
''terima kasih''ucap felisia tersenyum ikhlas yang terlihat manis.
pipi rafael memerah tiba tiba
''dia tersenyum pada ku,cantik sekali''gumam rafael tanpa sadar memuji felisia.
"apa kau tidak kedinginan?"tanya felisia pada rafel.
"tidak,dan jangan berpikir kalau aku peduli pada mu,aku hanya kasihan saja"jawab rafael ketus
"ya aku tau itu"jawab felisia menjadi ketus.
"apa di sekitar sini tidak ada taxi?"tanya rafael.
"tidak ada kalau ada pun mereka tidak akan mau,"
ctar....cetir....langit bergemuruh dan semakin gelap pertanda hujan akan turun.
"sial"gumam rafael.
hujan mulai turun dari gerimis menjadi deras dengan lampu lampu jalan yang hidup cerah dan lampu lampu rumah dan toko yang mereka lewat.
"kita berhenti di toko ini saja"ajak rafael.
"tidak lebih lanjut saja rumah ku sudah dekat dari sini,lagian sudah basah kuyup juga, kau berhenti di toko itu saja"ucap felisia di bawah deras nya hujan.
"tidak perlu aku akan mengantar mu sampai ke rumah"ucap rafael.
"tidak perlu,kau tunggu lah taxi di sini,kalau di sini taxi sering lewat"ucap felisia.
rafael menatap felisia yang arti nya perkataan nya tidak bisa di bantah.
"terserah kau saja"ucap felisia dan lanjut berjalan.
rafael jongkok di depan felisia.
"naik aku akan menggendong mu"
felisia yang memang lelah naik ke punggung rafael dan memeluk leher nya.
rafael berjalan sambil menggendong felisia.
"apa gadis rubah ini tertidur"gumam rafael melihat felisia yang tertidur di pundak nya sambil memeluk leher nya.
"dia terlihat cantik jika tertidur"gumam rafael tersenyum kecil.
"kakek, feli kedinginan"ucap felisia tiba tiba.
"apa dia mengigau"tanya rafael pada diri nya sendiri.
●●●
rafael dan rio seperti biasa mereka akan ke lap ipa jika istirahat
"kak rafael maaf ya itu jaket nya belum kering"ucap felisia menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
"tidak apa apa,tidak usah di kembalikan"jawab rafael ketus hendak berjalan.
"tunggu apa kak rafael sakit kenapa terlihat pucat,pasti karna semalam kan"tanya felisia dengan wajah khawatir.
"ekhem..." dehem rio.
"gadis rubah ini kenapa dia tampak khawatir,bagaimana pun juga ini semua karna dia dasar gadis pembawa sial"gumam rafael memperhatikan felisia yang ada di depan nya.
"aku akan mengantar mu ke ruang uks"ucap felisia menarik tangan rafael.
"tidak perlu aku bisa sendiri"jawab rafael dan berlalu meninggal kan felisia.
"ya sudah lah"ucap felisia sedikit sedih.
....
"kenapa begitu lama apa karna kau takut"ucap wila pada felisia yang baru saja sampai.
"huuuuuuuuu!!!"riuh para siswa siswa yang menanti kan pertarungan felisia dan wila.
"jika kau takut kau bisa mengalah sekarang"ucap wila sombong.
"sayang nya tidak"jawab felisia tersenyum sinis.
"bagus"sinis wila.
mereka membri hormat satu sama lain.
"hiaaaaa"wila mengangkat kaki nya panjang hendak menendang felisia.
"entah kenapa aku tidak enak dengan rafael karna aku dia jadi sakit"gumam felisia tidak fokus.
aaaau.....karna tidak fokus tendangan wila tepat di pundak felisia.
"baru awal saja kau sudah terjatuh"sombong wila.
"huuuuuuuu wila wila wila"ucap orang orang riuh.
"tidak ada yang pernah menyentuh ku tapi kau begitu berani aku akan mematah kan tulang mu sekarang"ucap felisia dengan aura yang berbeda membuat wila terkejud.
"hiaaa....hek"felisia melompat dengan dua gerakan sekaligus yang membuat tulang kaki dan tangan wila remuk.
"aaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!.."teriak wila histeris merasakan kesakitan.
semua orang yang ada di sana terkejut tidak di sangaka gadis yang imut cantik dan elegan begitu ganas dan keren.
"waaaaaau felisiaaaaaaaaaa aku pada mu"teriak orang orang