
''ratu ada kabar gembira''ucap seorang pelayan ngosngosan.
''ada apa''tanya sang ratu.
''tuan putri felisia sudah mau keluar dari kamar nya,dan menampakkan diri nya''ucap pelayan itu senang.
''benar kah''ucap sang ratu berbinar dan segera berlari menaiki anak tangga.
''putri ku,sudah 6 tahun kau tidak mau bertemu dengan ku''gumam sang ratu terus berlari.
....
brak......
pintu terbuka lebar menampakkan seorang wanita paruh baya yang masih awet muda.
"bunda"ucap felizia terkejut.
wanita itu yang tak lain adalah ratu sendiri dan menghambur memeluk erat putri nya,mencium wajah serta rambut putri nya itu.
"bunda.."felizia tak mampu berkata apa apa lagi.
"maafin felizia bund,selama ini tidak terima keadaan hiks"felizia menangis tersedu sedu di pelukan sang bunda.
"bunda ngerti hiks"ucap sang ratu tersedu.
"bunda,apa boleh felizia ikut pesta perjodohan kakak?"tanya felizia dengan mata berbinar.
"ten..."belum sempat sang ratu menjawab seseorang dari balik pintu langsung menyanggah dengan tegas..
"tidak bisa"ucap orang itu yang tak lain adalah sang raja.
"apa yang kamu katakan?"tanya ratu mendekati raja dengan berbisik.
"kalau putri kita keluar,dia hanya akan bahan tawa orang lain,dan aku tidak mau hal itu terjadi"ucap sang raja pelan namun tegas.
"kamu keterlaluan yang mulia"geram sang ratu marah pada raja.
sedang kan felizia yang berada di kursi roda tertunduk menatapi kaki nya dan tanpa di sadari nya bulir bulir bening mulai menetes.
"aku mengerti ayah,aku tidak akan muncul di mana pun lagi,aku tidak akan membuat ayah malu"ucap felizia mendorong kursi roda nya sendiri menjauh dari kedua orang tua nya itu.
sang ratu berlari menghampiri putri nya
"ayah hanya ingin yang terbaik untuk mu sayang"ucap sang ratu terisak.
"aku tau bunda"ucap felizia menghapus air mata nya.
"bunda aku ingin sendiri"ucap felizia.
"felizia..."
"bunda ku mohon hiks.."sanggah felizia cepat.
sang ratu langsung keluar melewati raja yang masih berdiri di ruangan felizia.
"maaf kan ayah"ucap sang raja langsung keluar.
semua orang tidak tau kalau penyebab kelumpuhan felizia adalah ulah dari putri frenzi,yang mereka tau kalau putri felizia kecelakan yang parah saat di negara A hingga membuat nya lumpuh.
....
"wah itu putri frenzi kan cantik sekali"
"ia benar benar anggun"
"aku pernah bertemu dengan putri felizia,dia jauh lebih cantik dan juga imut"
"ia rendah hati lagi"
"beda dengan putri frenzi yang sombong"
"aku ingin melihat tuan putri cantik ku"
"ia sudah lama aku tidak melihat nya"
"kenapa...,kenapa kamu selalu saja di sukai banyak orang,selalu membanding banding kan ku,bahkan di hari perjodohan ku selalu saja kamu yang di puji orang,aku selalu membenci mu karna alasan ini,aku membenci mu felizia,semua yang kau punya akan ku rebut apapun itu bahkan orang orang yang selalu memuji mu akan ku rebut,aku akan membuat mu menderita karna tidak mempunyai apa apa lagi,ini hanya permulaan saja"geram frenzi tetap berjalan anggun.
"wah lihat dia sangat cantik"bisik rio di telinga rafael.
tapi rafael sama sekali tak tertarik wajah nya tetap datar tanpa ekspresi.
....
"kakek,kenapa kakek tidak ikut pesta perjodohan kakak?"tanya felisia pada sang kakek yang terus menjaga nya.
"kakek tidak tertarik"ucap sang kakek.
"kakek bagaimana pun juga,kak frenzi adalah cucu kakek,jadi kakek harus kesana,nanti kak frenzi sedih"ucap felisia memohon agar kakek nya menghadiri pesta perjodohan frenzi.
"kakek tau,tapi bagaimana dengan cucu kakek yang satu ini"tanya sang kakek tidak rela meninggal kan felizia.
"aku tidak apa apa kek"ucap felizia tersenyum.
"baik lah" ucap sang kakek.
....
"aku ingin lihat pesta perjodohan kakak"gumam felizia mendorong kursi roda nya.
"tuan putri..,putri mau kemana?"tanya seorang pelayan yang melihat felizia menuju pintu.
"aku ingin lihat pesta kakak,dari jarak jauh"ucap felizia.
"kalau gitu,biar saya saja yang membawa putri"ucap pelayan itu mendorong kursi roda felizia.
....
"rafael bukan kah putri frenzi cantik"goda tara sang mama.
frenzi mendekat ke arah rafael dan merangkul nya,dan tersenyum manis.
rafael memaling kan mata nya ke arah lain namun tiba tiba pandangan nya berhenti melihat 2 orang di atas tangga.
namun wajah nya terlihat samar samar.
"siapa wanita yang duduk di kursi roda itu? apa kah itu putri bungsu yang di katakan lumpuh itu?"gumam rafael memperjelas tatapan nya.
"mmm....itu aku akan ketoilet"ucap rafael melepas kan tangan frenzi yang merangkul nya tanpa melepas kan pandangan nya pada wanita yang berada di atas tangga.
like komen rate vote and share