Love Monsters

Love Monsters
terdakwa



di tengah gelap malam seperti ini seharusnya waktunya bobo cantik telah tiba tetapi otak ku dipaksa untuk berfikir, aku mencerna kata kata Geo barusan katanya aku bukan seorang manusia, jangan jangan apa yang dilakukan Geo tadi beneran buat aku jadi seorang siluman ntah aku juga belum tau kebenaran nya. lamunanku terpotong oleh para jajaran menteri istana yang bersikeras ingin menyeret ku ke upacara pertumbalan, mereka tidak mudah percaya begitu saja mereka ingin bukti yang nyata, mereka membawa ku ke tabib sakti istana, aku sangat takut untuk di cek kebenaran nya karena aku juga belum yakin kalau aku seorang siluman jika iya aku dan Geo berbohong tamat riwayat kami berdua mereka ga akan segan membunuh Geo walaupun dia adalah pemimpin mereka.


Kesempatan kudeta mereka yang besar ingin menjatuhkan Geo sebagai seorang raja berpeluang dikarenakan dari awal pengangkatan Geo sebagai raja para jajaran menteri tidak setuju alasannya Geo bukan siluman seutuhnya dia masih mempunyai darah manusia, aku menjadi paham kebencian dan kedengkian mereka untuk balas dendam begitu besar tetapi mereka salah sasaran seharusnya mereka balas dendam ke raja yang dulu sebelum Geo.


Situasi semakin sulit Geo berusaha menenangkan diriku untuk tetap tenang dan berusaha memelukku agar rasa takutku hilang. aku diseret ke aula tempat upacara pertumbalan, tak ada perlawanan dari Geo dia hanya memberi kode agar aku tenang pasti semua akan baik baik saja. setelah kami berada di tengah aula aku di pertemukan dengan tabib istana, disana para jajaran menteri menjelaskan kronologi kejadian dari awal sampe akhir. tabib istana memberi sebuah air dalam gelas terbuat dari tanah liat, aku ragu mengambil nya untuk apa air itu, sang tabib menjelaskan air ini akan membuktikan semuanya. aku melihat Geo untuk meminta izin apa yang harus aku lakukan, Geo hanya mengangguk itu pertanda aku harus meminum nya, aku berdoa dalam hati seraya mengambil air tersebut dari sang tabib kemudian aku langsung meminum nya aku tak merasakan apapun keanehan dalam air tersebut, yang aku rasakan air tadi seperti air putih pada umumnya rasanya menyegarkan tenggorokan ku yang kering kerontang bak gurun Sahara.


dalam lorong istana aku berjalan menuju kamar ku lebih tepatnya kamar raja aku ingin beristirahat disana meregangkan tulang dan otot yang terasa patah, suara bariton terdengar memanggil namaku suara ini tak asing bagiku, aku menoleh kebelakang ternyata sang tabib yang memanggilku, beliau ingin tahu kenapa aku bisa menjadi siluman dan apa hubungan ku dengan Geo, beliau sangat heran karena Geo tidak bersikap dingin padaku itu sangat aneh bagi sang tabib, sejak dulu Geo tidak dekat dengan cewe manapun katanya aku satu satunya cewe yang dibawa ke istana dan kekamarnya.