LOVE THE ROYAL PRINCESS

LOVE THE ROYAL PRINCESS
fila rafael



''tidak perlu aku bisa tinggal di rumah qila''tolak felisia lembut.


''aku tidak pernah menerima penolakan''ucap rafael dingin dan masuk ke fila itu.


''hei tunggu!!!"teriak felisia mengejar rafael.


''apa kau juga akan tinggal di sini?''tanya felisia.


''apa kah itu yang kau harap kan?"tanya rafael tersenyum sinis.


''sama sekali tidak''jawab felisia cepat.


tiba tiba rafael berdiri dan mendekat ke arah felisia,ia menundukkan kepala nya menyetarai felisia kini wajah mereka benar benar sangat dekat.


wajah felisia langsung merona dan dengan cepat ia menutup mata nya.


''pffft ahahahaha apa kau pikir aku akan mencium mu''tawa rafael pecah di dalam ruangan itu.


membuat felisia semakin merona.


''dasar pria mesum!!!!"teriak felisia cemberut menunjukan wajah kejam nya.


bukan wajah kejam yang terlihat melain kan wajah nya yang sangat imut siapa pun tidak tahan ingin mencubit nya.


wajah rafael melihat kelucuan felisia meski ia sedang marah.


''jangan memsang wajah seperti itu,kau benar benar jelek sekali''ucap rafael berbalik dan masuk ke kamar yang paling besar di sana.


''hei aku tidak jelek!!!!!''teriak felisia tidak terima,tapi tidak ada balasan sama sekali.


''menyuruh ku tinggal di sini tapi tidak membri ku kamar dasar pria mesum''kesal felisia duduk di sofa yang ada di sana.


....


''di mana gadis rubah itu,aku kan belum menunjukkan kamar untuk nya''tanya rafael pada diri nya sendiri mencari cari keberadaan felisia.


mata nya menyapu bersih seluruh ruangan dan menangkap seorang gadis sedang tertidur di sofa dengan sangat nyenyak.


''apa gadis rubah ini bodoh kenapa tidur di sini''gumam rafael menarik nafas kasar.


ia memandangi wajah felisia yang teduh dan tenang saat tertidur.


''gadis rubah ini apa dia tidak tau posisi tidur nya saat ini dapat membuat pria mana pun tidak bisa menahan nafsu nya''gumam rafael tersenyum kecil, tangan nya menyisir rambut halus felisia.


bagaimana tidak sekarang felisia masih berpakaian sekolah dengan rok pendek sepaha dan dengan kaos kaki panjang.tetap memperlihat kan paha yang putih dan mulus.


rafael segera mengangkat tubuh mungil itu dan membawa nya ke kamar yang sudah di siap kan dari awal.


....


ia meletak kan tubuh felisia di atas kasur dan menyelimuti nya.


rafael beranjak keluar dari kamar itu tetap sebuah tangan menangkap nya.


"ayah raja jangan tinggal kan feli di sini,feli takut hiks"tangis felisia membuat rafael terkejut dan kembali mendekat.


"apa yang terjadi pada mu"tanya rafael yang tak tau kalau felisia hanya mengigau


"ayah raja?"rafael mengerut kan kening nya.


"sudah lah,selamat malam gadis rubah''ucap rafael,kemudian mematikan lampu kamar dan keluar dari sana.


....


''hoaaaam''felisia merentang kan tangan nya sambil menguap.


''nyenyak sekali tidur ku malam ini''ucap felisia tersenyum dan turun dari tempat tidur membuka horden kamar.


ia sangat terpana dengan pemandangan yang ia lihat sekarang,bukit bukit hijau berjajaran dengan air terjun yang agak jauh tapi masih bisa terlihat dari kamar itu,suara burung burung nyaring di telinga percikan air terjun masih terdengar oleh telinga membuat felisia terhipnotis.


''seumur hidup ku aku belum pernah melihat pemandangan indah seperti ini,mungkin jika aku tidak kabur,aku pasti masih terkurung di istana itu dan tidak akan pernah melihat pemandangan indah ini''ucap felisia tersenyum ia benar benar bahagia saat ini.


''maaf kakek,aku tidak bermaksud meninggal kan mu,aku hanya sedang berpetualang kemari''gumam felisia sedih mengingat sang kakek yang sangat ia cintai.


''sebentar kenapa aku bisa ada di kamar,bukan nya tadi malam aku tertidur di sofa''tanya felisia pada diri nya sendiri