
''rafael tidak boleh mendeengar ucapan mereka ,"gumam felisia terus menutup telinga rafael.
"apa yang kau lakukan"ucap rafael dengan nada pelan.
"sssst mereka ada di depan"ucap emelli melihat ke wajah rafael yang benar benar dekat dengan nya.
"astaga rafael benar benar tampan sekali"gumam felisia menelan salvina nya.
"gadis rubah ini benar benar cantik dengan wajah yang sangat imut begini siapa yang tidak tahan untuk mencubit nya"gumam rafael tersenyum kecil.
mendengar mereka sudah pergi felisia melepas kan tangan nya dari kedua telinga rafael.
mereka berdua bernafas lega.
....
"katakan siapa sebenar nya kamu,sampai sampai di kejar kejar pria pria bertubuh besar itu,atau jangan jangan kamu adalah seorang buronan yang sangat berbahaya"tebak rafael yang menatap felisia tajam.
"enak aja bilang gue tawanan,pokok nya mereka itu orang jahat dan berbahaya,mereka tidak akan pernah segan segan nya membunuh orang dengan cara yang sangat keji dan menyeram kan"ucap felisia membuat rafael merinding.
"dan asal kamu tau,barang siapa yang menghalangi jalan mereka akan di bunuh lidah nya di potong,tubuh nya di kuliti,dan terakhir kepala nya akan di potong menjadi 4 bagian,
mereka mempunyai kemampuan pengingat wajah meski hanya sedetik melihat nya maka akan selalu di ingat sampai mati "jelas felisia menahan tawa nya melihat rafael kesusahan menelan ludah nya.
karna tak tahan menahan tawa,suara tawa yang keras dan sangat bergema memenuhi telinga rafael,felisia guling guling sambil memegangi perut nya yang sakit akibat tertawa.
"kauuuu!!!!"geram rafael ingin menendang felisia yang terus berguling guling di rumputan.
tiba tiba suara pria dengan suara yang berat membuat mereka terkejut bukan main.
5 pria bertubuh besar gagah dan rapi berdiri mengelilingi mereka berdua dengan tatapan tajam dan mematikan.
"sembunyi di belakang ku"ucap rafael pada felisia.
"tidak kau harus pergi ini berbahaya"ucap felisia dengan tekad yang kuat.
"tidak bisa kita harus pergi sama sama"ucap rafael yakin.
"ku mohon pergi lah aku baik baik saja"bisik felisia dengan nada yang benar benar khawatir.
ia memeluk rafael dengan erat
"ku mohon pergi lah,jangan khawatir aku baik baik saja"ucap felisia melonggar kan pelukan nya.
buk....satu tinjuan lagi mengenai perut rafael membuat rafael mengeluar kan darah dari mulut nya.
"stooooop!!!!!"teriak felisia air mata nya menetes melihat rafael yang sudah tidak sadar kan diri dengan darah yang keluar dari mulut nya.
"hiks rafaeeeel!!!!''tangis felisia pecah memeluk tubuh rafael.
"nona kami hanya menjalan kan tugas kami"ucap seorang pria besar itu dengan nada datar.
"diaam!!!"bentak felisia dengan mata yang merah penuh amarah.
"ini perintah,putri harus ikut kami jika tidak ingin terjadi apa apa dengan orang terdekat tuan putri"ucap nya membukuk hormat.
"ok aku akan ikut kalian,tapi jangan pernah menyentuh teman teman ku "ucap felisia pasrah dengan air mata nya yang terus mengalir melihat rafael tidak berdaya.
ia mengambil ponsel nya dan menghubungi rayn untuk segera datang ke alamat yang ia kirim untuk segera menjemput rafael.
''maaf karna aku kamu jadi begini"ucap felisia mentikan air mata nya dan di bawa oleh para pengawal itu.
ia terus menoleh ke belakang berharap rafael bangun.
....
''rafaeeeel!!!''teriak rio keluar dari mobil menghampiri rafael yang tergeletak di pinggir jalan dengan darah yang keluar dari mulut nya.
rayn dengan cepat mengangkat tubuh rafael dan membawa nya ke dalam mobil.
"riooo bukaiin pintu''teriak nya.
....
rafael di bawa ke rumah sakit dan segera di tangani oleh dokter,untung saja luka rafel tidak begitu serius.
like komen vote and share ya temen temen✌✌✌