LOVE THE ROYAL PRINCESS

LOVE THE ROYAL PRINCESS
Cemburu



''kita kantin yuk''ajak rayn.


''ok tapi kak rayn yang traktir yak''ucap felisia terkekeh.


''aman''jawab rayn terkekeh sambil mengusap rambut pendek felisia.


mereka tertawa sepanjang perjalanan ke kantin


seseorang yang menatap mereka dari kejauhan merasa sedikit tidak senang dengan kedekatan mereka.


....


saat akan masuk kelas felisia melihat rafael yang juga akan masuk ke kelas nya.


"rafael tunggu"ucap felisia dan berlari ke arah rafael.


rafael memutar badan nya dengan malas dan dengan wajah tidak senang.


"kamu udah sembuh?"tanya felisia.


"seperti yang kamu lihat''ucap rafael dengan wajah datar.


"kamu belum makan kan?ini sarapan buat kamu,kebetulan aku belum lapar jadi sarapan ku buat kamu aja"ucap felisia menyodor kan tempat makanan nya ke rafael dengan semangat dan senang.


"karna lho udah sarap bareng rayn kan,lagian sarapan mu itu bukan level ku melihat dari luar saja tidak selera, bisa bisa perut ku sakit memakan nya,lebih baik kasih kucing saja sana"decih rafael berbalik meninggal kan felisia


felisia menatap rafael dengan marah ia sedih mendengar ucapan rafael.


"kalau ia kenapa?,bukan urusan kamu kan lagian aku ikhlas kok kasih sarapan ku buat kamu kalau gk mau ya gakpp gak usah ngehina sarapan ku,benar juga lebih baik kasih kucing,sarapan ini terlalu murahan untuk orang kaya kayak kamu"tanpa di sadari air mata nya jatuh dan langsung pergi.


rafael sedikit melirik dan masuk ke kelas nya


....


"felisia kamu kenapa dari pulang sekolah kamu keliatan murung terus"tanya qila.


"hiks salah ya qil kalau kita kasih sarapan ke orang lain"tanya felisia dengan mata yang memerah.


"kenapa jadi nangis"qila memeluk felisia.


felisia menceritakan kejadian tadi pagi saat akan masuk kelas.


qila membelai rambut pendek felisia


"sabar fel orang kaya emang gitu"ucap qila.


"setidak nya jangan menghina "geram felisia.


qila tertawa


"kenapa ketawak"tanya felisia cemberut.


"lucu aja,baru pertama kali lho aku liat kamu nangis hahahaha"qila tertawa terbahak bahak.


....


"maaf putri kami belum dapat melacak keberadaan putri felizia"


"benar benar tidak bisa di andal kan"geram frenzi dan bangkit dari duduk nya.


"dasar bocah nakal,kemana cobak pergi nya"kesal frenzi memukul dinding yang ada di samping nya.


....


"apa aku terlalu kasar bicara sampai sampai gadis rubah yang selalu tegar itu menangis"gumam rafael menatap langit langit kamar nya.


"woi brooo napa lhu"tanya rayn tiba tiba muncul


"paan sih buat orang kaget aja"ketua rafael.


"yoo lagi mikirin apa"tanya rayn menyipit kan mata nya.


"keluar gue mau tidur"ucap rafael memakai selimut nya,rayn dengan cepat masuk selimut rafael.


"ngapain lho di sini?"tanya rayn.


"tidur"jawab rayn singkat dan langsung menutup mata nya.


rafael menarik nafas panjang dan ikut tertidur.


....


rafael menghalangi jalan felisia yang mau masuk ke dalam kelas.


"minggir"ucap felisia tanpa menatap wajah rafael.


"aku minta maaf''ucap rafael cepat seperti angin.


"minta maaf buat apa?"tanya felisia menatap wajah rafael.


"soal semalam"ucap rafael.


"gk perlu"ucap felisia mendorong rafael dan dengan cepat masuk ke kelas.


....


brak......wila memukul meja felisia dengan keras


"lho tu ya gk tau malu banget,udah miskin jelek gk tau diri banget lagi , deketin rafael hah"ledek wila.


"hello sadar diri ya lihat perbedaan kalian yang benar benar jauh"decih wila lagi.


"gue kasih lhu kesempatan,buat jauhin rafael karna rafael hanya milik gue,kalau gk kamu akan tau akibat nya"ancam wila dengan wajah sombong dan langsung meninggal kan felisia.


"sebaik nya aku tidak perlu mencari masalah dengan nya"gumam felisia dengan wajah malas.