
malam pun tiba, aku ingin pamit untuk pulang aku merasa tidak nyaman berada di istana ini, soalnya bukan hanya dunia manusia saja orang orang pada julid dan saling bergosip dalam dunia per mahluk kan maksudnya dunia siluman juga sama saja seperti dunia manusia banyak dari mereka yang pada julid padaku, mereka saling berbisik tidak senang melihatku berada di istana ini mungkin karna aku dekat dengan raja mereka, Mereka merasa aku di perlakukan istimewa disini padahal aku orang baru sedangkan Mereka sudah mengabdi disini ratusan tahun tetapi Geo sebagai raja di istana tidak memperdulikan tentang mereka. aku pamit pada Geo untuk pulang tetapi Geo tidak mengizinkan hal itu, dia bilang terlalu berbahaya saat malam apalagi sedang malam purnama banyak siluman mencari tumbal manusia untuk di jadikan sejenis mereka. bulu kudukku merinding mendengar penjelasan Geo aku baru sadar ini alasan Geo sering melarang ku keluar saat malam tiba, terpaksa aku urungkan niat ku untuk pulang apalagi saat ini sedang turun hujan, aku merasa tidak nyaman berada disini lebih nyaman tinggal di gubuk karna rasa damai dan tentram. ku baringkan tubuhku seraya menatap langit langit istana, aku teringat kisah masa lalu bersama almarhumah ibu ku saat hujan seperti ini pasti kami membuat mie instan sambil nonton acara tv yang kami sukai, tak terasa air mataku jatuh aku sedikit terisak tanpa suara meratapi nasib yang berasa angkat sulit untukku menjalani hidup dalam dunia ini.
Geo menatapku dan mengangkat satu alisnya bingung mungkin dia ingin bertanya apa aku baik baik saja, dia mulai mendekati ku dan mengusap air mata di pipiku, aku semakin terisak dan menangis keras Geo Semakin bingung dan memelukku seraya berbisik jangan menangis nanti para siluman diluar mengira kalau Geo melakukan apa apa padaku. jantung ku berdetak semakin cepat mungkin Geo juga merasakan detak jantung ku yang berubah ini, pipiku merah tomat aku sangat malu kenapa jantungku tidak bisa kompromi saat saat seperti ini,
Geo bertanya padaku dan memegang dahiku " apa kamu sakit Zee? pipi dan hidung mu merah sekali"
Geo berdiri dan meninggalkan ku di kamar sendirian dia hanya bilang ada urusan yang harus diselesaikan sesegera mungkin, aku tidak boleh keluar dari kamar ini karena Geo sudah membuat penghalang untuk siapapun bisa masuk kecuali geo, kondisi saat ini sangat gawat soalnya malam bulan purnama roh roh jahat pada berkumpul, para siluman juga berkumpul dan bangsa seperti itu pada berkumpul di aula istana untuk membahas pertumbalan, aku mendengar nya tadi sore dari pelayan istana yang bergosip katanya tumbal harus anak perempuan dari bangsa manusia alasannya untuk kejayaan dan keabadian bangsa mereka.
aku sangat bersyukur Geo mau melindungi ku dari para makhluk halus agar tidak dijadikan tumbal, persyaratan dari Geo hanya aku harus berdiam diri di dalam kamar yang sudah ada mantra dari Geo sampai bulan purnama berlalu, aku merasa bingung pada geo karena dia itu rajanya mereka para siluman kenapa dia mau melindungi anak manusia sepertiku dan mengkhianati bangsanya. ntah lah dari pada aku pusing memikirkan hal yang tidak seharusnya aku fikirkan mending aku rebahan untuk menghayal bisa menikah dengan Geo.