
setelah kejadian itu, Geo melangkah menjauh sambil menunduk keluar rumah. aku rasa Geo begitu menyesalinya itu terlihat dari raut wajahnya aku sendiri tak berani menegur nya aku pikir dia butuh ketenangan, aku heran seharusnya aku yang marah karena kejadian itu kenapa Geo yang malah menjauh ntah lah aku tidak faham jalan fikiran Geo yang suka berubah ubah sesuai arah angin. tak berapa lama ada hembusan angin dan cahaya dari arah luar, ku intip dari balik pintu tetapi tidak ada siapapun dan benda apapun di luar.
"Geo tunggu!" ku pacu langkahku mengejar geo ke arah pintu belakang.
tak ada jawaban dari Geo, aku semakin panik dibuatnya setelah aku berada di luar rumah tak ada siapapun tak terkecuali orang yang aku cari pun tidak ada disana.
" secepat itu kah Geo pergi?" gumam ku dalam hati.
aku panggil nama Geo tapi tak ada jawaban, aku pun masuk kedalam, suasana luar begitu dingin apalagi tengah malam tiba. ku rebahkan tubuhku, baru saja aku menutup mata terlintas ucapan Geo waktu bulan purnama, dia membisikkan kalimat yang membuatku semakin resah
"ini cara satu satunya agar kau jadi siluman dalam sekejap". dalam benakku terngiang ucapan Geo.
aku langsung terbangun dari tempat tidurku, ku tutup telinga ku agar aku tak mendengar bisikan Geo dan ingin menghapus ingatan itu.
" enggak... aku ga mau jadi siluman.. aku ga mau.... hiks..hiks.." ucapku tanpa sadar seraya terisak.
itu hal yang sia - sia aku tetap mendengar bisikan-bisikan itu, aku pun berlari ke kamar mandi yang ada diluar untuk sekedar membasuh muka. samar samar aku mendengar suara dari arah lain itu membuat ku tersentak dan segera berlari kedalam rumah dan mematikan semua lampu berharap tak ada yang menemukan ku dalam gubuk ini.
" aaaaaaaahhhhhh......." teriak ku seraya melempar bantal ke arahnya.
aku pun ter lunglai lemah hampir jatuh tempat tidurku sebelum pingsan aku merasakan dekapan ke tubuhku menahan agar tak jatuh, ingin rasanya aku teriak tetapi tak ada tenaga lagi dan berakhir tak sadarkan diri.
keesokan harinya aku terbangun, ku rasakan dahi ku ada sebuah kain kompres dan genggaman hangat tangan ku dari seseorang ntah siapa itu, ku buka mataku perlahan dan mendapati Geo di sampingku terlelap, Geo yang menggenggam tangan ku erat, ku perhatikan wajah lelah Geo yang sendu, tidurnya begitu lelap baru kali ini aku benar benar memperhatikan setiap sudut wajah Geo, Geo sangat tampan saat tidur seperti ini, aku begitu menikmatinya sampai aku tak berani gerak aku takut Geo terbangun karna aku.
"apa yang kau rasakan sekarang?" ucap Geo khawatir secara tiba-tiba membuatku terbelalak, dari kapan dia terbangun padahal baru beberapa detik yang lalu dia masih terlelap manis.
" tidak ada Geo, aku sehat ko!" ku sungging kan senyum merekah.
" syukurlah.. " ucap Geo seraya melangkah ke arah belakang rumah
ku dengar helaan nafas lega dari Geo, ku curi pandang wajah Geo setelah ia kembali dengan membawa makanan di piringnya.