
ku kibaskan selimut ku dan berlari ke kamar mandi untuk sekedar cuci muka, ku tinggal kan Geo yang masih setia dalam selimut tebalnya, aku duduk termenung didepan cermin wastafel memikirkan nasib dimasa depan yang tak kunjung kejelasan tentang hatiku pada geo, aku sendiri Bingung apa geo juga menyukaiku. Sebenarnya apa yang dilakukan Geo pada ku wajar hanya menolong seorang wanita dan sekarang aku hanya dianggap sahabat tapi pepatah bilang persahabatan antara cowo dan cewe pasti ada yg belok yaitu punya rasa ya begitu pun perasaan aku ke geo. aku yakinkan diri buat mengutarakan perasaan ku dengan begitu aku tau siapa cewe yang geo suka dan berhenti berharap pada yang ga pasti.
Suara ketukan pintu tak ku gubris dan Geo pun meminta izin untuk membuka pintu, aku masih tak bergeming menatap wajahku di cermin, sebenarnya aku bukan sedang bercermin tetapi menatap masa depan dalam angan - angan, Geo melambaikan tangannya depan wajahku sampai aku sadar. aku berdehem dan pura" mengambil sikat gigi sedangkan Geo mencuci wajahnya, aku melirik geo cowo pujaan hatiku dan aku berfikir ini kesempatan gue buat bertanya apa dia suka sama aku dan kita memiliki rasa yang sama terus menjalani kisah bak negeri dongeng.
" geo.." aku membuka percakapan
" Hmm.." jawab Geo seraya menyikat giginya.
aku tarik nafas panjang dan mulai mode serius " Geo boleh aku menanyakan sesuatu hal?"
" Apa?" Alis geo bertautan menengok ke arahku.
aku sangat gugup dan gemes banget si lihat geo kalau lagi bingung makin cintah deh. aku terdiam sesaat menatap wajah ganteng geo yang aduhai melelehkan hati, aku tersadar saat geo berdehem tak nyaman dengan aksi aku yang menatap tadi.
" Apa yang mau kamu tanyain Zee ?" Tanya Geo mulai tak sabar.
" aku... aku... " Kenapa aku jadi grogi gini yah. ku posisikan badanku menghadap geo agar aku merasa senyaman mungkin dan atur nafas agar lancar jaya menyampaikan unek unek dalam hati.
"aa.. aku... hmmm aku..." Lidah aku kaku
" kamu kenapa zee? Yang jelas kalau ngomong!" Geo mulai penasaran
"aku suka sama kamu Geo, aku berharap kita lebih dari sahabat" aku tutup mata menanti jawaban dari Geo tetapi tak kunjung ada jawaban, aku membuka mata dan melihat ekspresi datar geo . aku udah pasrah dengan apa yang menjadi keputusan geo. Beberapa detik, menit Geo menatapku lekat wajahku dan kemudian Geo tertawa dengan pernyataan perasaan aku dengan ekspresi wajah datar, itu terlihat seram Dimata ku apa apaan coba orang yang tertawa tapi ekspresi nya begitu.
Geo berdehem kembali ke mode seriusnya, sebenarnya becanda nya geo sama serius nya Geo itu sulit di bedakan semua sama yaitu ekspresi wajah datar.
" Zee.. loh serius nembak aku?" geo memastikan apa yang dia dengar tak salah
"aku serius geo apa perlu aku ulangin ucapanku?" aku menahan malu demi kedamaian hati aku yang Gegana.
" kamu itu cerdas tapi sayang kamu ga gunain kecerdasan loh buat berfikir " Geo meninggalkanku sendiri yang terpaku dengan ucapan Geo barusan. Ucapan Geo begitu pedes kaya karet dua, maksud dari perkataan nya apa.