LOVE THE ROYAL PRINCESS

LOVE THE ROYAL PRINCESS
penyelamat



''di mana ini?''tanya nya memegangi kepala nya yang pusing.


''syukur lah''ucap mereka berdua lega melihat rafael sudah sadar kan diri.


''ini di rumah sakit fel''jawa rayn.


''rumah sakit?di mana felisia?''tanya nya langsung duduk dan menjadi panik.


''felisia?''tanya rayn bingung.


''gue harus cari felisia dia dalam bahaya''ucap rafael buru buru turun dari tempat tidur.


''fel lho lagi sakit,biar kita aja yang cari felisia''cegah rayn.


''lepasin''bentak rafael.


''felisia dalam bahaya dia akan di bunuh oleh orang orang itu''bentak rafael lagi membuat rayn dan rio terkejut tidak percaya.


''apa maksud kamu raf''tanya rayn menatap rafael dengan tatapan khawatir.


''cerita nya panjang,yang terpenting kita harus cari felisia dan menyelamat kan nya''ucap rafael.


''ok kita cari felisia sekarang''ucap rayn.


.....


setelah seharian mereka mencari tetapi hasil nya nihil,mereka sama sekali tidak menemukan jejak felisia.


''ini semua gara gara gue,kalau aja aku gk lemah jadi cowok,felisia gak bakal di bawa mereka''ucap rafael meremas rambut nya merasa bersalah.


''fel jangan salahin diri lho sendiri,felisia pasti baik baik aja''ucap rayn memukul pundak rafael.


''kita cari besok lagi,kita laporin polisi sekarang''saran rio.


....


''tuan putri besok kita akan kembali ke istana,sekarang makan lah''ucap seorang pelayan wanita dengan penuh hormat.


''aku tidak lapar''jawa felisia tidak bertenaga dan lemah.


''apa rafael baik baik saja,aku ingin melihat nya''gumam felisia tiba tiba bulir bening menetes dari bola mata indah nya.


"tuan putri jangan sedih,perjodohan masih bisa di tunda kok jadi jangan terlalu di pikir kan"ucap pelayan itu lembut.


"baik lah tuan putri makan ya,makanan nya bibi letak di sini"ucap pelayan itu dan keluar dari kamar felisia.


"hiks hiks aku gk mau di jodohin aku mau bebas,hiks"ia menumpukan wajah nya di lutut dengan isakan tangis.


"maafin gue qila,gw pulang tanpa pamit ke lho,aku janji akan kembali,jaga diri lho baik baik"ucap felisia dalam hati nya.


"terima kasih negara A memberi ku kehangatan meski hanya sebentar"gumam nya menatap keluar jendela.


ia terkejut melihat sesuatu yang bergerak gerak di balik jendela kamar nya.


ia semakin mendekat ke arah jendela dengan hati hati,tapi betapa terkejut nya ia melihat siapa orang yang di balik jendela itu.


"rafael"ucap nya tak percaya mata nya yang sudah sembab kembali menitikan air mata.


"bukain jendela nya"ucap rafael mengetok ngetok kaca itu.


felisia dengan cepat membuka jendela itu dan menarik tangan rafael.


"kamu bodoh ya,kamu manjat kemari ingin bunuh diri"marah felisia.


tanpa mendengar ocehan felisia rafael langsung memeluk felisia dengan erat,senang lega bahagia itu yang ia rasakan saat ini.


"felisia membalas pelukan rafael dengan tangis nya yang sudah ia tahan sejak siang tadi.


"kamu baik baik saja kan"ucap rafael melepas kan pelukan nya dan memegang wajah felisia memperhatikan setiap inci apakah ada luka.


"aku baik baik saja"ucap felisia tersenyum senang.


"kita harus cepat pergi dari sini"ucap rafael menarik tangan felisia,tetap felisia tak bergerak sama sekali tatapan nya kosong.


"fel percaya sama aku,kita akan baik baik saja"ucap rafael tersenyum memberi kehangatan di hati felisia.


"setidak nya aku ingin merasakan kehangatan ini untuk sebentar saja"gumam felisia menganggukan kepala nya.


rafael keluar dari jendela dan mengulur kan tangan nya ke arah felisia,felisia terkejut ternyata rafael naik helikopter menuju ke kamar nya di lantai 11.


.....


"ini di mana"tanya felisia saat mereka turun dari helikopter.


"ini adalah fila pribadi ku,kamu bisa tinggal di sini untuk sementara waktu"ucap rafael.