LOVE THE ROYAL PRINCESS

LOVE THE ROYAL PRINCESS
felisia tertembak



''naik''ucap rafael melihat felisia menggilgil dan pucat.


felisia menurut dan keluar dari kolam berenang dengen sangat kedinginan.


seketika wajah rafael merona sekaligus kagum.


bagaimana tidak felisia yang sekarang basah kuyup memperlihat kan bentuk tubuh nya yang indah,dengan pakaian nya yang transparan memperlihatkan bra kecil yang ia kenakan,membuat rafael tidak sanggup melihat nya.


ia dengan cepat memaling kan wajah nya dari tubuh indah felisia.


''pakai handuk itu''ucap rafael tanpa melihat ke arah felisia.


felisia yang tidak tau apa apa dan tidak sadar dengan pakaian nya saat ini bingung dengan sikap rafael saat ini.


....


"kenapa bisa kabur!!!!"bentak frenzi yang emosi nya meluap luap.


"maaf putri"


"saya tidak mau tau,cepat cari felizia sampai ketemu"teriak frenzi.


"aku bahkan belum sempat melihat gadis nakal itu,berani berani nya dia kabur"geram frenzi.


...


"*aku tau sekarang mereka pasti sangat sibuk mencari ku,tunggu sebentar bukan kah para pengawal semalam mereka adalah pengawal frenzi apa jangan jangan frenzi ada di negara ini* "felisia terkejut dengan pikiran nya sendiri.


"ini gawat pasti dia mempunyai niat lain kenapa mencari ku"


....


rafael mencari cari keberadaan felisia tapi ia tak menemukan nya sama sekali.


"apa dia pergi?"gumam rafael berfikir.


"akh sudah lah kalau dia memang pergi biar kan saja"ucap rafael.


....


"felisiaaaaa!!! hiks hiks,ku kira kamu pergi meninggal kan ku"qila memluk erat felisia yang baru saja datang.


"maaf membuat mu khawatir"ucap felisia membalas pelukan qila.


"katakan dari mana saja kau"ucap qila dengan nada marah dan kesal.


"cerita nya panjang,kita masuk aku akan menceritakan nya"ajak felisia.


....


"aku akan memastikan besok kau akan datang sendiri gadis nakal"ucap frenzi tersenyum iblis.


"laksanakan rencana,tapi jangan sampai membunuh nya"suruh frenzi pada pengawal nya.


"baik tuan putri"ucap mereka serentak.


....


"ternyata kalian juga ada di sini"ucap rayn melihat felisia dan qila di taman.


"haha ia,denger denger makanan di sini enak enak"jawab felisia.


"astaga apa kah rafael juga ada di sini mati lah aku"gumam felisia ketakutan menoleh sekeliling,melihat keberadaan rafael.


tiba tiba mata nya menangkap seorang yang tak asing dan langsung terkejut.


"frenzi tidak"felisia menutup mulut nya tidak percaya.


frenzi membri kode pada felisia untuk menyerah dan ikut dengan nya.


"qila kak rayn aku ke sana sebentar"ucap nya dan menghampiri frenzi.


....


"hai saudara ku yang cantik sudah lama tidak melihat mu"ucap frenzi mencubit pipi felisia.


"jangan sentuh aku"geram felisia menepis tangan frenzi.


"kalau tidak boleh menyentuh mu apa boleh menyentuh nya"ucap frenzi dengan senyum licik.


"rafael"ucap felisia melihat ke arah yang di tunjuk frenzi.


"apa yang ingin kau lakukan pada nya"felisia mencengkram kerah frenzi.


"sudah terlambat saudara ku yang nakal ahahahaha"frenzi tertawa senang karna bisa membuat frenzi marah.


"lakukan"ucap frenzi pada pengawal yang sudah menyiap kan pistol tepat ke arah rafael yang berada di seberang sana tidak jauh dari mereka dan tidak jauh dari rafael.


"tidaaaaaaaak"teriak felisia berlari ke arah rafael.


rafael yang mendengar teriakan felisia menoleh ke belakang dan melihat felisia yang berlari kencang ke arah nya.


"rafaeeeel"teriak felisia yang berlari cepat dan menghambur kepelukan rafael dan.


doooor.........tembakan yang di lakukan oleh pengawal itu tepat sasaran mengenai punggung felisia.


orang orang yang ada di sana ketakutan dan berlarian.


rafael yang baru sadar terkejut.



"gadis rubah"ucap rafael lirih memeluk felisia erat air mata nya menetes.


"haha ken...napa ka...u men...angis"ucap felisia yang tak sanggup berbicara lagi.


"kenapa kau melakukan ini"tanya rafael air mata nya sudah tak tertahan.


"han....nya ba...las budi saja"ucap felisia sebelum kesadaran nya menghilang.


"ja...g..ga d...i...i..ri mu ba...ik baik terima kasih tel....ah mem....bri ku ke..ha....ngatan me....ski ha...nya seb....entar"ucap felisia sebelum kesadaran nya menghilang.


"felisiaaaaaaaaaaaaaa"teriak rafael memeluk tubuh felisia yang berlumuran darah dan tak sadar kan diri lagi.


qila dan rayn yang mendengar itu menoleh bersamaan melihat rafael yang memeluk seorang yang berlumuran darah.


deg.....seketika kaki qila lemas, rasa nya ia susah bernafas.


"felisia"setetes air mata jatuh di wajah nya.


rayn dengan cepat berlari ke arah felisia dan rafael saat ini.


"felisiaaaaaaaaaaaaa"qila berlari ke arah rafael yang sedang memeluk seorang gadis yang ia yakin kalau itu felisia.


melihat gadis yang di peluk rafael benar benar felisia lutut nya benar benar lemas dan tak berdaya,rafael dengan cepat menggendong felisia dan masuk ke dalam mobil,dengan rayn yang menyetir.


kaki qila yang sekarang tak sanggup lagi menopang tubuh nya langsung terjatuh,dengan tangsi tersedu sedu.


....


''bagaimana bisa kalian salah sasaran!!!!!''teriak frenzi pada pengawal nya,yang ia suruh untuk menembak rafael.


''maaf tuan putri,putri felisia lah yang berdiri di depan pria itu,sehingga mengenai nya''ucap pengawal itu.


"bagaimana ini padahal aku sudah menyusun rencana dengan baik baik,karna peluru itu mempunyai racun ,dan hanya aku yang mempunyai penawar nya"gumam frenzi.


"sekarang bawa felisia ke mari,sekarang nyawa nya sedang dalam bahaya"perintah frenzi.