
"apa kamu merasa,pria itu berjalan ke arah kita"tanya felizia pada pelayan nya.
"benar putri,dia semakin mendekat ke arah kita"ucap pelayan itu.
"kembali"ucap felizia.
"akh baik putri"ucap pelayan itu buru buru mendorong kursi roda felizia.
"tunggu!!!"teriak seorang pria membuat pelayan itu berhenti.
pria itu yang tak lain adalah rafael varadex semakin mendekat ke arah pelayan itu.
segera pelayan itu mendorong kursi roda felizia dan berlari secepat mungkin.
rafael dengan cepat mengejar mereka namun tiba tiba tangan nya di tarik oleh seseorang.
"raf..,lhu ngapain di sini?"tanya rio.
"apaan si lho"tepis rafael mencari cari kemana pelayan itu mendorong kursi roda.
"nyari apa?"tanya rio lagi.
"sudah lah"ketus rafael dan kembali menuruni tangga.
....
"raf tadi lho nyari apa sih? sampai sampai di acara lho sendiri,gak fokus gitu"tanya rio penasaran.
"tadi di atas tangga aku melihat seorang pelayan yang mendorong kursi roda,dan aku yakin yang di kusri roda itu adalah putri bungsu itu"jelas rafael.
"udah lah raf kalau lhu nemu putri bungsu mau lhu apain,toh juga lho udah resmi di jodoh kan dengan putri tertua kerajaan ini"ucap rio santai.
"benar juga,tapi kenapa aku sangat ingin bertemu dengan putri bungsu itu"gumam rafael .
....
"selamat pagi"ucap frenzi yang tiba tiba masuk kamar rafael dan rio.
"apa pantas seorang perempuan masuk ke kamar seorang lelaki?"tanya rafael dengan tatapan dingin dan tidak suka.
"ma..ma..maaf,tapi kan kita sudah resmi di jodoh kan,jadi kurasa itu tidak apa apa"ucap frenzi menunduk dengan tampang sedih
"aish...keluar lah"suruh rafael cepat.
frenzi dengan perasaan kecewa langsung keluar
....
"putri ini sudah pagi,apa putri ingin sarapan?"tanya pelayan felizia.
"aku sudah lama tidak melihat keadaan di luar,sebenar nya aku ingin sekali keluar meski hanya di sekitar istana"ucap felizia membayang kan.
"apa perlu saya meminta ijin raja tuan putri"tanya pelayan itu.
"aish..tidak perlu,ayah tidak akan mengijin kan nya"ucap felizia kembali mengingat ucapan sang ayah kemarin malam.
"kalau ingin keluar tidak apa apa"ucap seseorang tiba tiba.
"ayah"felizia terkejut melihat raja berada di kamar nya,tapi sang raja dengan langsung pergi meninggal kan kamar felizia.
"ayah pasti tidak menyukai ku lagi,karna menganggap kalau aku hanya menjadi aib keluarga"gumam felizia tersenyum sinis.
....
"akhir nya setelah 6 tahun tuan putri bisa kembali menghirup udara yang segar"hibur pelayan itu karna melihat wajah felizia yang murung.
....
"saat aku kecil ini adalah tempat latihan ku,dimana aku belajar bela diri,belajar panah,pedang"gumam felizia memperhatikan tempat latihan nya.
"aku mau busur dan anak panah"ucap felizia dan pelayan nya segera mengambilkan nya.
tap.....
tap.....
tap.....
tap....
tap....
5 anak panah yang felizia lepas kan tepat pada titik tengah.
"wah ternyata putri felizia masih hebat seperti dulu"ucap pelayan itu senang.
"wah gila gadis itu dengan duduk saja bisa memanah dengan tepat sasaran"ucap rio yang duduk bersama rafael di balkon kamar mereka.
rafael menoleh ke arah yang di tunjukkan rio
"dia bukan sedang duduk biasa,seperti nya dia lumpuh duduk di kursi roda begitu"ucap rio semakin memperhatikan.
"benar"ucap rafael terkejut dan segera meninggal kan rio.
"bro tunggu gue"teriak rio mengejar rafael.
....
"putri tempat ini seperti nya sudah buruk,sebaik nya kita cepat pergi dari sini"ucap pelayan itu.
"ambil kan aku air"ucap felizia dengan tatapan kosong.
"baik putri tunggu sebentar"ucap pelayan itu buru buru.
"meski aku hidup di dunia ini,tidak ada guna nya hanya menjadi beban dan aib keluarga,jadi untuk apa aku hidup,terima kasih ayah bunda kakek dan semua nya selama di dunia ini aku hidup bahagia karna ada nya kalian"gumam felizia mentikan air mata nya dan mengarah kan anak panah nya ke atas tepat nya sebuah kayu yang terlihat besar tapi terlihat sudah buruk.
tap....anak panah tepat mengenai sasaran kayu buruk itu.
"putriiii!!!!!!!"teriak pelayan nya dari kejauhan melihat sebuah kayu besar akan menimpa felizia,ia berlari sekencang kencang nya,
BRUUK.......
"tuan putri!!!!"sang pelayan menangis tersedu sedu berusaha mengangkat kayu besar itu.
"tolong!!!!!"teriak nya,dan pera pengawal yang berada di sekitar berlarian.
"tuan putri tertimpa kayu ini"ucap pelayan itu kepada para pengaw.
mereka segera mengangkat kayu itu dan betapa terkejut nya mereka melihat seorang pria memeluk felizia sehingga yang tertimpa dan terluka bukan felizia melain kan pria itu.
....
"bagaimana ini bisa terjadi,aku tidak ingin terjadi apa apa pada putra kita"tangis tara di pelukan veron.
"tenang lah,putra kita akan baik baik saja"ucap veron menenang kan istri nya itu.
like komen rate and share kalau berkenan kasih vote atau tip nya😆
thank you semoga kalian suka bab ini