
Di saat pasukan Merman menahan serangan balik bangsa Nereid, Odahinu mendengar suara yang ia kenali, dari daratan tak jauh darinya. Laki-laki itu memanggil beberapa pasukan terkuat di sekitarnya. Meminta mereka untuk menemukan manusia yang ia maksud.
Sementara itu, Cyrano meminta Ratu Merine untuk melepaskan dirinya. Hal itu akan menyelesaikan pertikaian saat ini.
"Tidak, Cyra. Kami berjuang demi melindungimu. Aku malu pada mendiang adikku jika aku tidak sanggup menghindarkanmu dari bahaya."
"Bibi Ratu tidak perlu khawatir, saya yakin. Mereka tidak akan bisa membunuh saya. Ayah tidak akan tinggal diam."
"Kau tidak tahu bagaimana sifat dan karakter Triton. Meski kau anaknya, itu tidak menjamin kau akan selamat. Bahkan Kronos saja menelan semua anak-anaknya karena sebuah ramalan. Para Dewa memang tidak terduga!"
Di sisi lain, pasukan yang dikirim Odahinu untuk mencari Medelline, sudah sampai ke daratan. Mereka melihat perempuan pemberani itu di tepi teluk Orelia. Beberapa Nereid, bersamanya.
"Tunggu apalagi? Tangkap manusia itu!" seru pemimpin pasukan.
Pertempuran di tepi teluk Orelia pun tidak bisa terhindarkan. Masing-masing pihak sama-sama mempunyai kekuatan.
"Pergi! Laporkan masalah ini terhadap Ratu!" Seorang nereid, berkata pada teman seperjuangannya.
Odahinu merasa kesal saat menunggu pasukan yang ia utus, tidak kunjung kembali. Ia berniat menggunakan Medelline untuk umpan. Agar Cyrano mau pulang kembali.
Karena tidak suka menunggu terlalu lama, ia memutuskan untuk muncul ke daratan. Turun tangan sendiri. Ia terkejut saat melihat beberapa Merman bertarung dengan sekelompok Nereid.
Odahinu mengeluarkan kekuatannya, memporak-porandakan nereid yang berdiri melindungi Medelline dalam kubah energi yang mereka buat sebelumnya.
Setelah merobohkan beberapa Nereid, Odahinu yang sudah berwujud manusia, berjalan mendekati Medelline. Ia mengeluarkan tombak bermata tiga andalannya. Memecah kubah sihir buatan Nereid. Kemudian ia menyeret perempuan itu menuju ke perairan di hadapannya.
Medelline berusaha meloloskan diri. Meronta-ronta.
"Diamlah! Kau tidak terlalu penting untukku. Aku hanya membutuhkanmu untuk membuat kesepakatan dengan anak bo*oh itu!"
"Apa dengan begitu, kekacauan ini akan terselesaikan? Apa kau akan membunuh Cyrano setelah ini?"
"Membunuh? Itu sama saja menghancurkan diriku sendiri! Dia adalah cucu penguasa lautan di semesta! Anak itu tidak mau takhta Mertopia karenamu! Ia ingin menjadi manusia."
"Baiklah. Kalau begitu, aku akan menurutimu. Aku juga akan membujuknya untuk pulang."
Odahinu menghentikan langkahnya. Menatap tajam pada Medelline.
"Aku tidak membutuhkan bantuan manusia!"
Odahinu menceburkan tubuhnya ke dalam air dengan tetap menyeret Medelline. Ia menciptakan gelembung untuk melindungi kepala perempuan itu. Baginya, tidak ada gunanya membawa manusia itu jika dia sudah tidak bernyawa.
Odahinu dan Medelline sudah sampai di perbatasan kerajaan di bawah laut Aegeis. Ia berteriak kencang, menarik mundur pasukannya. Kemudian maju ke depan menyeret perempuan yang dibawa dari daratan.
"Katakan pada Pangeran kalian, aku membawa istrinya! Aku menunggu dia datang sendiri ke sini!"
