
''wah apa kah ini bubur khas kerajaan belanda,ini benar benar enak sekaliiiii''qila berbunga bunga saat memakan bubur yang baru saja di masak felisia.
''hmmm ia khusus nya hanya bubur untuk ku''ucap felisia dan keluar dari rumah itu.
''kenapa dia begitu terburu buru,dan untuk siapa bubur itu????''tanya qila pada diri sendiri.
....
''ku rasa ini adalah rumah nya''ucap felisia sambil melihat handphone nya.
''non mau cari siapa?''tanya seorang penjaga gerbang.
''saya temen nya rafael pak,mmmmmm..... itu aku mau jenguk dia ''ucap felisia cengengesan mulut nya teras gatal menyebut kan teman.
seorang wanita yang terlihat elegan dan cantik berjalan ke arah gerbang yang tak lain adalah tara.
''ada apa ini pak?''tanya nya.
''apa ini kakak rafael''gumam felisia.
"ini nona ini kata nya temen tuan rafael mau jenguk tuan"jawab pak penjaga itu.
felisia tersenyum canggung saat tara melirik ke arah nya.
"wooooah sejak kapan putra ku memiliki teman secantik dan seimut ini,sebentar apa dia pacar nya"gumam tara terpukau dengan kecantikan felisia.
"cantik,imut,tinggi,hitam manis,ideal,rambut pendek ,putra ku memiliki selera yang bagus juga ternyata aaaaa"tara mengelilingi tubuh felisia dengan teliti dan mengamati segala nya.
felisia yang seperti di intimidasi hanya bisa menelan salvina nya dengan susah payah.
"ayo masuk sayang,rafael memang lagi sakit bahkan ia tidak mau makan"ucap tara tiba tiba berubah dengan wajah yang tidak bisa di jelaskan.
"ku kira aku akan di telan mentah mentah"gumam felisi lega.
"apa ini makanan yang kau buat,untuk rafael??"
"ia tante ini bubur"ucap felsia
"waah ternyata pintar memasak juga cocok sekali"gumam tara girang.
"katakan sejak kapan kalian berteman oh tidak maksud ku sejak kapan kalian pacaran???"tanya felisia kegirangan memegang pundak felisia.
"what pacaran?????"gumam felisia.
"oh itu tante...."
"akh jangan malu malu gitu sayang,tante juga pernah muda"ucap tara mencubit pipi felisia manja.
"sudah salah paham"gumam felisia pasrah.
"kamu tenang saja,rafael itu orang yang paling setia"
''awas saja aku pasti akan memarahi nya"tara tanpa henti henti nya bicara sepanjang perjalanan ke kamar rafael.
"oh ia sayang jika rafael memarahi mu bilang ke tante ya"
"akh ia tante"ucap felisia yang hanya bisa tersenyum.
"masuk lah tante tidak mengganggu kalian"ucap tara tersenyum nakal dan meninggal kan tara di depan pintu kamar rafael.
hmmmmm....huh...felisia menarik nafas dalam dan membuka pintu kamar itu.
....
rafael hendak turun dari tempat tidur tapi dengan kepala nya yang terasa masih berputar putar membuat nya hampir terjatuh.
di saat yang sama felisia membuka pintu dan terkejut melihat rafael yang sempoyongan hampir terjatuh.
"rafael!!!"felisia berlari ke arah rafael dan menopang lengan nya.
rafael menatap felisia lekat.
"kamu tidak apa apa"tanya felisia menatap rafael ala hasil mata mereka bertemu beberapa menit.
"lepas!!"sentak rafael.
"tidak,aku akan mempobong mu,agar tidak jatuh"ucap felisia berisi keras.
rafael tersenyum licik.
"aku mau ke toilet"jawab rafael cepat.
"ahahaha itu kau sendiri saja kalau gitu"ucap felisia tertawa paksa.
"tidak kau harus mengantar ku,bukan kah nanti aku bisa jatuh dan kepala ku bisa terhentak ke dinding"ucap rafael dengan wajah memelas.
"aku ia baik lah"ucap felisia pasrah.
....
pipi felisia masih memerah dan terasa panas.
"kenapa pipi mu memerah begitu"tanya rafael polos.
"oh atau jangan jangan tadi kamu mengintip ya"tanya rafael tersenyum devil.
"mana ada"selang felisia semakin memerah.
"ahahahahahahaha"rafael tertawa puas mengerjai felisia.