
''hah kalau pun kau mengintip aku yang rugi,lho ke sini mau ngapain''tanya rafael tiba tiba berubah ekspresi.
''mau membunuh orang''ketus felisia meletakan rantangan kecil di atas meja.
''apa ini''tanya rafael mengambil rantangan kecil itu.
''itu bubur yang ku buat sendiri,coba deh kamu pasti bakal sukak''ucap felisia tiba tiba berubah menjadi semangat.
''gadis rubah ini semangat sekali''gumam rafael tersenyum tipis.dan memandangi rantangan kecil itu.
"kenapa ? apa kau tidak nafsu melihat nya?"tanya felisia dengan wajah yang sedikit kecewa.
"huuff apa dia kecewa"gumam rafael memandangi wajah felisia yang di tekuk.
"imut"tanpa sadar rafael mengucap kan kata itu.bahkan ia sendiri terkejut.
"astaga apa yang baru saja ku ucap kan"gumam rafael merasa malu.
"baru tau kalau aku imut heh"ucap felisia tertawa kecil.
"jangan tertawa aku mengatakan rantangan nya yang imut bukan kamu"ketus rafael.
"apa kau tidak menyukai bubur nya,kalau tidak aku akan membawa nya pulang qila pasti mau menampung nya"ketus felisia ingin mengambil kembali rantangan itu.
"eh enak aja main mau bawa pulang,bagai mana aku bisa memakan nya tangan ku sakit"ucap rafael.
"apa tangan mu juga ikutan sakit?"tanya felisia serius mengamati tangan rafael.
"jangan banyak nanyak cepat suapi aku"suruh rafael dengan nada ketus.
"ok felisia kamu harus tahan emosi,dia sakit karna kamu jadi turuti aja kemauan nya dulu"gumam felisia meredakan emosi nya.
"hhhhhah...buka mulut mu"ucap felisia menyuap rafael.
"bubur ini benar benar lezat sekali,ini.... aku belum pernah menemukan bubur selezat ini"gumam rafael.
....
"karna kau telah selesai aku akan pulang dulu"pamit felisia.
"akh.....kepala ku"ringis rafael memegangi kepala nya.
melihat hal itu felisia menjadi sangat panik
"apa kepala mu sakit???aku akan memanggil dokter"ucap felisia dengan terburu buru.
"gadis rubah ini panik sekali"gumam rafael entah kenapa perasaan nya sedikit senang.
"tidak usah,cukup kompres saja"ucap rafael yang masih memegangi kepala nya.
felisia dengan cepat mengambil kompres dan mengompres rafael hingga tertidur.
.....
"felisia ayooo nanti kita akan terlambat masuk kelas"qila menggoyang goyang kan tubuh felisia yang masih tertidur pulas.
"5 menit lagi ku mohon"ucap felisia dengan mata yang masih tertutup.
"astaga fel dari tadi lho kamu bilang 5 menit mulu"kesal qila tanpa henti nya menggoyang kan tubuh felisia.
....
"felisia kamu di panggil ke ruang kepala sekolah"ucap seorang siswa
"baiklah"jawab felisia santai berjalan menuju ruang kepala sekolah.
....
tok...tok....
"permisi pak,bapak memanggil saya?"tanya felisia sopan.
"felisia? silah kan masuk"ucap kepala sekolah itu.
"ada ya pak?"tanya felisia.
"saya dapat laporan dari siswa kalau kamu membuat onar sampai sampai kamu dan seorang siswa berkelahi hingga tulang nya patah"ucap kepala sekolah mentap tajam felisia.
"maaf pak itu bukan masalah yang besar,adik saya yang terlalu memperbesar kan masalah pak"ucap seorang siswa tiba tiba.
"raina!!''ucap kepala sekolah.
''saya tau pak adik saya yang melapor kan masalah ini,mungkin ada kesalah pahaman''ucap raina permisi dan di ikuti felisia.
....
''tunggu''ucap felisia.
''aku bukan menyelamat kan mu,aku hanya tidak mau di katakan mengandal kan kekuasaan orang tua''ucap raina dingin dan meninggal kan felisia.
''lumayan juga''ucap felisia tersenyum sinis.
''ekhem"dehem seseorang membuat felisia berbalik.
''eh kak rayn''
''hai felisia sedang apa kau di sini?''tanya rayn.
''gk ngapa ngapain''jawab felisia tersenyum manis.
deg...jantung rayn berdetak kencang melihat senyum felisia