuti Rey.
"Sepertinya sudah pada tidur" Kata Rey yang melihat jendela rumah sudah pada gelap
"iya, gpp aku bawa kunci kok" Kata mia sambil tersenyum
"Mia.." panggil Rey
"Ya kak.." Jawab mia sambil menatap rey
Rey hanya menatap mia dalam.. Membuat mia salah tingkah.
"Mmm Kamu senang hari ini? Tanya rey
"Bahagia banget" kata mia sambil tersenyum lembut
Rey lalu mendekati Mia. Mia yang melihat itu hanya bisa berdiri mematung.. Lalu tiba-tiba Rey mengecup dahi Mia, yang membuat mia menatap rey...
Rey menatap mata mia dengan tatapan lembut.. Dan berkata "Aku sayang kamu Mia"..
(Bersambung...)