Love Monsters

Love Monsters
termanis



aku tertegun melihat Geo bercerita tentang dirinya, aku melihat berbagai macam ekspresi wajahnya dari senang, sedih, kepahitan dan kekecewaan. Geo tersenyum kecut saat ingatan dia tentang dunia manusia terkulik, dia bukanya tak mau kembali tetapi dia tidak bisa kembali lagi ke dunia manusia apalagi dia sekarang seorang raja siluman, mungkin kalau Geo di dunia manusia usia Geo sama seperti ayahku yang mau genap kepala empat tetapi dalam dunia siluman Geo tetap berwajah muda sama seperti saat dia baru masuk ke dunia siluman sekitar usia kepala dua.


ku langkahkan kakiku menuju dapur dan ku tuangkan segelas air putih untuk Geo sepertinya yang ku lihat dia ke hausan.


"Geo ini minum dulu" menyerahkan gelas padanya.


Geo hanya tersenyum dan menaruh gelas itu ke meja samping tempat tidur, aku merasa bingung dengan senyuman nya itu.


" loh kok di taro di meja? kamu ga suka air putih?" protes Ku padanya.


" maaf yah Zee bukan aku tak suka tetapi aku tak minum seperti itu" jelasnya


" hmm maksudnya gimana Geo aku tak paham!" tanyaku


"aku tidak minum air Zee tapi aku minum darah" singkatnya


" what.. darah? seriusan?" aku kaget dengan tuturan geo.


aku merasa panik bagaimana aku bisa menemukan darah untuk Geo minum, aku takut Geo mati kehausan. tak sadar aku melamun memikirkan cara mendapatkan darah segar.


Geo berdehem membuyarkan tatanan cara yang telah ku susun.


" tidak mungkin terjadi Geo, kan siluman ada di depanku". sanggah ku seraya tertawa terbahak-bahak.


" justru itu kalau aku masuk ke tubuhmu kau bisa apa?". senyum smrik nya.


aku jadi merinding melihat Geo, aku semakin dibuat merinding saat geo mendekati ku jarak diantara kami sangat intim, Geo memegang tengkukku dan mendekat kan wajahnya ke wajahku, ku pejamkan mataku tanda menyetujui apa yang akan dilakukan Geo, Geo semakin dekat aku merasakan hembusan nafasnya. Geo mulai menciumi bibir ku dan ******* lama, perasaan ku saat itu senang tak berfikir kedepannya bagaimanapun aku merindukan ciuman kehangatan geo. Geo menggigit bibir bawahku sampai berdarah dan menyedotnya, aku mendorong tubuhnya menjauh karena itu menyakitkan rasanya perih.


aku mengusap darah di bibirku, aku melihat Geo yang tak bisa lepas memandang bibirku, aku rasa itu karena Geo melihat darah segar di bibirku dia jadi seperti tak sadarkan diri benar-benar seperti sosok siluman. aku lempar bantal agar Geo sadar apa yang dia lakukan adalah menyakiti ku, usahaku sia-sia Geo belum sadar sekarang semakin mendekat dan kembali ******* habis bibirku dan menyedot darah. aku merasa tubuhku lemas apa mungkin akibat Geo menyedot darahku, aku gigit bibir Geo hal itu membuat Geo sadar dan langsung menjauhiku.


" maaf... Zee maaf..." Geo tertunduk merasa bersalah atas apa yang telah dia lakukan.


aku mengusap bibirku yang membiru akibat Geo, aku tak bisa marah karena aku juga menikmatinya. darah di bibirku sudah berhenti Geo pun mengambil air hangat dan handuk untuk mengompres bibirku, ku tarik handuk yang telah dicelupkan air hangat dari tangan Geo, aku takut Geo melakukan hal yang sama jika darah keluar lagi.


" maaf Zee aku tidak bisa mengontrol diri!" lirih Geo memohon


" tidak apa-apa Geo, yang penting kamu sudah sadar bahwa kau menyakiti ku tadi" jawabku sok bijak.


wajah Geo begitu murung karena kejadian tadi sepertinya itu yang Geo khawatirkan berada di dekatku, Geo takut ga bisa mengontrol diri saat aku terluka dan berdarah.