
''pffffft ahahahhaa apa apa...haha apa aku tidak salah dengar,aku tidak bisa mengalah kan mu,yang ada kamu yang akan kalah saat pertandingan belum di mulai ahahaha kau begitu lucu''ucap wila tertawa terbahak bahak dan menyetuh dagu felisia yang lembut.
''bisa juga orang miskin seperti ini memiliki wajah yang begitu lembut putih bersih begini''gumam wila iri.
''sebaik nya aku berhati hati dan lebih baik aku berpura pura tidak tau bela diri dulu saja''gumam felisia.
felisia merubah ekspresi nya menjadi ketakutan dan tidak berdaya.
rafael mengerut kan kening nya melihat ekspresi wajah felisia yang dalam sekedip mata langsung berubah.
''gadis ini hanya dia yang bisa melakukan hal itu,benar benar rubah''gumam rafael tersenyum sinis.
"ahahaha lihat sekarang dia sudah ketakutan bagaikan tikus yang siap di santap "wila dan teman teman nya tertawa senang melihat felisia ketakutan.
"adik kakak sama saja jahat nya berlebihan"gumam felisia dengan ekspresi wajah yang tetap ketakutan.
"aku bisa saja melepas kan mu tanpa harus bertarung dengan ku tapiiii.................kau harus berlutut di kaki dan mencium telapak kaki ku hmph..bagaimana"ucap wila tersenyum menyeringai.
"astaga itu benar benar kotor sekali aku bahkan hampir muntah"gumam felisia dengan ekspresi jijik.
"begini saja tante galak kalau kau menang aku akan melakukan nya tapiiiiiii...jika kau kalah kau yang harus mencium kaki ku....tapi aku yakin aku yang akan kalah"ucap felisia terlihat lemah.
"hmph.....baik lah aku akan menerima tantangan mu"ucap wila percaya diri.
"kau wanita picik dan tidak tau diri kau akan merasakan atas apa yang telah kau lakukan pada kakak ku,kau benar benar salah pilih lawan"gumam wila tersenyum menyeringai dan meninggal kan kantin itu.
"besok datang lah ke aula bela diri semua siswa akan melihat kita melihat mu di permalukan"ucap wila sebelum keluar sepenuh nya dari kantin.
"habis lah felisia"ucap semua siswa di kantin.
"felisia aku percaya kamu akan menang karna aku tau siapa sahabat ku ini"ucap qila membri semangat pada felisia.
"ya "felisia berubah ekspresi wajah dengan sangat gembira dan langsung memeluk qila dengan erat dan bahagia karna qila percaya pada nya.
rafael semakin heran melihat felisia yang begitu ajaib menurut nya.
''apa kalian berdua menyukai nya???''tanya rafael curiga menatap kedua sahabat nya itu.
rayn dan rio saling melihat satu sama lain bingung dengan pikiran masing masing.
''ahahaha sudah lah ayo kita masuk kelas''ucap rafael mencairkan suasana.
....
''felisia!!''panggil seseorang yang membuat felisia dan qila menoleh.
''oh kak rayn ada apa ya?'tanya felisia.
''aku sedikit khawatir tentang tantangan wila,jadi aku berniat untuk mengajari mu ilmu bela diri''ucap rayn hati hati.
''waaah di ajari sama kak rayn boleh juga''ucap felisia senang.
"kenapa harus belajar lagi,kan sudah mahir"gumam qila melihat sahabat nya itu.
felisia mengedip kan mata nya pada qila,qila kemudian mengerti arti dari tatapan felisia.
"baik lah lebih baik kita belajar nya di rumah ku saja kamu setuju kan?"tanya rayn yang di anggukan felisia dengan ragu ragu.
....
"wah ini rumah kak rayn indah sekali"ucap felisia yang membuat rayn tertawa kecil.
"ia ayo masuk"ajak rayn.
....
"wah anak mama bawa putri siapa ini"tanya Qia terkejut melihat wanita cantik dan imut yang ada di sebalah rayn dengan tersenyum manis.
"astaga cantik sekali apa kau seorang putri sayang??"tanya Qia heran dan langsung menarik tangan felisia