
di sisi lain rio yang ternyata mengikuti alex dari tadi sekarang berada di balik pintu.
"aku harus memastikan siapa wanita itu,semalam pasti aku salah lihat"gumam rio.
"siapa di sana"teriak alex tiba tiba membuat rio yang berada di balik pintu terkejut.
''tidak akan ada kesemptan lain selain hari ini,aku harus memastikan siapa wanita yang di tolong rafael semalam,apa itu benar benar dia''gumam rio dan menmapakkan diri kehadapan alex dan felizia.
"siapa kau? berani nya menguping pembicaraan ku"geram alex berdiri hendak memukul rio.
sedang kan rio berusaha melihat wajah wanita yang duduk di kursi roda.
"kak hentikan!!"ucap felizia menarik tangan alex.
"felizia"ucap rio tidak percaya.
felizia yang mendengar nama nya di sebut menoleh ke arah rio.
"kau!!!!"ucap felizia menutup mulut nya tak percaya.
"ternyata kau masih hidup!"ucap rio.
''ya''ucap felizia lemah.
"apa yang terjadi pada mu? kenapa bisa jadi lumpuh?''tanya rio.
''kau tidak perlu tau,oh ia bagaimana kabar rafael?''tanya felizia memaling kan pembicaraan.
''selama ini rafael selalu mencari mu,bahkan sampai saat ini,ia sangat terpukul karna kau menghilang''ucap rio.
''benar kah?''ucap felizia entah kenapa mendengar hal itu membuat hati felizia senang.
''kenapa kau kemari?,ada urusan apa? apa rafael juga ada di sini''tanya felizia berharap.
''ya dia di sini''ucap rio sedih.
melihat raut wajah rio,entah kenapa felizia merasakan sesuatu yang mengganjal di hati nya
''ada apa? di mana dia sekarang?''tanya felizia.
''dia...''
''rafael dan aku akan segera menikah''ucap frenzi tiba tiba muncul.
felizia yang mendengar hal itu entah kenapa hati nya sangat sakit dada nya terasa sesak.
''ternyata...''gumam felizia memeggangi dada nya yang terasa sesak.
"frenzi"ucap alex.
"aku tau !!! kalian semua keluar"ucap felizia dengan nada lemah.
"kenapa apa kau ingin berebut pria dengan ku,dengan kondisi mu yang menyedih kan ini ap..."belum selesai frenzi menyelesaikan ucapan nya felizia langsung memotong nya.
"keluar!!!!!!!"teriak felizia melempar vas bunga yang di dekat nya hingga pecah berkeping keping membuat mereka semua terkejut.
"kau!!!"geram frenzi marah.
prang.....
sekali lagi felizia mendorong vas besar yang di sebelah nya hingga membuat pecah.
"keluar semua!!!!!"teriak felizia seperti kerasukan iblis.
frenzi dengan langkah marah langsung keluar di ikuti dengan rio yang ikut pergi.
"fel.."
"kak keluar!"nada suara felizia merendah,membuat alex mengalah dan keluar dengan perasaan tidak tenang.
...
"hiks...hiks..."felizia menangis tersedu sedu menatap keluar jendela perasaan nya benar benar hancur.
"selama ini aku memang merindukkan sosok pria itu,ku kira selama ini aku hanya mempunyai perasaan rindu dengan nya tak ku sangka sekarang aku baru menyadari kalau aku mencintai nya"gumam felizia bulir bulir bening terus berjatuhan di pipi nya.
"kenapa sesakit ini" ia memgang dada nya yang sakit.
....
"dari mana saja kau?"tanya rafael melihat rio baru saja muncul.
"apa kau benar benar yakin kalau felizia masih hidup?"tanya rio serius.
"apa maksud mu?"tanya balik rafael curiga.
"felizia masih hidup"ucap rio menatap rafael serius.
"bagaimana bisa kau tau?"tanya rafael melotot kepada rio.
"karna aku baru saja melihat nya"jawab rio.
"di mana kau melihat nya ? bawa aku ke sana"ucap rafael.
.....
clak....
pintu terbuka membuat seseorang yang berada di ruangan itu terkejut dan menoleh ke arah pintu.
deg...
jantung felizia serasa berhenti berdetak melihat seseorang di ambang pintu.
seperti rasa rindu yang sudah tertahan selama ini,serasa terobati namun hati yang sudah terobati rasa rindu itu entah kenapa masih terasa sakit mengingat sesuatu yang lebih menyakit kan dari pada rasa rindu.
"felizia"rafael langsung memeluk wanita yang selama ini sangat ia rindukan dan ia cari.
felizia hanya terdiam ingin menangis namun air mata nya tertahan.
"kenapa kau meninggal kan ku?"tanya rafael menatap felizia dengan mata basah nya.
"pergi"ucap felizia datar.
"tidak,aku tidak akan pergi sebelum aku membawa mu pergi dari sini"ucap rafael tegas memegangi wajah felizia.
"aku tidak akan pernah pergi dari sini"ucap felizia berwajah datar.
"tapi aku akan tetap membawa pergi dari sini meski kau menolak"ucap rafael serius.
"kenapa?"tanya felizia tanpa mengedip kan mata nya.
"karna aku mencintai mu"jawa rafael serius
maaf ya gak bisa up banyak atau cepat
karna saya punya kesibukan di dunia real
nanti saya usahakan up malam