Apa yang terjadi di tepi teluk Orelia, sudah membuat gerah Cyrano. Namun, Ratu Merine masih menahannya. Ia menurut. Akan tetapi, ketika ia mendengar Odahinu menyeret Medelline ke dasar laut, ia sudah tidak tahan lagi. Tidak peduli dengan perkataan bibinya, berenang cepat menuju perbatasan.
Medelline bahagia melihat Cyrano datang. Beberapa waktu kemudian, ia ingat tujuannya ke dasar laut. Di sisi lain, Merman itu juga bahagia melihat istrinya. Ingin rasanya ia memeluk perempuan yang dirindukannya itu.
"Anda benar-benar tidak ingin pulang, Pangeran?" Odahinu mengangkat tangan Medelline yang ia cengkeram.
"Kau tidak perlu melakukan ini, Paman! Aku akan menurutimu, asal kau lepaskan Medelline."
"Melepaskannya? Tentu saja! Asal kau mau pulang kembali bersamaku!"
Odahinu melempar Medelline ke depan. Cyrano berusaha menangkap perempuan itu, hingga ia lupa melindungi diri sendiri. Saat itu juga, pasukan Merman menyergapnya.
Cyrano menoleh ke Ratu Merine yang baru saja tiba.
"Bibi, berjanjilah padaku. Untuk melindungi istriku."
Dengan berat hati, Merine menyanggupi permintaan keponakannya. Meraih tangan Medelline yang mulai tenggelam ke dasar laut terdalam. Dengan sihir, melindungi tubuh istri Cyrano dengan gelembung udara yang besar.
Di saat yang bersamaan, Triton tiba di tempat itu.
Semua Merman minggir, memberi jalan. Triton mengangguk hormat pada Merine.
"Maafkan kelancangan wargaku. Aku akan mengganti segala hal yang membuat bangsa Nereid rugi selama pertarungan ini."
"Aku tidak butuh itu. Hanya saja, aku tidak akan tinggal diam jika kau menyentuh keponakanku, Cyrano, meski seujung kuku pun."
"Kau lupa? Dia juga putraku."
Triton tertawa kecil. Mengayunkan tangannya untuk memperbaiki tempat di sekitar yang porak-poranda. Kemudian kembali ke Mertopia, membawa Cyrano dengan pengawalan ketat.
Ratu Merine terlihat sangat kesal pada pemimpin Mertopia tersebut.
Setelah rombongan Triton pergi, Merine membawa Medelline ke istananya yang kering. Meletakkan perempuan itu di ranjang.
Medelline membuka matanya, lalu bergegas duduk. Merine menahannya saat ia ingin turun dari ranjang.
"Kau harus istirahat dulu. Aku akan membawamu ke daratan jika kau sudah pulih."
"Tetapi, Ratu ...."
Merine mengamati tubuh Medelline. Saat ia menyentuh tubuh manusia itu, ia merasakan ada dua denyut nadi.
"Kau sedang hamil, Medelline?"
"Bagaimana Anda tahu, Yang Mulia?"
Merine tersenyum kecut.
"Itu putra Cyrano?"
Medelline mengangguk.
"Kalau begitu, kau harus cepat-cepat naik ke daratan. Aku tidak yakin jika kau dan bayimu bisa bertahan lama di bawah laut."
Merine memanggil seorang Nereid. Memerintahkannya untuk mengantarkan Medelline ke daratan.
Sesampainya di tepi teluk Orelia, Medelline berjalan pulang dengan gontai.
"Yang mulia Ratu berpesan, untuk sementara, jauhi perairan mana pun. Jaga dirimu baik-baik." Nereid yang mengantarkannya menyampaikan pesan sang ratu kepada Medelline.
Medelline mengangguk. Meski hatinya hancur tidak bisa bersama sang suami, ia harus menjaga, mendidik dan membesarkan bayinya dengan baik.
Bersambung ....